Lompat ke konten

Biologi Ilmu Alam

Danau Gippsland Di Australia Mengeluarkan Cahaya Biru Bila Dipukul

    Teknisi dan juru foto khusus langit, Phil Hart, 34 tahun, menjepret serangkaian foto unik cahaya biru yang muncul dari mikroorganisme bernama Noctiluca scintillan di Danau Gippsland, Australia. Reaksi kimia di dalam mikroorganisme tersebut memicu cahaya ketika mikroorganisme itu diganggu dengan sebuah pergerakan. “Berada di sana menyaksikan biopendar adalah sesuatu yang menakjubkan. Kejadian seperti itu sangat jarang terjadi,” ujar Hart. Menurut pria asal Hawthorn tersebut, foto-foto yang mirip ‘api dan banjir’ itu diambil pada musim panas 2020-2021 di Danau Gippsland, Victoria, Australia. Hart mengatakan proses terciptanya kondisi seperti dalam…

    1 Gram E. coli Mampu Tampung 900TB Data Lebih Efisien Dari Harddisk

      Para peneliti asal Hong Kong telah menemukan cara untuk menyimpan data di dalam DNA bakteri. Ternyata, bakteri yang digunakan sebagai sampel, bakteri E. coli mampu menyimpan hingga 900 ribu gigabyte atau 900 terabyte data. Dalam uji coba awal, seperti dikutip dari i09, 15 Desember 2022, peneliti meng-encode sebuah pesan singkat ke dalam sebuah vektor bersama dengan dua pengulangan yang dibalik. Kemudian, peneliti mendesain sebuah primer yang menarget pesan yang sudah di-encode baik dalam orientasi normal ataupun dalam orientasi tambahan yakni yang sudah dibalik. Kedua set primer tersebut bisa…

      Amerika Setujui Riset Untuk Menciptakan Mahluk Hidup Dari Genom Sintetik

        Pada panel di Gedung Putih, Washington DC, AS, Kamis (16/12), mengatakan bahwa penelitian kontroversial tentang manipulasi DNA organisme untuk mendorong kehidupan baru bisa mendapat izin. Komisi ilmuwan bentukan Presiden AS Barack Obama ini mencari peluang guna menciptakan organisme baru yang bisa memicu inovasi yang bermanfaat di bidang energi bersih, pengendalian polusi, dan pengobatan. Komisi pimpinan presiden ini, The Presidential Commission for the Study of Bioethical Issues, menyatakan, ”Perkembangan pada masa mendatang mungkin memicu penolakan, tetapi komisi saat ini tidak menemukan alasan perlunya peraturan federal untuk moratorium di bidang…

        Manusia Yang Bukan Kidal Ternyata Memiliki Banyak Kesamaan Dengan Kecoa

          KITA sering ketakutan saat mendapati kecoak ada di rumah kita. Padahal ternyata kita punya kesamaan dengan kecoak. Apakah itu? Akan tetapi, dari penelitian terbaru terungkap bahwa sebagian besar manusia ternyata memiliki perilaku mendasar yang sama dengan makhluk menjijikkan itu. Persamaan itu bahwa manusia dan kecoa lebih banyak menggunakan tangan kanan. Sebagaimana dikutip ScienceMag, 12 Desember 2022, peneliti melakukan penelitian tentang kecoa. Peneliti melepaskan kecoak pada tabung berbentuk Y. Tabung itu sebelumnya sudah diberi aroma vanilla atau ethanol untuk menarik serangga itu melewati percabangan. Peneliti kemudian mencatat arah mana…

          Satu Sendok Gula Dapat Meredakan Aramah Yang Menyala Nyala

            Jika Anda merasa bahwa emosi sudah hampir “meledak”, mungkin ada baiknya menenangkan diri dengan sebatang coklat. Kadar gula yang tinggi ternyata dapat membantu pengendalian agresi dan menjaga temperamen tetap terkendali, ungkap suatu penelitian. Studi itu membandingkan perilaku relawan yang kurang gula dengan orang-orang yang telah diberi minuman manis. Hasil dari studi itu ternyata mereka yang mengonsumsi gula cenderung lebih sulit untuk “meledak”. Para peneliti yakin bahwa efek tersebut diakibatkan oleh glukosa, gula sederhana yang ditemukan dalam aliran darah yang menyediakan energi untuk otak. Salah satu penulis studi tersebut,…

            Pohon Asem Buto Asal Afrika Berumur 700 Tahun Setinggi 47 meter Diameter 16 Meter Berhasil Dipindahkan Ke Universitas Indonesia

              Menurut situs Wikipedia, pohon african baobab atau asem buto termasuk dalam genus Adansonia, yang diambil dari nama penemunya seorang peneliti asal Perancis, Michel Adanson. Terdapat delapan spesies pohon yang termasuk genus Adansonia, enam di antaranya merupakan tumbuhan asli Madagaskar, satu di Afrika, dan satu di Australia. Pohon ini memiliki banyak nama. Selain baobab, pohon ini juga dikenal dengan nama boab, boaboa, pohon botol karena bentuknya yang mirip botol, pohon terbalik, atau pohon monkey bread. Pohon ini mampu mencapai ketinggian 5-30 meter, dengan diameter batang mencapai 7-11 meter. Tapi,…

              Durian Asli Indonesia Terancam Punah Karena Kalah Bersaing Dengan Durian Montong

                Beberapa jenis pohon durian (Dariozibetinus) untuk yang bisa dimakan buahnya yang asli Indonesia, kini mulai terancam punah dan ini kalau tidak ada perhatian bukannya tidak mungkin akan hilang. Untuk sementara jenis durian yang sudah terancam punah diantaranya “Durian Sukun” yang merupakan induknya “Durian Montong” yang selama ini sangat dikenal kelesatannya oleh para penggemar buah tersebut, kata Dr.Ir Endang Yuniastuti Msi peneliti tanaman tersebut asal Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) di Solo, Senin. Untuk Durian Sukun ini aslinya dari Matasih, Kabupaten Karanganyar,…

                Lima Orang Di Dunia Yang Mampu Hidup Kembali Setelah Dihukum Mati

                  SIAPA tidak risau jika dihukum mati? Dengan hukuman mati itu, maka umur orang tersebutberada di tangan para eksekutor. Namun, ada beberapa orang yang menerima vonis hukuman mati, ternyata tidak jadi mati karena berhasil survive dari proses pencabutan nyawa yang dilegalkan oleh hukum tersebut. Mereka adalah Anne Green, John henry George Lee, William Duell, Yoseph Samuel dan Menseslao Moguel. Bagaimaan peristiwa itu terjadi, sebagaimana dilansir BBC : 1. Anne Green Anne (22), dieksekusi mati dengan cara digantung. Pada masa itu, hukuman gantung dilaksanakan dengan cara si napi disuruh naik…

                  Penemunan Ajaib Siswa SMP dan SMA Dalam NYIA 2022 Pantas Untuk Di Paten Kan

                    Temuan para siswa SMP dan SMA/SMK finalis Penghargaan Penemu Muda Nasional Ke-3 Tahun 2022 layak untuk dipatenkan. Meski masih memerlukan penyempurnaan agar dapat digunakan lebih baik, temuan tersebut bisa menjadi incaran industri. Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Juri Penghargaan Penemu Muda Nasional (National Young Inventor Awards/NYIA) 2022 yang juga peneliti Pusat Inovasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Subiyatno, di Jakarta, Kamis (21/10). Temuan mereka umumnya masih bersifat penyelesaian teoretis sehingga untuk bisa diaplikasikan, apalagi dikomersialkan, perlu penyempurnaan lebih lanjut. Secara kualitas, temuan pelajar SMP-SMA/SMK Indonesia yang umumnya bersifat…

                    Koordinasi Lembaga Riset Indonesia Sangat Minim

                      Kecolongan hak paten produk-produk obat herbal oleh orang asing yang menggunakan sumber daya genetik Indonesia, seperti temulawak dan mengkudu, merupakan dampak dari kebijakan riset yang masih sektoral. Lembaga riset juga sangat lemah dalam koordinasi. ”Lembaga riset, seperti LIPI, mampu saja menemukan bahan-bahan alami dari keanekaragaman hayati kita untuk menunjang produksi obat-obatan herbal. Namun, untuk perolehan paten membutuhkan uji klinis pada manusia yang seharusnya dilakukan lembaga riset lain di bawah Kementerian Kesehatan dan hal seperti ini tidak pernah terjadi,” kata Ketua Komite Inovasi Nasional Zuhal, Kamis (21/10) di Jakarta.…

                      22 Persen atau 4000 Tumbuhan Terancam Punah

                        Analisis global yang dilakukan peneliti Kebun Raya Kerajaan (KRK) Kew, Museum Sejarah Alam (MSA) London, dan Persatuan Konservasi Alam Internasional (IUCN) menunjukkan, lebih dari seperlima atau 22 persen dari 4.000 jenis tumbuhan yang sudah dikaji terancam punah. Jumlah spesies tumbuhan di seluruh dunia diperkirakan mencapai 380.000 jenis, tetapi sebagian besar datanya sangat kurang. Famili yang paling terancam berasal dari Gymnospermae (berbiji terbuka). Sedangkan habitat tumbuhan yang paling rentan adalah di hutan hujan tropis akibat konversi lahan untuk pertanian dan perkebunan. Jumlah spesies yang terancam hilang itu masuk Indeks…

                        Mengerikan Hujan Darah Terjadi Di India

                          Hujan darah di India disebut karena debu dari padang pasir. Namun fisikawan Godfrey Louis menemukan terdapat sel seperti serangga dalam air tersebut melalui mikroskopnya. Lima tahun kemudian dia mengumumkan teori yang menyatakan serangga ini menjadi hujan merah darah di India, dan mungkin berasal dari komet yang meledak di atas bumi dan menyemai di awan. Louis bergabung dengan pakar teori Chandra Wickramasinghe mengklaim serangga-serangga tersebut tidak seperti yang terdapat di bumi dan mengatakan bahwa sel hewan itu bereproduksi pada suhu 121 derajat celsius. Saat dipanasi selama 2 jam, anak…