Lompat ke konten

Dunia Binatang

Kambing Gunung Alpen Mampu Memanjat Vertikal 90 Derajat

    Ibex Alpen, kambing liar yang hidup di pegunungan Alpen, ternyata punya kemampuan seperti laba-laba.  Hewan berkaki empat dan bertanduk ini bisa memanjat sebuah dinding bendungan yang nyaris vertikal. Dalam sebuah foto di laman Daily Mail dan The Sun belasan ekor kambing Alpen tampak sedang merayap, memanjat dinding bendungan Cingino di Italia Utara yang tingginya 160 kaki atau sekitar 49 meter dengan kemiringan hampir 90 derajat. The Sun menjulukinya Spider-Goats. Kambing Alpen itu memanjat dengan empat kakinya dengan posisi miring. Mereka memanfaatkan celah di antara batu dinding. Mereka memanjat…

    Ikan Drakula Ditemukan Di Sungai Mekong

      Ikan dengan taring tajam seperti taring drakula, satu spesies tokek yang kelihatan seperti memakai lipstik, dan satu tanaman pemakan daging setinggi lebih dari tujuh meter terdengar seperti makhluk dari mimpi buruk. Tapi semua itu benar-benar ada! Ketiga jenis makhluk tersebut cuma tiga dari sebanyak 145 spesies baru yang ditemukan di daerah sekitar Sungai Mekong, Asia Tenggara, pada 2021, dan menjadi sorotan di dalam satu laporan WWF International yang dikeluarkan pada Rabu (6/10/2010), sebelum Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Keragaman Hayati di Nagoya, Jepang, Oktober. Keragaman hayati di wilayah…

      Ribuan Mahluk Laut Aneh Ditemukan Dalam Sensus Biota Laut

        RIBUAN makhluk aneh dan indah ditemukan di dalam laut. Demikian hasil sensus biota laut sebagaimana dilansir Daily Mail, Senin (4/10). Proyek sensus yang dipimpin oleh Dr Ian Pioner itu mengungkapkan ada 6.000 spesies baru dari makhluk laut. Ini merupakan upaya global pertama untuk memetakan satwa liar lautan. Menurut Poiner, dari lautan Polandia ke perairan tropis dan laut dalam ada kelimpahan kehidupan. Sebaliknya, juga ada spesies yang mulai berkurang antara lain kura-kura, burung laut, dan hiu akibat aktivitas manusia. Banyak penemuan yakni sekitar 6.000 spesies baru dari estimasi keseluruhan…

        Monyet Ternyata Mengerti Tentang Narsisme Bila Di Depan Cermin

          Selama lebih dari 40 tahun, para ahli meyakini bahwa monyet adalah hewan yang tidak mampu mengenali diri mereka sendiri karena selalu gagal menjalani tes pengenalan diri di cermin. Binatang yang mengenali diri umumnya akan membuat mimik lucu di depan cermin, termenung memerhatikan wajah mereka secara detail, atau melihat wajah mereka yang makin tua. Simpanse adalah hewan primata yang menunjukkan tanda mampu mengenali diri mereka sendiri. Namun, uji yang dilakukan profesor anatomi dari Universitas Wisconsin-Madison, Luis Populin, yang dipublikasikan di PLoS ONE, akhir bulan lalu, menunjukkan, monyet jenis Rhesus…

          Concavenator Dinosaurus Berpunuk Onta Adalah Nenek Moyang Burung

            Melihat burung yang terbang di sekitar kita, sulit membayangkan mereka berasal dari keluarga besar dinosaurus theropod. Tim paleontologi Spanyol menemukan bukti, burung yang kita lihat sekarang ini nenek moyangnya berbentuk dinosaurus yang berpunuk seperti unta atau sapi. Kesimpulan tentang nenek moyang burung itu merupakan hasil analisis fosil tulang utuh dinosaurus berusia 130 juta tahun yang ditemukan di Las Hoyas, Cuenca, Spanyol. Temuan fosil dinosaurus yang dipublikasikan jurnal Nature ini diberi nama Concavenator corcovatus (pemakan daging berpunuk dari Cuence). Nenek moyang burung ini diperkirakan pernah hidup 100-146 juta tahun…

            Dinosaurus Memiliki Tanduk 15 Ditemukan Di Utah

              Di daerah gurun pasir Utah Selatan, Amerika Serikat, sekitar 76 juta tahun lalu ternyata pernah hidup dinosaurus yang memiliki 15 tanduk dengan panjang hampir 1 meter. Tim ahli paleontologi Utah Museum of Natural History yang memublikasikan temuan fosil dinosaurus dalam jurnal PLoS ONE, Rabu (22/9), itu menemukan dua jenis dinosaurus baru yang termasuk saudara dekat jenis Triceratops. Kedua dinosaurus jenis baru pemakan tumbuh-tumbuhan ini diberi nama Kosmoceratops richardsoni dan Utahceratops gettyi. Berbeda dengan Kosmoceratops richardsoni, Utahceratops gettyi hanya memiliki lima tanduk berukuran besar di kepalanya, mirip dengan bison.…

              Laba Laba Dinding Kalacemeti Ditemukan Di Kalimantan

                Meski Indonesia memiliki banyak goa, hanya sedikit goa yang sudah dieksplorasi, termasuk yang ada di Jawa. Akibatnya, banyak biota dalam goa yang belum teridentifikasi. Salah satu kekayaan hayati goa yang belum banyak terungkap adalah kalacemeti—binatang sejenis laba-laba yang biasa hidup di dinding goa. Saat ini di Indonesia baru teridentifikasi enam jenis. Di seluruh dunia baru 15 jenis kalacemeti teridentifikasi, yaitu dari India sampai Kepulauan Solomon di Pasifik Selatan. Dari keenam jenis di Indonesia, empat jenis baru dipublikasikan dalam jurnal taksonomi Zootaxa pada 15 September lalu oleh Peneliti Muda…

                Cara Kelelawar Bergaul Diteliti Karena Mirip Dengan Manusia

                  Kelelawar mengenali suara individu-individu lainnya yang dikenal. Ini mirip manusia mengenali suara orang-orang yang dikenal di sekitarnya. Demikian hasil penelitian yang dipimpin Silke Voigt-Heucke dari The Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research, Berlin, pekan lalu. Penelitian dilakukan di Panama yang menunjukkan bahwa kelelawar dapat mengidentifikasi anggota spesies mereka sendiri. Para peneliti menguji kelelawar spesies Noctilio albiventris untuk menanggapi panggilan echolocation dari individu lainnya yang akrab dan yang tidak akrab. Kelelawar akan menanggapi panggilan individu yang dikenal akrab dengan perilaku kompleks. Misalnya, dengan merentangkan sayap atau mengekspos bau…

                  Makan Kecoa Bisa Menyehatkan Karena Ditemukan Mengandung 9 Antibiotik Ampuh

                    Kecoa biasanya dilihat sebagai hewan yang membahayakan kesehatan, bisa ditemukan di tempat lembab dan hotel yang kotor. Namun para ilmuwan percaya bahwa mereka bisa memegang rahasia untuk memperlakukan serangga yang paling tangguh. Menurut laporan Daily Mail, pengujian telah menemukan jaringan dari otak dan sistem saraf serangga bisa membunuh lebih dari 90 persen infeksi MRSA dan E-coli tanpa merugikan sel manusia. Simon Lee, seorang peneliti pascasarjana dari University of Nottingham mengatakan kecoa memiliki sifat antibiotik yang kuat setelah menemukan sembilan molekul yang berbeda dalam jaringan kecoa yang beracun bagi…

                    Buaya Raksasa Berumur 60 Tahun Milik Kebun Binantang Surabaya Meninggal Dunia

                      Peristiwa kematian satwa di Kebun Binatang Surabaya, Jawa Timur, kembali terjadi. Seekor buaya muara jantan berusia sekitar 60 tahun ditemukan mati, Selasa (7/9) pukul 01.00 dini hari. Kepala Unit Rumah Sakit Hewan dan Pendidikan Setail drh Liang Kaspe, Selasa di Kebun Binatang Surabaya (KBS), mengatakan, ”Hari Senin keeper melaporkan bahwa buaya (Crocodylus porosus) ini tidak mau makan. Kami memberikan suntikan agar kondisinya membaik, tetapi dia akhirnya mati, Selasa dini hari.” Selasa pukul 08.00, tim dokter hewan KBS, dipimpin Liang Kaspe, mengotopsi bangkai buaya muara sepanjang 4,5 meter dan…

                      Pelestarian Orang Utan Terkendala Lahan Di Nyaru Menteng

                        Pelepasliaran 189 orangutan yang telah direhabilitasi Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Tengah di Nyaru Menteng terkendala ketiadaan habitat alami yang aman. Yayasan Borneo Orangutan Survival telah mengusulkan agar dua konsesi hak pengusahaan hutan di Kabupaten Murung Raya dijadikan lokasi pelepasliaran orangutan. Kementerian Kehutanan mendukung usulan tersebut. Kini tinggal menunggu persetujuan pemegang kedua konsesi itu. Sejak didirikan pada 1999, Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Tengah (PROKT) di Nyaru Menteng, Kabupaten Pulang Pisau, telah merehabilitasi ratusan orangutan (Pongo pygmaeus). Saat ini jumlah orangutan yang masih menjalani rehabilitasi di Klinik Arboretum Nyaru Menteng…

                        Gajah Ternyata Tidak Takut Tikus Tapi Semut … Mengapa?

                          Gajah takut tikus? itu mitos. Sebuah penelitian terbaru membuktikan gajah ternyata takut kepada binatang yang jauh lebih kecil dari tikus: semut. Ya, seekor semut. Para ilmuwan yang meneliti hal ini menemukan pohon akasia (Acacia drepanolobium) di Afrika jarang sekali disentuh oleh gajah. Padahal gajah yang sedang lapar biasanya selalu tergoda dengan pohon. Apa sebabnya? usut punya usut, ada ribuan semut yang merayap di batangnya. Para ahli ini pun percaya semut di pohon akasia sebagai penjaga ekosistem memainkan peran penting yang sebelumnya diabaikan. Profesor Todd Palmer, dari University of…