Lompat ke konten

Astronomi

Air Berhasil Ditemukan Dibawah Permukaan Bulan

    Sekian lama, manusia percaya bahwa Bulan adalah lingkungan yang kering dan tak memiliki air. Kini, pandangan tersebut dibantah oleh penemuan terbaru. Ilmuwan menemukan adanya air magmatik, air yang berasal dari bagian dalam Bulan dan muncul ke permukaan. Bukti keberadaan air magmatik tersebut ditemukan dengan bantuan Moon Mineralogy Mapper milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang ada di wahana milik India, Chandrayaan-1. Rachel Klima, pakar geologi keplanetan dari John Hopkins University memublikasikan temuan itu di jurnal Nature Geoscience. Keberhasilan pengungkapan air magmatik di Bulan dimulai dari hasil…

    Awan Debu Asteroid Akan Kurangi Dampak Pemanasan Global Di Bumi

      Ilmuwan Skotlandia menemukan ide baru yang menarik terkait usaha memerangi pemanasan global. Dalam penelitiannya, pemanasan global ini dapat diperangi dengan debu asteroid yang bisa bertindak seperti pelindung bumi. Permukaan asteroid diledakkan untuk menciptakan awan debu raksasa yang bisa digunakan sebagai tabir surya untuk planet ini. Para peneliti Universitas Strathclyde, Inggris, percaya bahwa asteroid yang ukurannya sesuai dapat dipindahkan di posisi dekat dengan bumi sebelum awan debu raksasa meluncur di permukaannya. Asteroid ini memiliki gaya gravitasi. Oleh sebab itu, dalam proses pemindahannya, debu asteroid ini dipegang dalam posisinya dan…

      Rancangan Stasiun Di Bulan Untuk Perjalanan Ruang Angkasa

        Jika masa depan terbentang seperti yang diramalkan oleh beberapa ahli, bulan akan menjadi salah satu stasiun antariksa yang ramai. Kendaraan akan secara rutin meledak dan meluncur ke permukaan bulan, bagian dari rantai pasokan yang melayani perkemahan manusia, melengkapi fasilitas sains, dan menjatuhkan peralatan untuk operasi penambangan di luar angkasa. Pada awalnya, ini diproyeksikan akan menjadi keributan roket yang menendang debu dan puing-puing yang beterbangan. Pertemuan para ahli baru-baru ini membahas apa yang kita ketahui dan apa yang tidak kita ketahui tentang bagaimana menangani operasi “mirip bandara” di bulan.…

        Tanggal 4 Juni Akan Ada Pesta Di Langit Indonesia

          -Pekan kedua Juni merupakan saat yang menyenangkan penggemar astronomi karena bisa menyaksikan gerhana bulan sebagian dan transit Venus. “Ini seperti pesta langit buat Indonesia,” ujar Ketua Program Studi Astronomi Institut Teknologi Bandung, Taufiq Hidayat, saat ditemui di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin 28 Mei 2024. Pada Senin, 4 Juni 2024, bulan terbit dengan sebagian permukaannya tertutup bayangan bumi. Peristiwa ini dikenal sebagai gerhana bulan sebagian dan berlangsung selama dua jam. Indonesia bagian timur seperti Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Maluku, dan Papua menjadi tempat terbaik untuk menyaksikan gerhana…

          Yesus Wafat 3 April Tahun 33

            Kapan persisnya tanggal wafatnya Yesus Kristus? Sekelompok ilmuwan yang menelitinya menyebut kematian Yesus datang pada 3 April tahun 33. Penetapan tanggal ini disesuaikan dengan bunyi salah satu ayat Alkitab yang menyebut terjadi gempa besar di hari kematiannya. Penelitian yang dimotori International Geology Review menentukan tanggal itu setelah melihat aktivitas gempa di sekitar Laut Mati, yaitu sekitar 13 mil atau 20,9 km dari Jerusalem. Injil Matius, Bab 27, mengatakan bahwa saat Yesus terbaring meregang nyawa di kayu salib, gempa bumi mengguncang daerah itu, mengaduk kuburan dan membuat langit menjadi…

            Menantikan Supermoon Tengah Malam Untuk Bisa Melihat Bulan Raksasa Lebih Jelas

              Supermoon akan terlihat Sabtu malam pada saat bulan purnama mencatat jarak terdekat ke Bumi dibandingkan posisi lainnya pada tahun ini. Purnama terdekat terjadi mulai Sabtu malam dan puncaknya pada Minggu pagi pukul 10.35 WIB. Menurut space.com, bulan purnama terjadi pada Sabtu, 5 Mei 2024, pukul 11.35 PM, EDT (waktu timur Amerika) atau Minggu pagi waktu Indonesia, yang bertepatan dengan perigee (orbit terdekat bulan ke Bumi). Peristiwa ini hanya terjadi sekali dalam setahun. Peristiwa itu akan menghasilkan pemandangan mengesankan, terutama setelah matahari terbenam ketika bulan akan muncul dengan warna…

              Ribuan Gelembung Energi Ditemukan Melayang Layang Di Angkasa

                Sebanyak 5000 gelembung angkasa ditemukan di Galaksi Bimasakti oleh tim yang terdiri dari ilmuwan amatir. Gelembung-gelembung itu berkaitan dengan bintang muda dan panas. Banyaknya gelembung yang ada menandakan bahwa Bimsakati merupakan tempat pembentukan bintang yang jauh lebih aktif dari yang diduga. “Piringan Bimsakati seperti champagne dengan gelembung-gelmbung di semua sisinya,” ungkap Eli Bresselt, mahasiswa doktoral yang melakukan penelitian di European Southern Observatory (ESO). Penemuan 5000 gelembung angkasa ini melibatkan 35.000 sukarelawan yang tergabung dalam Proyek Bimasakti. Observasi dilakukan dengan Spitzer Space Telescope milik NASA. Seperti diberitakan Space, Jumat…

                Cara Menikmati Hari Tanpa Bayangan

                  Matahari adalah bintang yang berjalan. Sepanjang tahun, benda langit ini menempuh perjalanan mondar-mandir dari utara ke selatan. Perjalanan matahari itu disebabkan oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi terhadap bidang edar matahari. Kemiringan sebesar 23,5 derajat inilah yang membuat tampak berayun sepanjang tahun matahari. Selama perjalanan tersebut, matahari menyinggahi berbagai kota di Bumi. Persinggahan dilakukan bergilir sesuai posisi lintang kota di bola Bumi. Pontianak, misalnya, yang berada pada lintang 0 derajat, mendapat kesempatan disinggahi matahari sebanyak dua kali dalam setahun. “Matahari di atas Pontianak setiap tanggal 21 Maret dan 23…

                  Malam Ini Bulan Berubah Jadi Darah Selama 100 Menit

                    Pengamat angkasa (BMG) Inggris mengharapakan langit cerah malam ini sehingga bisa melihat fenomena gerhana bulan penuh paling lama sejak 2000. Fenomena itu akan mengubah warna bulan menjadi merah darah selama 100 menit atau selama masa gerhana bulan menjadi penuh. Namun NASA memperingatkan Eropa akan kehilangan fenomena awal gerhana bulan itu karena “fenomena itu terjadi sebelum moonrise.” Gerhana akan terjadi pada 06.24pm (BST/British Summer Time) dan berakhir pada tengah malam, tetapi matahari belum terbenam di Inggris sampai pukul 09:19pm. Orang-orang di sebelah timur Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah dan…

                    Penelitian Universitas Oxford Membuktikan Sukses Karir Tergantung Ditentukan Bulan Kelahiran

                      Sebagian orang mungkin menganggap astrologi sebagai isapan jempol belaka. Tetapi, percaya atau tidak, sebuah penelitian di Inggris mengungkapkan bahwa bulan kelahiran Anda akan mempengaruhi profesi Anda di kemudian hari. Badan statistik nasional Inggris (Office for National Statistics), seperti dikutip Telegraph, meneliti kecenderungan statistik di negara itu dan menemukan hubungan antara bulan kelahiran dengan profesi seseorang. Seorang yang lahir bulan Desember misalnya cenderung menjadi seorang dokter gigi, sementara yang lahir Januari punya peluang besar menjadi seorang penagih utang. Mereka yang berulang tahun pada Februari punya kemungkinan lebih besar untuk…

                      Tim Astronom Eropa Temukan Bintang Terlarang Di Konstelasi Leo

                        Tim astronom Eropa berhasil menemukan sebuah bintang terlarang dengan Very Large Telescope (VLT) European Southern Observatory. Bintang itu bernama SDSS J102915+172927, terletak di Konstelasi Leo, bermassa lebih rendah namun lebih tua 13 tahun dibandingkan dengan Matahari. Penemuan ini dipublikasikan di jurnal Nature, Kamis (1/9/2011) lalu. Astronom mengatakan bahwa SDSS J102915+172927 adalah bintang terlarang karena berdasarkan komposisinya, hampir seluruhnya terdiri dari elemen hidrogen dan helium, minim unsur logam lain yang lebih berat. “Teori yang diterima secara luas memprediksikan bahwa bintang semacam ini, dengan massa rendah dan minim logam, tidak…

                        Muhammad Rayhan Berhasil Memotret Hujan Bintang Dari Pulau Pramuka

                          Jika selama ini hanya ada hujan meteor, maka kini ada hujan bintang. Inilah yang digambarkan dalam foto Muhammad Rayhan, salah satu penggerak Himpunan Astronom Amatir Jakarta (HAAJ). Foto itu diambil di Pulau Pramuka, Minggu (3/7/2011) lalu, bersamaan dengan kegiatan Science Camp yang diadakan oleh FOSCA, sebuah kelompok Karya Ilmiah Remaja Jakarta. Dalam foto tersebut, bintang tampak berwujud garis, seperti titik-titik air hujan. Dengan latar langit malam, galaksi Bimasakti dan sebuah masjid di pulau tersebut, foto tampak eksotis. Warna garis bintang pun beragam, ada yang berwarna putih terang seperti…