Lompat ke konten

Arkeologi

Manusia Purba 2,5 Juta Tahun Lalu Telah Makan Daging dan Punya Pisau

    Manusia purba Australopithecus afarensis, spesies yang diduga nenek moyang manusia modern ternyata juga pemakan daging serta mahir menyembelih dan memotong binatang dengan ”pisau” atau alat potong dari batu. Jurnal Nature, Kamis (12/8), menyebutkan, bukti-bukti ini terlihat pada bekas potongan, guratan, atau goresan benda tajam pada dua tulang binatang purba Etiopia berusia sekitar 3,4 juta tahun dan ditemukan serpihan batu. Pernah juga ditemukan alat potong dari batu di Gona, Etiopia, yang berusia 2,5 juta tahun. Hasil ini mengundang kontroversi di kalangan peneliti dan arkeolog karena selama ini tidak ada…

    Callao Kisah Manusia Pertama Filipina

      LUKI AULIA Gelar Manusia Tabon dari Palawa atau Tabon Man sebagai manusia pertama yang menjejakkan kaki di daratan Filipina tampaknya harus diubah. Tim arkeologi University of the Philippines dan National Museum menemukan fosil seruas tulang jari kaki kanan Manusia Callao atau Callao Man berusia 67.000 tahun atau 20.000 tahun lebih tua dari Manusia Tabon yang berusia 47.000 tahun. Manusia Tabon diyakini sebagai manusia pertama Filipina selama puluhan tahun setelah fosilnya ditemukan di sebuah goa di Pulau Palawan, Filipina barat, pada Mei 1962. Posisi manusia Tabon tersingkir setelah fosil…

      3000 Jejak Dinosaurus Ditemukan Di China

        Lebih dari 3.000 jejak dinosaurus ditemukan di China. Demikian laporan dari media resmi China, Minggu (7/2/2010). Jejak dinosaurus tersebut ditemukan di kawasan yang disebut-sebut sebagai tempat terkaya akan tulang belulang binatang purba yang telah menjadi fosil. Jejak yang ditemukan diperkirakan berusia lebih dari 100 juta tahun. Penemuan itu terjadi setelah dilakukan evakuasi selama tiga bulan di sebuah selokan di Zhucheng, sebelah timur Provinsi Shandong, demikian dituliskan kantor berita Xinhua. Jejak tersebut berukuran panjang 10 sentimeter-80 sentimeter dan berasal dari sekurangnya enam jenis dinosaurus yang berbeda, termasuk tyranosaurus. Sabtu…

        Kepala Raksasa Firaun Dari Batu Granit Merah Ditemukan Kembali

          Para arkeolog di Mesir menemukan kepala raksasa dari granit merah di lokasi yang dikenal kaya dengan peninggalan Mesir kuno di Luxor. Dewan Purbakala Mesir mencetuskan, Minggu (28/2/2010), bahwa kepala tersebut adalah citra dari salah satu firaun Mesir yang paling terkenal yang bertakhta kira-kira 3.400 tahun yang lalu. Kepala batu dari Amenhotep III itu berukuran setinggi pria dewasa dan digali dari reruntuhan kuil yang juga merupakan kuburan firaun di kota selatan Luxor. Kepala ekspedisi yang menemukan kepala tersebut mengatakan bahwa temuan ini adalah citra wajah Amenhotep III yang paling…

          Dua Fosil Dinosaurus Super Langka Ditemukan Di Utah Amerika Serikat

            Fosil dari spesies dinosaurus yang belum pernah diketahui sebelumnya, baru-baru ini ditemukan di lempeng-lempeng batuan di Utah, AS. Para ilmuwan yang menemukan fosil ini mengatakan bahwa bebatuan itu begitu kerasnya sehingga untuk melepaskan sebagian fosil itu terpaksa harus digunakan peledak. Tulang-belulang dari Monumen Nasional Dinosaurus itu merupakan bekas dari sejenis sauropod, yaitu hewan berleher panjang dan pemakan tumbuhan yang dinyatakan sebagai hewan terbesar yang pernah ada di permukaan bumi. Di antara temuan ini juga terdapat dua tengkorak utuh dari jenis-jenis sauropod lainnya. Para ilmuwan menyatakan bahwa dua tengkorak…

            Pengamanan Museum Indonesia Sangat Lemah

              Museum-museum di Indonesia mempunyai koleksi-koleksi terbaik, langka, dan kelas dunia. Namun, jika pengamanannya tidak ditingkatkan dan database atau register tidak dilakukan serta dicek ulang, koleksi-koleksi itu dikhawatirkan dicuri orang atau mungkin hilang. Demikian pendapat kurator Ady Rosa, pengelola wisata Sahabat Museum Ade Purnama, budayawan Asril Koto, dan Direktur Museum Direktorat Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Intan Mardiana, akhir pekan lalu. Ady Rosa mengatakan, jika koleksi di museum-museum terkemuka di Perancis—yang menyimpan mahakarya maestro dunia seperti lukisan Picasso—bisa dicuri, meski tingkat pengamanannya sangat ketat, Indonesia apalagi, rawan…

              Kuburan Manusia Abad Ke-18 Terbesar Ditemukan Di Kutai

                Tim peneliti arkeologi menemukan kuburan manusia abad ke-18 terbesar di Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kuburan itu berupa 52 tajau atau guci berisi kerangka manusia, tiga kerangka masih utuh. Ketua Tim Penelitian Penguburan Tajau Sangasanga Bambang Sugiyanto kepada pers, Sabtu (5/6), mengatakan, kuburan tajau, guci, atau martavan ini sudah ada pada abad ke-18 dan menjadi terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia. Guci itu bermotif ukiran Tiongkok dari abad ke-16 sampai abad ke-18. Piring berasal dari abad ke-18. Sampel tulang dan tanah dikirim ke…

                Saluran Air Bertekanan Super Canggih Telah Ditemukan Suku Maya Ribuan Tahun Sebelum Orang Eropa

                  Tim peneliti dari Amerika Serikat baru saja menemukan kanal atau saluran air karya suku Maya di Kota Palenque, Meksiko, yang merupakan contoh pertama rekayasa tekanan air di dunia. Tim peneliti dari Universitas Pennsylvania itu seorang arkeolog dan ahli hidrologi. Mereka menemukan bukti bagaimana suku Maya menggunakan saluran air yang diatur dengan tekanan, tetapi masih belum diketahui proses detailnya. “Sistem tekanan air sebelumnya diperkirakan diperkenalkan oleh bangsa Spanyol ketika kedatangannya,” ujar peneliti dalam Journal of Archaeological Science edisi terbaru. Tetapi kini ada bukti baru yang lebih tua. Berdasarkan data…

                  52 Tempayan Kuno Ditemukan Terkubur Di Kutai

                    ebanyak 52 tempayan kubur (tajau) yang diperkirakan dibuat pada abad ke-16 hingga 18 masehi ditemukan di Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tempayang kubur tersebut ditemukan para peneliti dari Balai Arkeologi Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang melakukan penggalian sejak 16 Mei hingga 4 Juni 2022. “Dari salah satu lokasi penggalian, kami menemukan 51 tajau kemudian di tempat lain yang hanya berjarak sekitar dua meter ditemukan lagi satu tempayan,” ungkap Ketua Tim Peneliti Penguburan Tajau, Bambang Sugianto, ditemui di lokasi penemuan kuburan kono, di Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara, Sabtu.…

                    Neanderthal Adalah Moyang Kita

                      Hipotesis persilangan antara manusia modern dan Neanderthal 50.000-80.000 tahun lalu akhirnya terbukti. Di dalam diri kita masing-masing saat ini terdapat 1-4 persen proporsi materi genetik Neanderthal. Artinya, kita termasuk keturunan spesies Neanderthal. Begitulah kesimpulan hasil penelitian deoxyribonucleic acid (DNA) terbaru tim Svante Paabo dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig, Jerman, pertengahan Mei ini. Penemuan tersebut mengejutkan karena selama ini Neanderthal (Homo neanderthalensis) selalu dianggap spesies manusia yang berbeda dengan kita (Homo sapiens). Padahal, sebenarnya jika dilihat dari bentuk fisik saja, kita memang mirip Neanderthal meski…

                      Sistem Pengairan Majapahit Mengatasi Banjir dan Kekeringan

                        Banjir dan kekeringan bergantian terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Sementara itu, pada masa Majapahit abad XIII sampai XV, air bukan lagi menjadi masalah. Manajemen dan teknologi pengairan dipikirkan secara matang untuk kepentingan Kerajaan Majapahit dan rakyatnya. Dari masa Majapahit banyak instalasi pengairan yang tersisa. Sebagian masih digunakan masyarakat sebagai jaringan irigasi yang tidak pernah kering, seperti terowongan air bawah tanah di Dukuh Surowono, Desa Canggu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, kendati instalasi pengairan yang ditemukan lebih lengkap dan beragam, sebagian sudah terlupakan serta berubah…

                        Manusia Modern dan Neanderthal Pernah Kawin Campur

                          Manusia Neanderthal dan manusia modern ternyata pernah kawin, kemungkinan besar terjadi ketika manusia pertama kali bermigrasi keluar dari Afrika, demikian sebuah studi genetika yang dirilis Jumat pagi WIB. Orang Eropa, Asia dan Australasia semuanya memiliki DNA Neantherthal, tetapi orang Afrika tidak, kata para peneliti yang menyampaikan hasil penelitiannya dalam jurnal Science. Hasil penelitian ini mungkin membantu menjawab perdebatan lama mengenai apakah manusia Neanderthal dan manusia modern hanya hidup berdampingan di Eropa dan Timur Tengah. “Mereka yang tinggal di luar Afrika membawa sedikit DNA Neanderthal ke tubuh kita,” kata…