Lompat ke konten

Astronomi

Saksikan Gerhana Bulan Total Di Indonesia Pada Tanggal 16 Mei 2023

    Tiga hari lagi, tepatnya Kamis (16/6) dini hari, gerhana bulan total akan terjadi dan dapat disaksikan di Indonesia. Gerhana akan dimulai pada pukul 00.25 WIB dan berakhir pada pukul 05.59 WIB. Berdasarkan publikasi NASA, totalitas atau kondisi saat bulan tak tampak sama sekali akan berlangsung selama 100 menit, dari pukul 02.22 WIB – 04.02 WIB. Gerhana bulan total kali ini bisa disaksikan di wilayah Eropa, Afrika, Amerika Selatan, Australia dan Asia, termasuk Indonesia. Wilayah timur Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah dan barat Australia bisa menyaksikan keseluruhan tahap gerhana.…

    NASA Sedang Meneliti Temuan Kawah Es Dikutub Super Panas Planet Merkurius

      Para penyelidik misi pesawat ruang angkasa Messenger makin mengintensifkan pantauannya. Maklum, wahana milik NASA itu pada Jumat pekan lalu sukses memasuki orbit sekitar Merkurius. Alhasil Messenger menjadi pesawat ruang angkasa pertama yang mengorbit planet terdalam. “Kami berharap dapat meningkatkan pemahaman terhadap salah satu planet yang jadi tetangga terdekat,” kata Sean C. Solomon, penyelidik utama misi Messenger. Nama wahana penjelajah robotik ini merupakan singkatan dari MErcury Surface, Space ENvironment, GEochemistry, and Ranging. Wahana yang diluncurkan 2 Agustus 2004 telah menempuh penerbangan sejauh 7,9 miliar kilometer. Dia mengelilingi matahari sebanyak…

      Bumi Pada Tahun 2023 Akan Memiliki Matahari Kembar Dari Nebula Orion

        Ini bukan kabar biasa. Sebentar lagi, bumi akan memiliki dua matahari, sebuah penggambaran yang sering dilihat di film Star Wars. Kabar menggemparkan, matahari baru akan segera muncul di langit. Bintang superbesar warnah merah di nebula Orion, Betelgeuse, diprediksi akan mendekat dan supernova mencapai bumi sebelum tahun 2023. Bintang kedua terbesar di alam semesta ini diperkirakan kehilangan berat massa dan merupakan indikasi terjadinya gravitasi dan kolaps serta kehilangan daya dukung. Saat itu terjadi, bumi akan memiliki dua matahari. Demikian disampaikan Dr Brad Carter, staf pengajar Fisika di Universitas Southern…

        NASA Meluncurkan Misi Mencari Fosil Di Planet Mars

          Setelah empat dekade berjalan, kini misi Mars memasuki babak baru. Eksplorasi yang semula banyak berkutat pada pencarian air, kini meluas pada upaya mencari tanda-tanda kehidupan di planet merah itu. “Kami akan memasuki transisi dari misi mencari air menjadi misi mencari tanda kehidupan,” kata Doug McCuistion, direktur Program Eksplorasi Mars NASA pada diskusi panel di National Air and Space Museum di Washington minggu lalu. Babak baru eksplorasi Mars itu dimulai seiring dengan peluncuran pesawat antariksa NASA, Curiosity. Pesawat antariksa ini berbeda dengan Spirit dan Opportunity yang diluncurkan sebelumnya sebab…

          Ditemukan Planet Terpanas Yang Ternyata Lebih Panas Dari Matahari

            Astronom yang terlibat dalam proyek Super Wide Angle Search for Planets (SuperWASP) telah menemukan planet terpanas bernama WASP-33b. Suhu planet tersebut lebih panas dari suhu beberapa bintang. Keberadaan planet itu telah diduga sejak tahun 2006 lalu namun baru dikonfirmasi tahun 2022 kemarin. Diketahui, planet tersebut tergolong dalam jenis planet gas dengan massa kurang dari 4,5 kali massa Jupiter. Berdasarkan observasi dengan William Herschel Telescope, suhu WASP-33b mencapai 3200 derajat Celsius. Suhu itu lebih panas daripada bintang katai merah yang bersuhu 700 derajat Celsius dan WASP-12b yang suhunya 2300…

            Gerhana Bulan Terjadi Pada 20 – 21 Desember 2022

              Masyarakat di sejumlah tempat di muka Bumi bisa menyaksikan gerhana bulan total pada awal pekan ini. Peristiwa itu akan berlangsung selama beberapa jam mulai dari 20 Desember tengah malam hingga 21 Desember dini hari. Bila cuaca cerah, gerhana bulan itu akan menyuguhkan pemandangan yang indah, seperti yang terjadi di Jerman pada Januari 2001 (lihat foto). Menurut laman Space.com, peristiwa yang jarang terjadi ini akan bisa disaksikan langsung di sejumlah wilayah. Sejumlah wilayah itu di antaranya di semua tempat Amerika bagian Utara dan Selatan, begitu pula di Eropa bagian…

              Mengungkap Pembunuhan Bulan Saturnus Melalui Cincin Saturnus

                Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading. Bulan mati meninggalkan (apa)? Studi terbaru planet keenam bumi, Planet Saturnus mengindikasikan bahwa bulan mati meninggalkan lingkaran cincin Saturnus. Cincin indah yang melingkari Planet Saturnus diperkirakan merupakan peninggalan dari bulan Saturnus yang ”mati terbunuh”. Minggu (12/12) lalu muncul berbagai tajuk berita yang menggunakan istilah ”pembunuhan kosmik” yang menunjuk pada matinya bulan yang menyebabkan munculnya cincin warna-warni di bagian luar planet Saturnus. Korban pembunuhan adalah bulan Saturnus yang tidak diketahui apa namanya. Bulan tersebut ditandai menghilang pada 4,5 miliar tahun lalu.…

                Misi Pesawat Ulang Alik NASA Adalah Mencari Dan Membawa Pulang Anti Materi

                  Misi pesawat ulang-alik terakhir Badan Antariksa Amerika (NASA) akan ditunda hingga November mendatang. Penundaan itu terpaksa dilakukan untuk memberi kesempatan bagi para ilmuwan mengubah detektor partikel yang akan dibawa ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS). Masih tersisa tiga penerbangan pesawat ulang-alik sebelum program itu dihentikan pada 30 September mendatang, NASA berencana menutup program itu dengan pengiriman misi final membawa suplai ke ISS, yang akan diemban pesawat ulang-alik Discovery. Misi penutup itu kini diambil alih oleh pesawat ulang-alik Endeavour, yang akan membawa Alpha Magnetic Spectometer (AMS), sebuah proyek gabungan 16…

                  Planet Baru dari Galaksi Lain Pindah Tempat dan Masuk ke Lingkaran Bima Sakti

                    ebuah planet yang sangat panas, berputar sangat cepat, dan bergasditemukan di sebuah orbit planet yang berada di ujung galaksi Milky Way (Bima Sakti) dan merupakan planet yang ditemukan di luar galaksi tersebut. Seperti dilansir AFP, pekan ini, planet tersebut memiliki ukuran seperti Yupiter, planet terbesar dalam sistem tata surya, dan baru saja ditemukan di orbit sebuah bintang yang berjarak 2.000 tahun perjalanan cahaya. Planet ini dipercaya sebagai bagian dari arus Helmi, sebuah kelompok gugusan bintang yang tetapi ada saat sejumlah galaksi kecil dibentuk dilahap Milky way sekitar enam…

                    Planet Dari Galaxy Lain Ditemukan Tim Astronom Max Planck Institute

                      Tim astronom Eropa dipimpin peneliti dari Institut Max-Planck untuk Astronomi (MPIA) Jerman, Johny Setiawan, menemukan untuk pertama kalinya planet dari luar galaksi Bimasakti. Planet HIP 13044 b dengan massa 1,25 massa Jupiter ini mengelilingi sebuah bintang raksasa merah bernama HIP 13044. Dalam evolusi bintang, bintang raksasa merah adalah fase akhir hidup sebuah bintang yang massa awalnya seukuran dengan Matahari. Bintang yang berjarak 2.000 tahun cahaya dari Bumi ini terletak di alur Helmi, bagian galaksi Bimasakti yang berasal dari galaksi katai yang semula terletak di dekat Bimasakti. Galaksi katai…

                      Anjing Ternyata Sudah Mendahului Manusia Menjelajah Angkasa

                        PADA 53 tahun yang lalu, Laika menjadi anjing sekaligus mahluk Bumi pertama yang dikirim ke luar angkasa pada 3 November 1957. Anjing ras campuran husky Siberia ini merupakan satu-satunya penumpang dalam pesawat antariksa Uni Soviet, Sputnik 2. Laman stasiun televisi History Channel melaporkan dia bertahan hidup selama beberapa hari dalam Sputnik 2 dengan bantuan sistem dukung hidup artifisial. Tubuh Laika dipasangi kabel-kabel elektroda untuk memberikan informasi mengenai dampak perjalanan antariksa terhadap sistem biologis makhluk hidup. Namun akhirnya Laika mati saat baterai sistem penopang hidupnya habis. Setelah itu, sepuluh…

                        Bom Nuklir Dipersiapkan Untuk Menghancurkan Asteroid Yang Akan Menghantam Bumi 50 Tahun Lagi

                          Saat asteroid besar bersiap menghujam Bumi 50 tahun mendatang, sebuah bom nulir diluncurkan untuk membuat batu luar angkasa itu hancur berkeping. Itu adegan yang sangat menarik film Hollywood, namun bisa jadi nyata. Sejumlah ilmuwan mengatakan bom nuklir memang bisa jadi solusi penyelamatan Bumi dari hujan benda langit yang masuk ke atmosfer. Namun, ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi. Yakni, asteroid harus jadi ancaman yang nyata bagi Bumi dalam jangka waktu yang relatif singkat untuk justifikasi pilihan ekstrim ini. Apalagi, tambah ilmuwan, puing-puing ledakan asteroid yang dibom nuklir bisa…