Lompat ke konten

Biologi Ilmu Alam

Ditemukan Udang Yang Mampu Hidup Di Es Dengan Kedalaman 180 Meter

    Penemuan ini menantang anggapan umum tentang kemampuan bertahan dari organisme kompleks, yakni organisme yang lebih dari sekadar bakteri atau berbentuk sel tunggal saja. Kalau ada udang bisa bermain-main di bawah lapisan es 180 meter, bagaimana di bulan Jupiter, Europa, yang tertutup es? Para ilmuwan menemukan fauna dari keluarga udang-udangan dan juga ubur-ubur yang bertahan hidup di bawah lapisan tebal es di Antartika, yang mana tadinya disangka tak mungkin ada binatang yang bisa bertahan di tempat seperti itu. Di bawah lapisan es setebal 600 kaki, atau kira-kira 180 meter,…

    Program Bayi Tabung Kini Hadir Di Rumah Sakit Universitas Hasanhudin

      Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (Unhas) yang akan diresmikan Menteri Pendidikan Nasional M Nuh, Senin (15/2) hari ini memiliki keunggulan di banding beberapa rumah sakit pendidikan lainnya. Di antaranya adalah pelayanan Fertility Endocrine Reproductive Centre atau bayi tabung. Hasanuddin University Hospital (HUH) ini, menurut Rektor Unhas Prof Idrus A Paturusi di Makassar, merupakan program pendidikan nasional dalam upaya meningkatkan kemampuan teknologi kedokteran dalam menyelesaikan berbagai kasus kesehatan yang sulit melalui pengembangan penelitian dan pelayanan medik. “Rumah sakit ini akan bersinergi dengan RSUP dr Wahidin Sudirohusodo (RSWS) dalam menyajikan pelayanan…

      Kadal Raksasa Filipina Yang Memiliki Dua Penis Ternyata Spesies Baru

        Reptil yang masuk dalam keluarga besar kadal dengan panjang badan sekitar 2 meter ditemukan di Filipina. BBC News, Rabu (7/4/2010), menyebutkan, reptil raksasa dengan kulit berwarna kuning, biru, dan hijau terang itu ditemukan di kawasan hutan pegunungan Sierra Madre, Filipina. Dari hasil pengamatan, reptil raksasa yang kemudian diberi nama Varanus bitatawa itu hanya memakan buah-buahan.”Binatang ini luar biasa. Sayangnya, sekarang ia lepas dari pantauan kami,” kata Rafe Brown, salah seorang ilmuwan yang mendeskripsikan reptil raksasa spesies baru itu di jurnal Biology Letters. Penemuan reptil raksasa ini sama pentingnya…

        Klinik Kesuburan Bayar Mahal untuk Sel Telur Manusia Unggulan

          Klinik kesuburan bersedia membayar mahal untuk sel telur dari donor lulusan universitas terkenal, apalagi kalau berpenampilan menarik dan dari suku etnis tertentu. Penelitian menunjukkan bahwa harga yang dipatok sering kali jauh lebih tinggi dari batasan yang telah ditetapkan. Dilansir bahwa pasutri yang memiliki kesulitan berketurunan ada yang bersedia membayar 50.000 dolar AS atau sekitar Rp 450 juta untuk sel telur yang diharapkan bisa memberikan keturunan yang pintar dan berpenampilan menarik. Sejarahnya, bayi tabung pertama dilahirkan pada 1983. Metode ini dilakukan dengan memasukkan sel telur dari donor yang telah…

          600 Tahun Yang Silam Para Ulama Mendaur Ulang Jelaga Untuk Tinta Menulis

            Sebanyak 250 ulama dari 14 negara menghadiri Konferensi Internasional I Aksi Umat Islam untuk Perubahan Iklim di Kota Bogor, Jumat (9/4/2010) hingga Sabtu (10/4/2010). Mereka memantapkan akar-akar teologis soal kepedulian Islam terhadap lingkungan hidup. Mahmoud Akef, pendiri Earth Mate Dialog Center yang berbasis di London, Inggris, mengatakan, masalah lingkungan hidup banyak dibahas dalam Al Quran. Begitu juga dalam keseharian Nabi Muhammad, beliau banyak berbicara tentang perlunya menjaga lingkungan. Ia mencontohkan tindakan para ulama 600 tahun silam di Masjid Solaimania di Istambul, Turki. Pada saat itu, prinsip mendaur ulang…

            Gurita Asal Indonesia Mampu Membuat Rumah Dari Batok Kelapa

              Para ilmuwan Australia telah menemukan gurita di Indonesia yang mengumpulkan batok kelapa untuk dijadikan rumah. Ini bisa jadi merupakan penemuan perilaku tingkat lanjut yang pertama bagi binatang invertebrata (tanpa tulang belakang) yang mampu memakai alat. Para ilmuwan memfilmkan gurita Amphioctopus marginatus itu yang tengah memilah kumpulan batok-batok kelapa di dasar lautan, mengosongkan isinya, dibawa di bawah tubuhnya sejauh 20 meter, dan kemudian mengatur dua batok sehingga membentuk bola tempat bersembunyi. Julian Finn dan Mark Normann, dari Musium Victoria di Melbourne, selama beberapa kali mengunjungi Sulawesi Utara dan Bali…

              Ditemukan Ikan Yang Bisa Membuat Kepompong Seperti Kupu Kupu

                Tahukah anda, ada ikan yang bisa membuat kepompong? Menurut seorang hobiis monster fish, Kamil, ikan Lung Fish mampu membuat kepompong saat terpaksa hidup tanpa air. “Yang paling unik, ini (Lung Fish). Jadi dia bisa hidup beberapa hari di darat dengan bikin kepompong dari lumpur,” ujar Kamil di Indonesian Pets Plants Aquatic Expo 2021, di WTC Mangga Dua Jakarta, Sabtu (12/12/2009). Seperti namanya, Lung Fish yang berarti ikan paru-paru memiliki organ sejenis paru-paru yang memungkinkannya hidup di darat tanpa air. Agar tetap lembab, ikan ini membuat kepompong dari lumpur.…

                Monster Fish Adalah Ikan Bergaya Preman

                  Apa yang terbayang di benak Anda saat mendengar kata monster fish? Menyeramkan kah? Ya, monster fish memang menyeramkan bagi ikan-ikan kecil yang menjadi makanan ikan-ikan monster ini. Sebagian besar ikan yang tergolong monster fish adalah ikan air tawar predator atau pemburu ikan lainnya. Selain itu, ukuran tubuh monster fish tergolong besar seperti ikan Arapaima gigas yang bisa mencapai 11 meter. Istimewanya, ikan golongan monster fish ini termasuk langka di pasaran. Begitulah yang disampaikan Hanung, seorang penggemar ikan golongan monster fish di pameran ikan hias, reptil, dan tanaman Indonesian…

                  Ditemukan Planet Biru Seperti Bumi Yang Sangat Berlimpah Air

                    Penemuan “dunia tirta” baru (planet serupa Bumi yang berlimpah air) yang mengorbiti satu bintang dalam jarak 40 tahun cahaya menjadi planet pertama yang diketahui mirip Bumi dan membuat manusia menjadi cukup dekat untuk bisa mengendus atmosfernya, kata para astronom seperti dikutip jurnal Nature. Dinamai GJ 1214b, ukuran planet ini hanya sekitar 2,7 kali ukuran Planet Bumi dengan massa kira-kira 6,5 kali lebih berat dari Bumi. Berdasarkan berat jenisnya, para ilmuwan mengira GJ 1214b mengandung 3/4 air likuid dengan inti padat dari besi dan nikel serta atmosfer hidrogen dan…

                    Jaring Laba Laba Tertua Berumur 136 Juta Tahun Ditemukan

                      Jaring halus laba-laba yang dibuat sekitar 140 juta tahun lalu ditemukan terawetkan dalam batu ambar. Jaring yang ditemukan di Sussex, Inggris, itu terawetkan saat getah damar menggenanginya sebelum mengeras dan membatu. Dalam batu yang sama ditemukan juga sisa tanaman, kotoran serangga, dan mikroba purba. “Ini adalah jaring laba-laba paling tua yang pernah ditemukan menurut catatan fosil kami,” ujar peneliti Martin Brasier dari Universitas Oxford, Sabtu (31/10). Brasier dan rekan-rekannya memanfaatkan teknik komputerisasi yang disebut confocal microscopy untuk merekonstruksi kembali dan meneliti jaring tersebut beserta simpulnya. Beberapa hal, termasuk…

                      Legenda Pengisab Darah Chupacabra Dari Mexico Terbukti Nyata

                        Suatu kali sebuah jaringan televisi mengangkat laporan tentang pelintas batas gelap Meksiko-Amerika Serikat. Betapa para imigran gelap diancam bukan saja oleh polisi AS, melainkan juga oleh makhluk ”mitos” chupacabra. Mereka yang diturunkan di Gurun Sonora, di perbatasan Meksiko-Amerika Serikat—yang luasnya sekitar 300.000 kilometer persegi serta dikenal tandus dan sangat panas itu—akhirnya meninggal dengan dua lubang di leher mereka. Sang anak tetap hidup karena bersembunyi di sebuah lubang pohon. Korban diduga dibunuh hewan chupacabra. Hewan itu telah melegenda di sejumlah negara. Dari Puerto Riko di Amerika Selatan hingga Texas,…

                        Buaya Purba dengan Taring Babi Hutan, Gigi Tikus dan Moncong Lebar

                          Sejenis buaya sepanjang 6 meter yang memiliki tiga pasang taring seperti taring babi hutan, pernah menjelajahi wilayah Afrika bagian utara jutaan tahun lalu. Pada masa yang sama, di tempat yang tak jauh, jenis buaya lain dengan moncong lebar dan datar hidup dengan berburu ikan. Masih di wilayah tersebut, jenis buaya lain sepanjang satu meter dengan gigi pengerat mencari ulat dan mengunyah tanaman. Tiga spesies yang baru ditemukan fosilnya itu diperkenalkan oleh peneliti Paul Sereno dari Universitas Chicago dan Hans Larsson dari Universitas McGill di Montreal, Kamis (19/11). Mereka…