Lompat ke konten

Biologi Ilmu Alam

Enam Ratus Spesies Terumbu Karang Indonesia Terancam Punah

    Sedikitnya 600 atau 75 persen dari sekitar 800 spesies terumbu karang dunia berada di perairan Indonesia. Namun, lebih dari separuh spesies di Indonesia terancam punah akibat kerusakan terumbu karang yang mencapai 65 persen di kawasan seluas 51.000 meter persegi di seluruh Nusantara. Di Bali, lokasi yang mengalami kerusakan berdasarkan penelitian The Nature Conservancy adalah Pantai Sanur (Denpasar). Adapun terumbu karang di lokasi lain, seperti Pantai Amed (Karangasem), Nusa Penida (Klungkung), Tejakula (Buleleng), dan Serangan (Denpasar), berangsur membaik. Senior Advisor Marine Science Indonesia Marine Program Office Conservation International, Mark…

    Digelar 100 Penemuan Bangsa Indonesia untuk Peringati Hari Kebangkitan Teknologi

      Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan menggelar LIPI Expo 2020, di Jakarta, (4-6 Agustus), yang akan memamerkan 100 hasil penemuan (invensi) LIPI untuk memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) sekaligus 100 tahun Kebangkitan Nasional. “Alhamdulillah Wakil Presiden berkenan membukanya,” kata Kepala LIPI Prof Dr Umar Anggara Jenie seusai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wapres, di Jakarta, Selasa. Dalam acara tersebut, selain memamerkan 100 invensi LIPI, juga digelar seminar hasil penelitian kompetitif LIPI dengan pidato kunci lima manteri, dua Gubernur, Ketua Kamar Dagang dan Industri serta Dirut…

      Lima Peraih Nobel Kumpul Di Bali

        Lima peraih nobel bidang fisika dan kimia dari Jepang, Taiwan dan AS akan menghadiri Asia Science Camp (ASC) 2020 yang diikuti 350 siswa Indonesia dan 150 siswa peserta Asia di Bali pada 3-9 Agustus 2020. “Siswa dan siswi peserta diseleksi ketat oleh International Board of Asian Science Camp (IIBASC), yaitu organisasi nirlaba yang terdiri dari institusi-institusi pendidikan non pemerintah,” kata Prof Yohanes Surya dari `Surya Istitute` selaku tuan rumah ASC 2020 di Jakarta, Senin. Sebagian siswa siswi peserta ada yang secara otomatis diundang sebagai peserta, yaitu para peraih…

        Semua Pemuka Agama Indonesia Melarang Penggunaan Stem Cell Yang Haram Hukumnya Menurut Agama

          Pemuka penganut agama-agama yang ada di Indonesia berpendapat, penerapan terapi sel punca (stem cell) embrionik untuk pengobatan penyakit tidak diperbolehkan oleh agama. Pendapat pemuka agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu dan Buddha tentang penggunaan sel punca yang diambil dari embrio manusia untuk terapi pengobatan itu disampaikan dalam diskusi panel mengenai perkembangan terapi sel punca yang diselenggarakan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) di Jakarta, Sabtu. Dr.H.A.F. Wibisono, MA dari Muhammadiyah mengatakan, penggunaan sel punca embrionik untuk keperluan apa pun tidak diperbolehkan kecuali saat terapi itu menjadi satu-satunya solusi…

          Ilmuwan Jepang Menemukan Cara Membuat DNA Buatan

            Para pakar kimia Jepang mengklaim telah berhasil menyusun DNA buatan dari molekul-molekul organik. Terobosan ini menjanjikan harapan baru untuk mengembangkan sejumlah teknologi tinggi. Misalnya, untuk mengembangkan terapi gen yang lebih akurat dan sesuai sasaran. DNA buatan juga menjadi kunci pengembangan komputer masa depan yang berbasis nanoteknologi. DNA yang dikenal sebagai rangkaian molekul dalam bentuk spiral ganda (double helix) merupakan cetak biru kehidupan. Perannya sangat penting karena mengendalikan semua fungsi dalam tubuh makhluk hidup. Secara alami, DNA tersusun dari empat jenis basa. DNA buatan yang dibuat para peneliti di…

            Kalimantan Memiliki Spesies Langka Katak Tanpa Paru-Paru

              Katak langka tanpa paru-paru yang hidup di hutan Kalimantan berhasil didokumentasikan di Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya, Kalimantan Barat. Spesies bernama Barbourula kalimantanensis yang memiliki habitat asli di Indonesia, Brasil, Filipina ini pernah dinyatakan punah pada 1978. Namun, beberapa waktu yang lalu katak tersebut kembali ditemukan di Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya, tepatnya di Sungai Ela, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Demikian disampaikan Kepala Balai TN Bukit Baka-Bukit Raya Erwin Effendy, di Pontianak, Selasa (8/7). “Pada Maret 2020 , tim kami yang membuat film dokumenter tentang TN Bukit Baka-Bukit…

              Seks Brutal Membuat Banyak Bunglon Mati Muda

                Satu spesies bunglon khas Madagaskar punya kehidupan yang aneh. Usianya sangat singkat, bahkan dua per tiga hidupnya dihabiskan di dalam cangkang telur. Begitu menetas, bunglon-bunglon muda langsung mencari pasangan dan melakukan hubungan seks yang brutal. Mereka mati massal sebelum sempat melihat keturunannya lahir ke dunia. “Saya sangat terkejut ketika hanya menemukan hewan dewasa pada spesies ini,” ujar Kris Karsten dari Oklahoma State University, AS, saat pertama kali mengamati spesies Furcifer labordi. Apalagi, beberapa minggu kemudian semua bunglon yang dipelajarinya tiba-tiba tewas secara massal. Penasaran dengan hal tersebut, Karsten…

                Semut Mampu Membuat Keputusan Strategis

                  Selama ini semut diketahui sebagai makhluk sosial dan pintar. Jadi tak heran kalau semut menjadi pengambil keputusan yang andal. Koloni semut terbukti dapat mengambil keputusan dengan cepat saat berburu mangsa, tidak hanya menentukan jalur lalu lintas dari sumber makanan ke sarang. Ini tebukti saat iring-iringan awmut berhasil beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya saat iring-iringannya dihambat. Untuk menguji kemampuan semut menghadapi masalah, Audrey Dussutour dan timnya dari Universitas Sydney, Australia, meletakkan lembaran plastik yang sangat dekat dengan permukaan jalur rombongan semut pemotong daun yang sedang mengangkut mangsa. Meski ruang di…

                  Sumber Protein Masa Depan Adalah Serangga

                    Di tengah ancaman krisis pangan, semua pihak harus mencari pangan alternatif. Selain sumber karbohidrat, sumber protein juga harus dicari. Serangga adalah salah satu pangan alternatif yang kaya protein. ”Setiap kali membicarakan serangga, selalu terbayang menjijikkan. Hal ini harus diubah karena serangga juga sumber protein,” kata Kepala Lembaga Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat (LP3M) Unika Santo Thomas Posman Sibuea, Selasa (24/6) di medan. Posman menceritakan, di beberapa daerah di Sumatera Utara, sejumlah warga pada masa lalu mengonsumsi serangga, seperti belalang, capung, dan sejenis jangkrik. Pangan jenis ini tersingkir karena mendapat…

                    Biofarming Dapat Menjadi Andalan Indonesia Masa Depan Setelah BJ Habibie Gagal Total Dengan Proyek Pesawat Terbangnya

                      Indonesia berpeluang mengembangkan penelitian bioteknologi untuk bertani gen (biofarming)  yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Hal tersebut menjadi salah satu topik yang diangkat dalam  “Biotechnology; The Next Great Enterpreneurial Wave” di Universitas Paramadina, Senin (16/6). Wahyu Pubowasito Ph. D, peneliti dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Indonesia mengatakan penelitian bioteknologi di Indonesia belum ketinggalan jauh dengan negara-negara lain. Saat ini, BPPT sedang mengembangkan sistem yang dapat meningkatkan kualitas pangan Indonesia. Salah satu pengembangan itu adalah makanan transgenik. Ada enam keuntungan yang bisa didapat oleh industri agrikultur bila…

                      Biji Palem Dari Zaman Nabi Isa as Yang Berumur 2000 Tahun Dapat Tumbuh Kembali

                        Sekilas, palem setinggi 1,2 meter yang berusia tiga tahun ini tak begitu istimewa. Namun, tumbuhan yang disebut Methuselah tersebut sangat bernilai karena tumbuh dari sebuah biji berusia 2000 tahun. Tumbuhan tersebut mungkin memecahkan rekor sebagai tumbuhan yang berasal dari biji tertua di dunia. Sebab, tumbuhan dan biji tertua selama ini dipegang sebuah tumbuhan teratai yang berasal dari biji berusia 1300 tahun. Tunasnya pertama kali muncul tahun 2005 dari biji yang ditemukan di Israel tepatnya situs Masada yang dikenal sebagai lokasi pelarian orang-orang Yahudi yang memilih bunuh diri daripada…

                        Discovery Channel Luncurkan Proyek Ambisius Untuk Menelurusi Keturunan Raja Firaun Dengan Tes DNA

                          Para arkeolog Mesir melakukan tes DNA pada mumi berusia 3.500 tahun. Tujuan tes DNA ini untuk membuktikan apakah mumi tersebut adalah jasad Raja Thutmose I, salah satu raja tersohor pada zaman Mesir Kuno. Zahi Hawass, Kepala Dewan Purbakala Mesir, mengatakan, tes DNA dan pemindaian sinar X dilakukan kepada mumi yang belum lama ditemukan di Thebes, bagian barat Sungai Nil, yang kini dikenal sebagai Lembah Luxor. Ia mengatakan, mumi lain yang telah bertahun-tahun dipamerkan di Museum Mesir sebagai Raja Thutmose I mungkin salah. Thutmose I adalah raja ketiga Mesir…