Lompat ke konten

Biologi Ilmu Alam

Malaysia Memakai Nyamuk Mutan Untuk Membasmi Demam Berdarah

    Peribahasa “Lain ladang lain ilalang, lain lubuk lain ikannya” amat tepat di sini. Jika Indonesia masih memakai sistem kuno untuk mengatasi demam berdarah dengue dengan pengasapan, bubuk abate, ataupun pemberantasan nyamuk demam berdarah dengan teknik mulut yaitu program 3M (menguras bak air, menutup tempat air, dan mengubur barang-barang bekas), Malaysia sudah lebih maju, cerdas dan kreatif dalam memilih memberantas penyakit itu dengan senjata baru: pasukan nyamuk mutan. Nyamuk yang dipakai tentu bukan nyamuk sembarangan. Semuanya telah diseleksi sebelum disebar untuk memerangi epidemi demam berdarah yang rutin menyerang negara…

    Teknologi Pengawetan Mayat Berkembang Dengan Sistem Injeksi Plastik

      Aula California Science Center mendadak berganti rupa bak galeri seni yang dipenuhi patung manusia bergaya seperti atlet. Ada yang berpose sedang memanah, pelari halang rintang, pebasket, bahkan perempuan sedang berlutut. Memang tampak aneh karena semuanya tak ada yang memiliki kulit, tapi jangan salah, semua figur itu adalah manusia asli. Pakar anatomi Jerman, Gunther von Hagens, sengaja memamerkan jasad manusia yang telah diawetkan lewat proses plastination yang telah dipatenkannya tersebut. Dalam pameran “Body Worlds 3 & The Story of the Heart” di California Science Center di Los Angeles, Amerika…

      Cumi Cumi Dengan Mata Super Besar

        Sebuah bola mata yang lebih besar daripada piring porselen makan malam. Tim ilmuwan kelautan internasional di Selandia Baru menemukannya pada cumi-cumi laut dalam yang sudah langka, Mesonychoteuthis hamiltoni atau yang juga dikenal dengan cumi kolosal. Diameter mata cumi itu terukur sekitar 11 inci, dengan lensanya yang setara dengan buah jeruk. “Ini adalah bola mata terbesar dalam sejarah dan yang pernah dipelajari dalam dunia hewan,” kata Eric Warrant, profesor indra penglihatan khusus hewan invertebrata dari University of Lund, Swedia. Warrant adalah anggota tim yang meneliti jasad si cumi di…

        TBC Membunuh Lebih Banyak Daripada Flu Burung

          Risiko kematian penderita Tuberculosis (TBC) jauh lebih besar dari kematian yang diakibatkan penyebaran virus Flu Burung atau Avian Influenza (AI). Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) (Depkes), Tjandra Yoga, di Solo, Sabtu, mengatakan, jika dilihat dari angka kematian yang terjadi, setiap tahun terjadi 88.000 kematian akibat TBC di Indonesia. “Jika jumlah tersebut dibagi 365 hari dalam setahun, rata-rata terjadi 200 kematian akibat TBC dalam sehari,” katanya. Ia membandingkan dengan penyebaran flu burung di negara ini yang telah menyebabkan 133 orang terjangkiti, di mana 108 penderita di antaranya meninggal…

          Stephen Hawking Percaya Ada Alien Namun Alien Yang Bodoh

            Pakar astrofisika terkemuka Stephen Hawking yakin alien mungkin ada dalam bentuk primitif di tepian galaksi yang kita huni. Menurutnya, alam semesta begitu luas sehingga terdengar mustahil hanya Bumi yang dihuni makhluk hidup. “Kalaupun ada kehidupan primitif di ruang galaksi kita, di sana mungkin tidak ada makhluk yang cerdas,” ujar Hawking yang saat itu tengah membawakan kuliah umum untuk memperingati ulang tahun NASA ke-50 di Universitas George Washington, AS, Senin (21/4). Dalam kesempatan tersebut, ia mengemukakan tiga pendapat mengenai kehidupan di luar Bumi. Kemungkinan pertama, kehidupan primitif di suatu…

            Tepung Dari Kulit Pisang, Makanan Yang Murah dan Sangat Kaya Akan Gizi

              Kulit pisang kerap dibuang begitu saja di sembarang tempat. Jika dibuang sembarangan, maka kulit pisang bisa membuat orang tergelincir. Namun, tiga mahasiswa biologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya setelah melakukan serangkaian penelitian menemukan hasil bahwa kulit pisang tidak bisa dianggap remeh. “Kulit pisang yang sering dianggap barang tak berharga itu, ternyata memiliki kandungan vitamin C, B, kalsium, protein, dan juga lemak yang cukup,” kata Sulfahri, salah seorang dari tiga peneliti itu. Melihat kandungan zat bermanfaat yang cukup tinggi itu, maka ia bersama dua rekan pun mencoba membuat…

              Tanaman Bunga Bisa Hidup Dibulan Tanpa Bantuan

                Seandainya manusia berhasil menghuni permukaan Bulan kelak, hiburan pertama yang bisa dilakukan mungkin membuat taman. Para ilmuwan dari badan antariksa Eropa (ESA) telah memastikan tanaman berbunga marygold sanggup tumbuh di tanah yang keras seperti di Bulan tanpa bantuan pupuk kimia. Tim peneliti yang dipimpin Natasha Kozyrovska dan Iryna Zaets dari Akademi Sains Nasional di Kiev, menanam beberapa batang tanaman berbunga marigold pada bongkahan anorthosite, jenis tanah di Bumi yang mirip struktur tanah Bulan. Dalam tanah yang tersusun rapi, pertumbuhannya ternyata buruk. Namun, dengan menambahkan beberapa jenis bakteri membuatnya…

                Ikan Dari Ambon Bermata Manusia

                  Seekor ikan yang ditemukan di perairan Ambon sangat aneh karena memiliki mata seperti manusia. Tidak seperti ikan lainnya, kedua matanya menghadap ke depan di permukan mukanya yang rata. Sirip punggung, sirip ekor, dan sirip bawah dilapisi kulit yang lembut dan tipis yang bergaris-garis coklat muda dan putih. Hewan seukuran genggaman tangan manusia ini sangat luwes menyelinap di antara celah karang sehingga jarang ditemui. Secara umum ikan tersebut dikelompokkan sebagai ikan penjerat (anglerfish) atau ikan katak (frogfish) yang suka berdiam di satu tempat dan memancing mangsanya datang. Namun, sosoknya…

                  Gurita Asal Indonesia Paling Banyak Menghabiskan Waktu Buat Pacaran

                    Para peneliti dari Universitas Berkeley, California, AS terkejut menemukan kawanan gurita yang sangat atraktif. Karakternya sangat berbeda dengan gurita-gurita di akuarium yang umumnya sangat pemalu. Sifat yang tidak biasa ditunjukkan gurita-gurita liar dari spesies Abdopus aculeatus. Gurita yang ukuran tubuhnya sebesar buah jeruk dan tentakel sepanjang 20-25 centimeter ini ditemukan di sekitar pantai-pantai di wilayah Indonesia. Gurita-gurita liar tersebut jelas sangat bersemangat berkompetisi untuk berebut pasangan terbaik, sangat melindungi pasangannya, dan hanya kawin sekali seumur hidup. Para pejantannya sangat pemilih untuk mendapat pasangan dan tak segan menyerang rivalnya…

                    Efek Kemoterapi Dapat Berkurang dengan Puasa

                      Melakukan puasa beberapa hari dapat melindungi pasien dari sejumlah efek samping kemoterapi kanker yang berbahaya dan tak menyenangkan, demikian dikatakan oleh sejumlah ahli, Sabtu. Para peneliti mengatakan mereka telah memeberikan kepada hewan percobaan tikus dosis tinggi kemoterapi setelah sebagian dibiarkan berpuasa dan sebagian lagi diberi makan. Kelompok tikus yang berpuasa dapat bertahan hidup sementara yang diberi makan didapatkan mati, demikian mereka melaporkan hasil penelitiannya ke National Academy of Sciences. Para peneliti menekankan bahwa jangan melakukan hal itu dulu karena harus dilakukan penelitian lebih lanjut. Namun dikatakan hasil temuan…

                      Nyamuk Demam Berdarah dan chikungunya Memiliki Kemampuan Beradaptasi Yang Hebat dan Telah Kawin Silang

                        Sudah sejak lama Saartje Rondonuwu-Lumanauw melakukan pengamatan. Ia bahkan sudah membuktikan lewat penelitian. Nyamuk Aedes albopictus ternyata sudah tidak lagi senang “menyendiri” di pinggir-pinggir hutan. Pada 1993, Saartje menemukan kerabat dekat Aedes aegypti itu ada di pekarangan-pekarangan rumah. “Pada 2003-2005, penelitian kami ulangi lagi, mereka sudah ada di dalam rumah,” kata profesor dari Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, itu. Aedes albopictus selama ini dikenal senang tinggal di habitat bersemak atau kebun. Itu sebabnya, meski sama-sama bisa menyebar virus dengue dan chikungunya, albopictus kurang populer ketimbang…

                        Teknik Mengenali Homoseksual Dalam Waktu Kurang Dari 1 Detik Dengan Ketepatan 70 Persen

                          Hanya dalam hitungan detik, hampir setiap orang dapat mengenali apakah seseorang di depannya homoseksual atau bukan hanya dari wajahnya. Temuan ini memperkuat pendapat bahwa pikiran bawah sadar manusia berperan penting dalam memandu perilakunya. Manusia dikenal sebagai makhluk paling pintar dan cepat menilai sesamanya. Hal tersebut telah disimpulkan sebagai hasil penelitian yang dilakukan duo psikolog, Nalini Ambady dan Rovert Rosenthal, tahun 1994. Saat itu, mereka menghadapkan orang-orang pada video seorang profesor yang sedang mengajar berdurasi dua detik saja kemudian diminta memberikan opini mengenai kemampuan mengajarnya. Hasil penilaian tersebut ternyata…