Lompat ke konten

Arkeologi

Asal Usul dan Arti Dari Lambang Swastika Pada Bendera Nazi

    Simbol yang paling terkenal dari masa Reich Ketiga masa Adolf Hitler adalah swastika. Simbol ini tertera pada bendera merah dengan tanda swastika dalam lingkaran putih. Ketiga warna dalam swastika, yaitu merah, putih, dan hitam, diambil dari warna dasar bendera Jerman, yang pertama kali dipakai sebagai lambang dari kekaisaran Jerman pada tahun 1897. Sekalipun sering diasosiasikan dengan rezim Nazi, simbol swastika telah eksis jauh sebelumnya di dunia. Ia berasal dari bahasa Sanskerta, svastika, yang artinya “kondusif untuk kebaikan/kesejahteraan”. Lambang seperti ini telah ditemukan pada keramik yang berasal dari empat…

    Tradisi Tabur Bunga Ternyata Adalah Tradisi Bangsa Yahudi Kuno

      Nyekar atau berziarah sembari menaburkan bunga ke atas makam menjadi tradisi yang sering dilakukan masyarakat Indonesia. Ziarah makam sanak-saudara tak lengkap tanpa tabur bunga. Tapi, ternyata tabur bunga bukan saja dilakukan orang Indonesia. Tradisi serupa dilakukan sejumlah warga Negara lain. Penelitian oleh University of Haifa, Israel, baru-baru ini mengklaim bahwa tradisi tabur bunga di atas makam berasal dari bangsa Israel Kuno. Penelitian ini berdasarkan bukti sebuah makam kuno bangsa israel yang usianya sudah 14 ribu tahun. Ketika meneliti, para peneliti menemukan fosil-fosil bunga di atas mayat yang telah…

      Ditemukan Candi Baru Di Bukit Pangonan Dataran Tinggi Dieng

        Tak hanya candi saja yang ditemukan di Bukit Pangonan di dataran tinggi Dieng. Sebuah tugu Belanda juga ditemukan di tempat tak jauh dari Candi Pangonan di ketinggian 2.400 mdpl. “Selain Candi Pangonan ada juga tugu Belanda, petunjuk ketinggian. Bahwa di lokasi itu berada di atas 2.050 mdpl,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara, Aziz Ahmad saat berbincang pada hari Jumat (27/9/2025). Lokasi penemuan candi itu berada di puncak bukit, berbeda dengan candi yang lain di dataran rendah. “Pihak Purbakala masih melakukan eskavasi. Kita juga belum tahu peninggalan…

        Ekonomi Petani “Ndeso” Budi Dharmawan

          Sebagian orang menganggap Budi Dharmawan sebagai sosok nyeleneh. Pada usia hampir 73 tahun ia justru sibuk masuk-keluar desa. Ia mengumpulkan donasi dari kolega dan membangun embung atau waduk kecil buatan di desa terpencil. Baginya, tindakan nyeleneh itu hanya pemantik awal menggugah kembali rasa senasib sepenanggungan yang memudar. Budi Dharmawan tak sekadar berwacana. Bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam Yayasan Obor Tani, dia sudah menunjukkannya dengan membangun embung buatan di Desa Genting, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Beberapa tokoh yang berkunjung, seperti mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso, Gubernur Jawa Tengah…

          Masyarakat Zaman Batu di Sulawesi Tengah Hilang

            Peneliti dari Badan Geologi, Bandung, Asdani Suhaemi, punya dugaan menarik soal menghilangnya masyarakat zaman batu Lore Lindu di Sulawesi Tengah. Saat meneliti patahan aktif Palu-Koro tahun ini, ia mengaitkannya dengan misteri hilangnya masyarakat yang diperkirakan hidup pada 2000-3000 tahun lalu itu. “Selama ini belum ada penelitian kenapa mereka menghilang,” katanya di acara Simposium Nasional Gempabumi dan Tektonik Aktif di Aula Timur ITB, Kamis, 29 November 2024. Menurut Asdani, lokasi peninggalan manusia zaman megalitikum atau batu besar berupa patung dan tempayan besar itu berada di dataran setinggi 1.215 meter…

            Banyak Kerangka dan Peninggalan Presejarah Ditemukan di Pantai Kabupaten Rembang

              Temuan peninggalan prasejarah di Kabupaten Rembang, ternyata tidak terbatas hanya di pantai Binangun dan Plawangan (Kecamatan Lasem). Namun Tim Arkeolog Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta juga menemukan peninggalan prasejarah di Pantai Laren, Kecamatan Sluke. “Di sini titik sebarannya lebih banyak,” kata Gunadi, Ketua Tim Arkeolog dari Balar Yogyakarta, yang dihubungi Jumat 30 November 2024. Menurut Gunadi, peninggalan prasejarah itu selain berupa artefak kerangka manusia, juga peralatan gerabah tembikar dan peralatan kerang. “Dari temuan itu, diperkirakan antara kerangka manusia dan peralatan tersebut satu lefel dan berasal dari abad 4000- 5000…

              Panda Ternyata Adalah Makanan Favorit Manusia Purba Di China

                Seorang ilmuwan Cina mengklaim panda dulunya merupakan makanan favorit bagi manusia prasejarah yang tinggal di barat daya Cina. Panda dimakan oleh manusia prasejarah yang mendiami daerah Kota Chongqing saat ini. “Chongqing merupakan kawasan tempat berkumpulnya panda,” kata paleoantropolog Wei Guangbiao, kepada kantor berita Xinhua, Senin, 15 Oktober 2024. “Kami telah mempelajari banyak sampel fosil panda yang digali di Chongqing dari situs di mana manusia pernah hidup,” kata Wei. “Sejumlah besar fosil menunjukkan bahwa panda disembelih sampai mati oleh manusia.” “Di masa primitif, manusia tidak akan membunuh hewan yang…

                Lokasi Kawin Campur Manusia Modern Dengan Neanderthal

                  Neanderthal dan Homo sapiens adalah relatif terdekat manusia modern. Faktanya, Neanderthal sudah punah sekitar 40.000 tahun silam, namun penelitian menunjukkan keduanya pernah melakukan kawin silang dan melahirkan interspesies. Studi yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports menuturkan bahwa kedua spesies ini berhubungan pada era Pleistosen Akhir. Lokasinya diklaim ada di Pegunungan Zagros, sebelah barat Iran, berbatasan dengan Iran. Dikutip dari IFLScience Pegunungan Zagros menjadi tempat ideal karena memiliki keberagaman hayati dam topografinya dapat menampung masyarakat dalam skala besar. Ditambah lagi, tempat ini terbilang minim dampak dari pergeseran iklim Pleistosen.…

                  Altar Peribadatan Kuno Ditemukan Di Purbosari

                    Penambang pasir di kompleks Situs Liyangan di Desa Purbosari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, kembali menemukan bagian bangunan situs tersebut. Anggota masyarakat peduli Situs Liyangan, Budiyono, di Temanggung, Senin, mengatakan, bangunan yang diduga berupa pelataran peribadatan (altar) tersebut ditemukan di sebelah utara candi induk yang terletak di Kecamatan Ngadirejo itu. “Temuan bagian situs ini di luar tanah yang telah dibeli Pemkab Temanggung. Kebetulan pemilik tanah mengizinkan masyarakat melakukan penambangan, dan bangunan ini ditemukan,” katanya. Bagian yang baru terlihat di bangunan yang diduga altar tersebut adalah dinding sisi selatan dengan…

                    Peneliti Temukan Bahwa Banjir Badang Di Padang Pernah Terjadi Pada Masa Purba

                      Tim peneliti Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menemukan adanya tanda banjir bandang yang melanda Kota Padang pada 24 Juli 2024 dan membuat ribuan jiwa mengungsi, pernah terjadi sebelumnya dengan rentang waktu lebih dari dua generasi. Tim yang diturunkan selama dua hari, 28-29 Juli 2024, memperoleh fakta itu berdasarkan penelitian terhadap salah satu rumah di bantaran aliran sungai Limau Manis yang diterjang banjir bandang. “Terdapat endapan banjir purba di dasar pondasinya. Bahkan di sekitar areal persawahan yang dilewati banjir menunjukkan adanya endapan tanah purba,” kata Salahuddin, anggota tim peneliti UGM,…

                      Ilmuwan Amerika Serikat Temukan Dua Piramida Di Mesir Karena Meneliti Gambar Google Earth

                        Seorang ilmuwan asal Amerika Serikat telah menemukan dua situs yang diduga piramida di Mesir setelah menghabiskan sepuluh tahun mempelajarinya di Google Earth. Arkeolog bernama Angela Micol itu telah menandai dua lokasi yang berjarak 90 mil di pinggir sungai Nil. Kedua lokasi yang ditandai itu menunjukkan dua bentuk gundukan yang tidak biasa. Salah satu situs tampak seperti sebuah plato berbentuk segitiga dengan lebar 620 kaki (sekitar 190 meter persegi), atau tiga kali luas ukuran Piramida Giza. Micol yang berbasis di North Carolina, AS, kini berencana mengunjungi situs itu untuk…

                        Fosil Nenek Moyang Hobbit Di Flores Ditemukan Lagi

                          Di sebuah pulau tropis yang merupakan bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, para arkeolog telah menemukan penemuan yang luar biasa yaitu sebuah fragmen tulang milik hominin dewasa purba yang tingginya hanya tiga setengah kaki. Penemuan dan identifikasi tulang lengan ini, yang dirinci dalam sebuah studi baru di Nature Communications, mengungkapkan petunjuk penting dan mengejutkan tentang evolusi Homo floresiensis, kerabat purba manusia modern yang dijuluki “hobbit” karena perawakannya yang kecil. Ketika para arkeolog pertama kali melaporkan bukti Homo floresiensis pada tahun 2004, hal ini menjadi sensasi di media…