Lompat ke konten

Astronomi

Mari Mengenal Perbedaan Penanggalan Sistem Kalender Bulan Vs Matahari

    Dari tahun ke tahun, awal bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri selalu maju rata-rata 11 hari dari tahun sebelumnya. Tahun 2021, awal Ramadhan jatuh tanggal 22 Agustus dan Ramadhan tahun ini dimulai 11 Agustus. Tahun depan, 1 Ramadhan diperkirakan bertepatan dengan tanggal 1 Agustus. Sistem penanggalan pada kalender Hijriah didasarkan pada perubahan fase bulan dari bulan penampakan hilal atau bulan sabit tipis ke hilal berikutnya. Satu periode hilal sama dengan satu periode sinodis bulan, lamanya 29,5306 hari. Berbeda dari kalender Masehi yang digunakan di seluruh dunia untuk…

    Cara Sederhana Menetapkan Awal Bulan Hijriah dan Ramadhan Dalam Penanggalan Islam

      Ramadhan sebentar lagi tiba. Namun, kapan sebenarnya bulan puasa tersebut dimulai dan diakhiri selalu menjadi pertanyaan umat Islam. Pengetahuan awal dan akhir bulan itu menjadi penting karena terkait dengan waktu pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan yang telah ditentukan waktunya. Dalam penanggalan Islam atau kalender Hijriah, satu tahun terdiri atas 12 bulan dengan jumlah hari 354 hari atau 355 hari untuk tahun kabisat. Ramadhan adalah bulan kesembilan dengan jumlah hari berubah-ubah antara 29 hari dan 30 hari, sama seperti bulan-bulan Hijriah lainnya. Berbeda dengan sistem penanggalan umum atau kalender Masehi…

      Tsunami Matahari Berbeda Dengan Badai Matahari

        Interpretasi gambar Matahari yang dimuat situs web the Daily Telegraph dan dikutip beberapa media online tidak benar. Berdasarkan gambar yang dikeluarkan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), media tersebut menyebutkan, tsunami atau badai Matahari yang terjadi pada Minggu (1/8) akan mengancam Bumi. ”Tidak ada tsunami atau badai Matahari saat ini,” kata pakar astronomi dan astrofisika dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Jamaluddin. Kejadian sebenarnya adalah ledakan (flare) kecil di Matahari pada 1 Agustus lalu sekitar pukul 16.00 WIB. Apabila itu mengarah ke Bumi tidak signifikan.…

        Lapan Akan Segera Meluncurkan Roket Pengorbit Satelit

          Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) berencana meluncurkan roket pengorbit satelit (RPS) pada 2014. Untuk itu dibutuhkan bandar antariksa yang aman atau bebas dari permukiman, berada pada posisi geografis yang strategis, serta tidak berhubungan langsung dengan wilayah negara lain. Pulau Enggano di Provinsi Bengkulu merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memenuhi persyaratan. Lapan kini menjalin kemitraan dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk membangun fasilitas tersebut. Kedua pihak akan bekerja sama dalam pemanfaatan data penginderaan jauh dan sains antariksa untuk pengembangan Provinsi Bengkulu serta pengembangan sumber daya manusia. Naskah…

          Asteroid Bahaya Terbesar Dari Luar Angkasa Yang Selalu Mengancam Kita

            Bicara soal asteroid, sebuah kabar gembira tiba hari Minggu (13/6/2010). Pesawat penelitian ruang angkasa Jepang, Hayabusa, telah kembali ke Bumi dengan membawa contoh debu dari asteroid Itokawa. Debu tersebut diharapkan bisa membuka teka-teki proses awal pembentukan sistem Matahari pada tata surya kita. Hayabusa yang mendarat di daerah terlarang militer Woomera di bagian selatan Australia itu mengangkasa tahun 2003. Dia mencapai asteroid berbentuk kentang Itokawa pada 2005. Sekretaris Parlemen Australia untuk Inovasi dan Industri Richard Marles berkomentar, “Sebenarnya, untuk membawa sampel itu ke planet ini sudah terlambat. Namun, itu…

            Merahnya Mars dan Birunya Bintang Regulus Disatu Langit

              Langit malam di bulan Juni akan menjadi pemandangan elok bagi astronom maupun warga biasa. Pasalnya, planet merah Mars dan bintang biru Regulus yang berada pada posisi terdekatnya bulan ini akan tampak sebagai bintang ganda yang bersinar terang di arah barat langit. Antara tanggal 2-10 Juni, Mars dan Regulus berjarak 2,5 derajat satu sama lain. Konjungsi (jarak terdekat antara dua benda angkasa) akan terjadi pada 6 Juni, pada saat Mars hanya berjarak 0,8 derajat dari Regulus. Pada malam sesudahnya, jaraknya akan menjadi 0,9 derajat. Mars akan bersinar pada magnitudo…

              Kandungan Air di Bulan Ternyata Lebih Banyak dari Perkiraan

                Kandungan air di Bulan lebih banyak dari perkiraan terdahulu dan dan dipercaya berada di bawah permukaan Bulan, menurut laporan yang diterbitkan Senin seperti dikutip Reuters. Misi ke Bulan terbaru telah menunjukkan beku air pada bayang kawah permukaan Bulan, dan es di bawah debu abu-abu. Namun, beku es tersebut bisa dibawa secara potongan pada asteroid yang berjatuhan di permukaan Bulan. Tetapi penelitian baru yang dipublikasikan oleh Proceedings of the National Academy of Science menunjukkan bahwa kandungan air jauh lebih banyak dari perkiraan tersebut. Hal ini merupakan  penemuan penting untuk…

                Satelit Jepang Bawa Debu Asteroid Berbahaya

                  Sebuah satelit peneliti Jepang telah mendarat di Australia setelah misi perjalanan tujuh tahun pada asteroid, membawa kembali dengan aman sebuah kapsul berisi contoh debu unik, kata pengendali misi Jepang, Senin. Satelit peneliti Hayabusa menyulutkan jejak spektakuler diatas Australia sebelum menghantam ke gurun sekitar tengah malam waktu setempat, mengakhiri perjalanan yang dimulai pada 2003, ke asteroid Itogawa yang mendekati bumi. Seorang juru bicara untuk Badan Eksplorasi Angkasa Jepang (JAXA) mengatakan kepada wartawan Reuters foto pertama yang tersedia mengindikasikan kapsul yang membawa kargo berharga terlihat selamat. Setelah matahari terbit, para…

                  Copernicus Dimakamkan Kembali Oleh Gereja

                    Ilmuwan penggagas teori heliosentris, Nicolaus Copernicus (1473-1543), dikuburkan ulang oleh Gereja Katolik di Polandia, Sabtu (22/5/2010). Penguburan ini dilakukan setelah makamnya ditemukan baru-baru ini. Sejak meninggal 500 tahun lalu, tidak ada yang tahu di mana Copernicus dimakamkan. Pada tahun 2004, para ilmuwan pun bertekad mencarinya. Hanya butuh waktu setahun untuk menemukan jasad Copernicus. Pada 2005, mereka menemukan rangka tengkorak dan tulang manusia di kuburan yang tak bertanda di bawah lantai Gereja Katedral di Frombork, Polandia. Kerangka itu diyakini sebagai jasad Copernicus karena hasil penelitian menunjukkan tulang tersebut berasal…

                    Ajaib … Sir Issac Newton Dapat Melihat Bumi Dari Luar Angkasa

                      Sir Isaac Newton kini ada di ruang angkasa. Astronot pesawat ulang alik Atlantis kelahiran Inggris, Piers Sellers, membawa foto Newton dan potongan kayu pohon apel ke ruang angkasa. Foto ilmuwan abad ke-17 tersebut dipasang di kubah kaca pada Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS). Dari posisi itu Planet Bumi tampak secara utuh. Sir Isaac amat menyukainya, menurut saya. “Sir Isaac amat menyukainya, menurut saya,” ujar Sellers. “Kami memasangnya di jendela sehingga dia bisa mengamati potongan kayu pohon apelnya mengambang di ruang tanpa gravitasi. The Royal Society of London membekali…

                      Planet Mars dan Bintang Biru Bisa Dilihat Dengan Mata Telanjang

                        Langit malam di bulan Juni akan menjadi pemandangan elok bagi astronom maupun warga biasa. Pasalnya, planet merah Mars dan bintang biru Regulus yang berada pada posisi terdekatnya bulan ini akan tampak sebagai bintang ganda yang bersinar terang di arah barat langit. Antara tanggal 2-10 Juni, Mars dan Regulus berjarak 2,5 derajat satu sama lain. Konjungsi (jarak terdekat antara dua benda angkasa) akan terjadi pada 6 Juni, pada saat Mars hanya berjarak 0,8 derajat dari Regulus. Pada malam sesudahnya, jaraknya akan menjadi 0,9 derajat. Mars akan bersinar pada magnitudo…

                        Meteor Yang Jatuh Di Bima Memiliki Banyak Keanehan

                          Batuan meteorit yang jatuh di Pegunungan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Senin (3/5) malam, dinilai memiliki kejanggalan karena diindikasikan suhunya terlampau tinggi. ”Belum ada di dalam literatur, meteor relatif kecil yang jatuh ke permukaan Bumi mampu melelehkan silika yang temperatur titik leburnya sampai 1.600 derajat celsius,” kata Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, Jumat, dalam konferensi pers di Kementerian Riset dan Teknologi, Jakarta. Djamaluddin mengatakan hal itu setelah meneliti sampel batuan dari lokasi jatuhnya meteor di Bima.…