Lompat ke konten

Cara Mencegah Ledakan Pada Tabung Gas Elpiji 3 Kg Pertamina

Ledakan gas petroleum cair yang marak terjadi akibat kebocoran dari sistem kompor gas elpiji mendorong upaya pencegahannya. Salah satunya dengan memasang sistem detektor gas dan memasang cip di tabung gas.

Desain prototipe sistem elektronik untuk deteksi telah dibuat Pusat Konversi dan Konservasi Energi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Sistem ini dilengkapi sensor gas. Seperti detektor api, sistem detektor ini dihubungkan dengan alarm yang akan berbunyi ketika sensor ”menangkap” gas.

Uji coba detektor yang dirancang tim BPPT sudah dilakukan dengan hasil yang baik untuk mendeteksi adanya kebocoran gas. Penerapan selanjutnya, menurut Arya Rezavidi, Kepala Pusat Audit Teknologi BPPT, perlu bekerja sama dengan industri untuk memproduksinya.

Sementara itu, BPPT juga mendesain sistem pelacakan tabung gas (automated inventory tracking system). Sistem ini terdiri dari cip elektronik, backbone data akuisisi, transmiter, penerima data, prosesor, dan basis data.

Cip ini dapat melacak keluar masuknya tabung silinder ke lokasi penyimpanan. Cip berfungsi sebagai pengidentifikasi tabung yang berisikan informasi perihal identitas tabung, tanggal pembuatan, nama pembuat tabung, kode pelanggan, kode distributor, karakteristik tabung, jenis regulator atau selang, tanggal pengetesan, tanggal terakhir diisi, serta rekam jejak maintenance terakhir. Pengisian data pada memori cip dengan radio frekuensi.

Dengan adanya pengelolaan data pada cip elektronik, dapat diperoleh reliabilitas dari perintah tentang pengisian tabung serta pelacakan pihak yang melakukan pengisian tabung, melakukan pemeliharaan, pengujian ulang, dan pendeteksi kebocoran.

Sistem pendeteksi telah berhasil diterapkan di India sejak Maret 2020, yaitu untuk 500.000 tabung elpiji pada tahap awal. Kini, sistem tersebut telah dijual di pasaran. ”Setiap cip harganya Rp 8.000,” ungkap Arya.

Dalam penggunaannya, cip dipasang di botol baru oleh Pertamina. Dengan penggunaan sistem cip ini, dapat dilacak pihak-pihak yang harus bertanggung jawab.

”Jika terjadi ledakan dapat diketahui pengisian terakhir. Karena itu, alat ini dapat menjadi barang bukti. Semua ikut bertanggung jawab, termasuk agen,” kata Arya yang menjadi Ketua Tim Teknis Perbaikan Sistem Kompor Elpiji.

”Penggunaan sistem deteksi ini juga untuk menghindari penggunaan botol selundupan. Seperti black box pesawat. Dalam Standar Nasional Indonesia yang diamandemen telah dimasukkan kewajiban pemasangan sistem deteksi ini. Penggunaannya sendiri telah disetujui Pertamina,” ujar Arya.