Lompat ke konten

Biologi Ilmu Alam

Sewa Rahim Perlu Regulasi Pemerintah

    Pakar hukum kesehatan Universitas Katolik Soegijapranata di Semarang, Prof. Agnes Widanti, menilai perlu ada regulasi yang khusus mengatur tentang praktek sewa rahim. “Selama ini sewa rahim belum diatur dalam perundang-undangan di Indonesia,” katanya usai seminar “Surrogate Mother (Ibu Pengganti) Dipandang dari Nalar, Moral, dan Legal” di Semarang, Sabtu. Sewa rahim, kata dia, merupakan upaya untuk mendapatkan keturunan dengan menanamkan benih ke dalam rahim orang lain (ibu pengganti), setelah anak itu lahir diserahkan kepada si penyewa rahim. Menurut dia, upaya semacam itu biasanya dilakukan pasangan suami istri yang sulit…

    Jangan Biarkann Monyet Bule Punah Dari Sungai Negro Hitam

      Hari Sabtu (8/5) pukul 06.00, air Sungai Hitam di Desa Kuala Samboja, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, terlihat coklat bercampur lumpur. Daerah lahan basah itu didominasi tumbuhan rumbia dan semak belukar. Sepintas tidak ada yang menarik di sungai ini. Kehidupan di sekitar sungai tidak menggambarkan kekayaan alam sesungguhnya Pulau Kalimantan yang amat dikenal dunia. Yang tampak justru lingkungan sungai yang rusak. Meski demikian, di kalangan pemerhati satwa endemik Kalimantan, termasuk dari mancanegara, nama Sungai Hitam cukup terkenal. Sungai ini cukup istimewa untuk dikunjungi sebelum ke tempat…

      60 Trenggiling Dilepas Kedalam Hutan Restorasi

        Sebanyak 60 trenggiling hasil tangkapan polisi perairan Polda Jambi di perairan Tanjung Jabung Barat pada pekan lalu dilepasliarkan kembali di hutan restorasi Harapan Kasbupaten Batanghari, Provinsi Jambi. “Trenggiling yang dilepasliarkan oleh polisi dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi itu diduga akan diselundupkan ke Singapura, namun digagalkan oleh Polairud,” kata Pelaksana Tugas (Plt) BKSDA Provinsi Jambi Didik Wurjanto di Jambi, Selasa (1/6/2010). Ia mengatakan, trenggiling yang dilepasliarkan tersebut sempat dititipkan sementara di Kebun Binatang Taman Rimba Jambi. Puluhan trenggiling yang merupakan hewan langka dan dilindungi undang-undang…

        Katak Bermuka Pinokio Ditemukan Di Papua

          Sebuah ekspedisi ilmiah menemukan sejumlah spesies baru di Pegunungan Foja, di Pulau Guinea Baru, Provinsi Papua. Salah satunya jenis katak baru yang pantas disebut katak Pinokio karena memiliki bagian tubuh memanjang di mukanya. Spesies baru itu yakni katak (Litoria sp nov) yang diamati memiliki benjolan panjang pada hidung seperti pinokio yang menunjuk ke atas bila ada ajakan dari jenis jantan serta mengempis dan mengarah ke bawah bila aktivitasnya berkurang. Katak ini ditemukan herpetologis, Paulus Oliver, secara kebetulan. Kepala Komunikasi Conservation International (CI) Elshinta S Marsden di Jakarta, Senin…

          Spesies Kanguru Kecil Ditemukan Di Foja Papua

            Menemukan spesies hewan baru selalu menjadi saat istimewa bagi para peneliti. Apalagi bila hewan-hewan itu datang sendiri ke kemah mereka seolah ingin memperkenalkan diri. Itulah yang dialami tim peneliti yang berkemah di Pegunungan Foja, Papua, saat herpetologis Paul Oliver mendapati seekor katak bertengger di karung beras yang mereka bawa. Tempat seperti Foja memberi harapan masa depan lebih baik bagi kita dan menunjukkan bahwa belum terlambat untuk menghentikan krisis kepunahan di Bumi. Saat diamati lebih dekat, hewan mungil itu ternyata sejenis katak berhidung panjang yang belum dikenal. Para peneliti…

            Bunga Bangkai Raflesia Mekar Di Bogor

              Bunga raflesia dari jenis raflesia patma mekar di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor. Berarti, bunga parasit itu berhasil hidup di luar habitat aslinya. Sofie MSc, botanis Kebun Raya Bogor (KRB) yang meneliti bunga raflesia, mengungkapkan, tumbuh dan mekarnya raflesia patma di KRB ini menjadi penanda untuk pertama kalinya di dunia bahwa bunga tersebut berhasil ditumbuhkan di ex-situ (luar habitat aslinya). “Botanis Malaysia pernah mencoba membiakkan raflesia dan berhasil, namun masih di lingkungan habitat aslinya atau in situ,” katanya. Ia menambahkan, sebetulnya 3 dari 15 jenis raflesia pernah tumbuh…

              Alga Merah Ternyata Dulu Berwarna Hijau

                Alga (ganggang) merah atau red algae dipandang paling ampuh menangkal radikal bebas. Demikian kata Kepala Poli Obat Tradisional Indonesia RSUD Dr Soetomo Surabaya dr Arijanto Jonosewojo, SpPD, di Surabaya, Jumat (11/12/2009). Dia mengatakan, suplemen dan multivitamin kimia yang dikonsumsi dalam jangka waktu lama dikhawatirkan menyebabkan penumpukan prooksidan atau radikal bebas yang bisa memicu terjadinya kanker dan diabetes melitus. Asta Xanthine, zat aktif yang terdapat pada alga merah, mempunyai kandungan anti-oksidan 6.000 kali lebih banyak dibandingkan vitamin C dan 1.000 kali vitamin E. Karena itu, selain mempunyai kemampuan menangkal…

                Ragam Kupu-kupu Bantimurung Bulusaraung Maros Terus Menyusut

                  Jenis kupu-kupu di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terus berkurang. Hal ini disebabkan habitat hidup mereka terganggu aktivitas manusia dan tanaman tempat mereka bertelur mulai hilang akibat pembangunan tempat rekreasi. Dari penelitian Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (BTNBB) tahun 2020-April 2022, spesies kupu-kupu tinggal 89 dari total 107 spesies hasil penelitian tahun 1990-an. Adapun 18 jenis lainnya akan dicoba ditemukan dalam sisa waktu delapan bulan ini. Koordinator kelompok kerja Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Balai TNBB Putri Cendrawasih, Rabu (12/5), memperkirakan, penurunan itu dipicu tiga hal. Pertama,…

                  Kopi Luwak Buatan Ditemukan Peneliti Bali

                    Peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali, Suprio Guntoro, menemukan kopi luwak probiotik. Penemuan ini, selain akan membuat produksi bubuk kopi menjadi tidak terbatas, juga akan melindungi populasi binatang luwak. Pada proses produksi kopi luwak alami, bubuk kopi diperoleh dari biji kopi yang digiling setelah dijemur dan disangrai. Biji kopi itu didapat dari hasil proses pencernaan binatang luwak (Paradoxurus hermaphroditus) yang memakan buah kopi. Adapun kopi luwak probiotik temuan Guntoro, biji kopi dihasilkan dari buah kopi matang yang dipetik, lalu difermentasi secara khusus dengan mikroba probiotik dari usus…

                    Cara Mengawinkan Mikroba Untuk Rekayasa Genetika

                      Perkawinan merupakan cara yang dilakukan manusia untuk berkembang biak. Sel ovum dari ibu dan sperma dari ayah bertemu dan kemudian berkembang menjadi individu baru. Selain manusia, sebagian besar hewan juga melakukan perkawinan untuk mempertahankan populasinya. Berbeda dengan hewan ataupun manusia, jasad renik (mikroorganisme) umumnya tidak melakukan perkawinan untuk berkembang biak. Mikroorganisme, seperti bakteri, melakukan pembelahan sel untuk memperbanyak jumlah populasinya. Proses perkawinan merupakan peristiwa yang jarang terjadi dalam kehidupan bakteri, tetapi bukan berarti bakteri tidak mampu melakukan proses perkawinan. Bakteri tidak memerlukan perbedaan kelamin dalam melakukan perkawinan karena…

                      Manusia Modern dan Neanderthal Pernah Kawin Campur

                        Manusia Neanderthal dan manusia modern ternyata pernah kawin, kemungkinan besar terjadi ketika manusia pertama kali bermigrasi keluar dari Afrika, demikian sebuah studi genetika yang dirilis Jumat pagi WIB. Orang Eropa, Asia dan Australasia semuanya memiliki DNA Neantherthal, tetapi orang Afrika tidak, kata para peneliti yang menyampaikan hasil penelitiannya dalam jurnal Science. Hasil penelitian ini mungkin membantu menjawab perdebatan lama mengenai apakah manusia Neanderthal dan manusia modern hanya hidup berdampingan di Eropa dan Timur Tengah. “Mereka yang tinggal di luar Afrika membawa sedikit DNA Neanderthal ke tubuh kita,” kata…

                        Perilaku Nyamuk Aides Aigepty Demam Berdarah Sudah Berubah dan Makin Canggih

                          Perubahan perilaku nyamuk Aides aigepty merupakan salah satu faktor yang perlu diwaspadai warga agar bisa menekan penyebaran penyakit demam berdarah dengue. Perubahan perilaku tersebut meliputi habitat, kemampuan terbang, dan juga waktu menggigit. ”Dulu nyamuk pembawa virus DBD dikenal menyukai air jernih, tetapi belakangan ditemukan pula di air kotor,” kata Kepala Subbidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Banten Dendi di Serang, Provinsi Banten, Jumat (7/5). Sekarang, nyamuk itu ternyata juga bisa berada di lantai tingkat atas. Padahal, dulunya nyamuk ini dijumpai di lantai bawah dengan ketinggian terbangnya sekitar dua…