Lompat ke konten

Biologi Ilmu Alam

Warisan Naturalis Biologi Heinrich Surbeck

    Ia tidak tenar seperti Charles Darwin atau Alfred Russel Wallace. Ia tidak mengungkapkan teori-teori besar. Ia hanya mencintai alam. Kecintaannya itu diwujudkannya dengan mengumpulkan berbagai serangga dan tumbuhan di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara, kemudian diawetkannya. Kotak-kotak kaca yang berisi sejumlah jenis serangga, terutama kupu-kupu, tergantung di dua pilar Siantar Hotel di Jalan WR Supratman, Kota Pematang Siantar. Jumlah kotak itu mencapai enam buah. Sebagian tamu hotel pasti tak menyadari kalau kotak-kotak itu menyimpan cerita mengenai Heinrich Surbeck, seseorang yang sungguh-sungguh mencintai alam sekitar Danau Toba, hingga menumpulkan…

    Tempat Eksperimen Rahasia Charles Darwin Ditemukan

      Sebuah pulau yang kesepian di tengah Atlantik Selatan menjadi penjaga setia dari rahasia besar Charles Darwin. Dua ratus tahun lalu Ascencsion adalah gunung berapi yang tandus. Tetapi sekarang, puncaknya diselimuti oleh hutan awan tropis. Rupanya yang terjadi di selang waktu itu adalah Kew Gardens (taman botani kerajaan Inggris) dan Angkatan Laut Inggris bekerja sama membangun sebuah ekosistem buatan. Istimewanya, meski buatan, tetapi ekosistem itu benar-benar berfungsi dengan semestinya. Eksperimen raksasa ini bisa menjadi kunci menuju koloni masa depan di Planet Mars. Meski demikian, Ascension tetap saja sebuah pulau…

      Gajah Ternyata Tidak Takut Tikus Tapi Semut … Mengapa?

        Gajah takut tikus? itu mitos. Sebuah penelitian terbaru membuktikan gajah ternyata takut kepada binatang yang jauh lebih kecil dari tikus: semut. Ya, seekor semut. Para ilmuwan yang meneliti hal ini menemukan pohon akasia (Acacia drepanolobium) di Afrika jarang sekali disentuh oleh gajah. Padahal gajah yang sedang lapar biasanya selalu tergoda dengan pohon. Apa sebabnya? usut punya usut, ada ribuan semut yang merayap di batangnya. Para ahli ini pun percaya semut di pohon akasia sebagai penjaga ekosistem memainkan peran penting yang sebelumnya diabaikan. Profesor Todd Palmer, dari University of…

        Mutiara 1 Kacang Kedelai Super Besar Akibat Radiasi Nuklir

          Menteri Pertanian Suswono mendeskripsikannya sebagai kedelai superbesar. Varietas kedelai hasil iradiasi nuklir yang diberi nama Mutiara 1 itu dikerjakan para periset Badan Tenaga Nuklir Nasional selama enam tahun antara 2004 dan 2022. Riset ini mengikuti tuntutan pasar yang menghendaki kedelai varietas lokal, tetapi berbiji besar seperti kedelai impor,” kata Harry Is Mulyana di Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (Patir) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Jakarta. Harry bersama Arwin, Tarmizi, Masrizal, dan Muchlis Adie merupakan para periset kedelai Mutiara 1 yang diluncurkan sebagai varietas unggul oleh Menteri Pertanian…

          Saudara Sepupu Dinosaurus Velociraptor Ternyata Ahli Kick Boxing

            Sekitar 72 juta hingga 65 juta tahun lalu, dinosaurus spesies baru yang mirip dan sama-sama menyeramkannya dengan Velociraptor pernah hidup di Romania. Menyeramkan karena dinosaurus baru pemakan daging yang diberi nama Balaur bondoc atau ”naga yang pendek dan gemuk” itu memiliki dua pasang kuku pencakar yang tajam. Sementara Velociraptor hanya mempunyai sepasang kuku pencakar. Fosil Balaur bondoc yang terdiri dari tulang kaki, pinggul, tulang belakang, tangan, jari, dan ekor itu ditemukan ahli geologi Matyas Vremir dari Transylvanian Museum Society. Laporan penelitian ini dipaparkan dalam Proceedings of the National…

            Ditemukan Katak Terkecil Didunia Seukuran Kacang

              Ilmuwan telah mengamati katak terkecil seukuran kacang di Pulau Kalimantan.  Menurut majalah Zootaxa, pejantan dewasa dari jenis tersebut berukuran antara 10.6-12.8 milimeter. Amfibi seukuran kacang itu dinamakan microhyla nepenthicola yang diambil dari nama tumbuhan tempat binatang tersebut tinggal. Jenis katak itu telah salah diidentifikasi oleh museum, kata Dr Indraneil Das dari Institut Konservasi Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati, Universitas Malaysia. “Ilmuwan mengira bahwa binatang tersebut masih berumur muda, tetapi sejak penemuan jenis ini, hal itu telah diubah,” katanya. Das menerbitkan laporan penelitiannya dengan Alexander Haas dari Museum Biozentrum Grindel…

              Konservasi Flora Baru Meliputi 18 Persen Tumbuhan

                Dari sekitar 30.000 spesies flora berbunga di Indonesia, terdapat sekitar 60 persen yang berhasil dipertelakan secara ilmiah. Namun, usaha konservasinya baru mencakup 18 persen sehingga sebagian besar masih memiliki kerentanan hilang atau punah. ”Kita harus mencontoh negara seperti China dan Jepang. Mereka berhasil mengonservasi 100 persen spesies yang dimiliki,” kata Deputi Bidang Ilmu Hayati pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Endang Sukara, Selasa (24/8) di Jakarta. Menurut dia, membangun kebun raya di setiap daerah merupakan salah satu cara untuk mempertinggi jumlah spesies yang dikonservasi. Saat ini sedang dibangun…

                Restorasi Terumbu Karang Harus Berorientasi Seksual

                  Para peneliti Universitas Sam Ratulangi mengembangkan studi mengenai potensi rehabilitasi terumbu karang dengan menggunakan metode reproduksi seksual dari karang batu atau hard coral. Metode itu telah dilakukan sejak Oktober 2020 di Taman Laut Bunaken, Sulawesi Utara. Dr Andreas Roeroe dan Laurentius Lalamentik, MSc dari Fakultas Perikanan Unsrat di Manado, Selasa (24/8), mengatakan, reproduksi seksual lebih ramah lingkungan dan memiliki tingkat keberhasilan lebih baik daripada reproduksi cangkok. Reproduksi cangkok (aseksual) yang selama ini dilakukan oleh banyak peneliti berisiko merusak karang dengan potensi keberhasilan di bawah 20 persen. ”Dari reproduksi…

                  LIPI Ingin Sandingkan Ilmu Tua dan Moderen

                    Konsistensi kewirausahaan BRAy Mooryati Soedibyo di bidang jamu atau obat herbal dari sumber daya hayati Nusantara menjadi inspirasi LIPI untuk mempersandingkan ilmu ”tua” dan modern. Sebutan ilmu ”tua” merujuk pada pengetahuan tradisional, terutama di bidang obat-obatan tradisional. ”Gagasan dan realisasinya mengilhami pemikiran saya untuk mendorong generasi muda, para peneliti, untuk sesegera mungkin mempersandingkan ilmu ’tua’ dan modern,” kata Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lukman Hakim, Senin (23/8), dalam acara Sarwono Prawirohardjo Lecture X dan Penghargaan Sarwono Prawirohardjo IX 2022 di Jakarta. Mantan Kepala LIPI Umar Anggara Jenie…

                    Hati Hati Burung Andalgalornis Bisa Membunuh Dengan Sekali Pukul Kepala

                      Sekitar enam juta tahun yang lalu di daratan Amerika Selatan pernah hidup burung pemangsa raksasa, Andalgalornis. Dengan berat 40,8 kilogram dan tinggi tiga meter, burung ini bisa melumpuhkan mangsanya sekali pukul dengan menggunakan kepala dan paruhnya. Meski tidak bisa terbang seperti anggota keluarga burung yang lain, gambaran tentang Andalgalornis dari keluarga besar Phorusrhacids itu tetap menyeramkan. Bukan hanya karena kepalanya yang sebesar kepala kuda dan paruhnya yang besar dan tajam, tetapi juga karena pukulan kepala dan paruhnya mematikan. Paruhnya yang mirip paruh burung elang ini setajam kapak. Hasil…

                      Melalui Bioteknolgi Peneliti LIPI Berhasil Mempercepat Pertumbuhan Hingga 2 Kali Lipat

                        Pada dasarnya, transformasi genetika yang diterapkan Enny Sudarmonowati, periset pada Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, tidak hanya melulu pada sengon yang bisa dipercepat pertumbuhannya sampai hampir dua kali lipat. Bioteknologi, dalam hal ini transformasi genetika (transgenik), memungkinkan upaya mempercepat pertumbuhan semua jenis tanaman produksi kehutanan yang biasanya mencapai puluhan tahun,” kata Enny, Kamis (19/8) di Jakarta. Enny yang dikukuhkan sebagai profesor riset LIPI pada 21 Mei 2022 mengatakan, di dunia setidaknya ada 25 negara yang sudah getol mengaplikasikan bioteknologi untuk mempercepat pertumbuhan tanaman produksi kehutanannya. Diperkirakan…

                        Bank Sperma Untuk Terumbu Karang Mulai Dibangun

                          Tanpa upaya berarti, terumbu karang dan aneka biota laut yang hidup di sela-sela terumbu karang diperkirakan akan punah dalam 40 tahun mendatang. Untuk menyelamatkannya dari kepunahan, para ilmuwan Hawaii membangun bank sel terumbu karang beku pertama. Bank sel di laboratorium Universitas Hawaii di Pulau Coconut itu saat ini baru menyimpan sperma beku dan sel embrio dari karang jamur (Fungia scutaria) dan karang beras (Montipora capitata). ”Secara teoretis, sel yang dibekukan dapat bertahan dan memperbaiki dirinya hingga 1.000 tahun sehingga dapat digunakan untuk memperbaiki spesies atau populasi terumbu karang…