Lompat ke konten

Dunia Binatang

Ditemukan Ikan Hiu Di Indonesia Yang Bisa Berjalan

    Tahukan Anda, Indonesia memiliki spesies ikan hiu yang biasa berjalan di dasar lautan? Hiu yang bernama latin Hemiscyllium galei dan Hemiscyllium henryi tersebut dijuluki walking shark (hiu berjalan) yang ditemukan di perairan Raja Ampat, Kawasan Kepala Burung Papua Barat. “Uniknya, dia berjalan di dasar laut dengan siripnya, nggak berenang,” kata Fahmi, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yang lama meneliti jenis hiu dan pari, di Pusat Penelitian Oceanografi LIPI, Jakarta, Senin (19/4/2010). Ukuran tubuh walking shark sedikit lebih kecil dari ukuran tubuh hiu pada umumnya. Warna tubuhnya pun…

    Ditemukan Kodok Jenis Baru Bermata Biru Di Sumatera

      Mata Amir Hamidy berbinar saat melihat foto yang disodorkan sejawatnya Adiinggar Ul-Hasanah. Dalam foto itu tampak seekor kodok bermata biru. Peneliti Museum Zoologicum Bogoriense (MZB), Puslit Biologi, LIPI itu yakin, jenis ini belum pernah dikenal sebelumnya. Amir memang sedang studi master dengan topik taksonomi kodok genus Leptobrachium. Berbulan-bulan ia memeriksa dan mengkaji spesimen Leptobrachium yang tersimpan museum-museum di Malaysia, di Jepang, dan tentunya di Indonesia (MZB). Kegiatannya sehari-hari mengukur dan membandingkan secara detail semua karakter morfologi semua specimen tersebut. “Salah satu spesimen yang saya periksa memiliki karakter yang…

      Ditemukan Udang Yang Mampu Hidup Di Es Dengan Kedalaman 180 Meter

        Penemuan ini menantang anggapan umum tentang kemampuan bertahan dari organisme kompleks, yakni organisme yang lebih dari sekadar bakteri atau berbentuk sel tunggal saja. Kalau ada udang bisa bermain-main di bawah lapisan es 180 meter, bagaimana di bulan Jupiter, Europa, yang tertutup es? Para ilmuwan menemukan fauna dari keluarga udang-udangan dan juga ubur-ubur yang bertahan hidup di bawah lapisan tebal es di Antartika, yang mana tadinya disangka tak mungkin ada binatang yang bisa bertahan di tempat seperti itu. Di bawah lapisan es setebal 600 kaki, atau kira-kira 180 meter,…

        Kadal Raksasa Filipina Yang Memiliki Dua Penis Ternyata Spesies Baru

          Reptil yang masuk dalam keluarga besar kadal dengan panjang badan sekitar 2 meter ditemukan di Filipina. BBC News, Rabu (7/4/2010), menyebutkan, reptil raksasa dengan kulit berwarna kuning, biru, dan hijau terang itu ditemukan di kawasan hutan pegunungan Sierra Madre, Filipina. Dari hasil pengamatan, reptil raksasa yang kemudian diberi nama Varanus bitatawa itu hanya memakan buah-buahan.”Binatang ini luar biasa. Sayangnya, sekarang ia lepas dari pantauan kami,” kata Rafe Brown, salah seorang ilmuwan yang mendeskripsikan reptil raksasa spesies baru itu di jurnal Biology Letters. Penemuan reptil raksasa ini sama pentingnya…

          Lebih Dari 1000 Spesies Baru Ditemukan Di Sungai Mekong Dari Laba-laba Sebesar Piring Hingga Luwing Naga

            Lebih dari 1000 spesies baru hewan dan tumbuh-tumbuhan ditemukan di daerah aliran Sungai Mekong Besar yang melintasi Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam, dan China. Kehidupan liar yang sangat beragam dan belum tersentuh sebelumnya itu terungkap dalam ekspedisi selama satu dekade, dari 1997-2007, yang disponsori World Wildlife Foundation (WWF). Di antaranya terdapat laba-laba huntsman terbesar di dunia. Spesies Heteropoda dagmarae itu berukuran sebesar piring dengan bentang kaki 30 centimeter. Laba-laba tersebut dikenal agresif, berburu di malam hari, dan menyergap mangsanya dari ranting, dahan, dan batang bambu yang tingginya tak…

            Seks Brutal Membuat Banyak Bunglon Mati Muda

              Satu spesies bunglon khas Madagaskar punya kehidupan yang aneh. Usianya sangat singkat, bahkan dua per tiga hidupnya dihabiskan di dalam cangkang telur. Begitu menetas, bunglon-bunglon muda langsung mencari pasangan dan melakukan hubungan seks yang brutal. Mereka mati massal sebelum sempat melihat keturunannya lahir ke dunia. “Saya sangat terkejut ketika hanya menemukan hewan dewasa pada spesies ini,” ujar Kris Karsten dari Oklahoma State University, AS, saat pertama kali mengamati spesies Furcifer labordi. Apalagi, beberapa minggu kemudian semua bunglon yang dipelajarinya tiba-tiba tewas secara massal. Penasaran dengan hal tersebut, Karsten…

              Cumi Cumi Dengan Mata Super Besar

                Sebuah bola mata yang lebih besar daripada piring porselen makan malam. Tim ilmuwan kelautan internasional di Selandia Baru menemukannya pada cumi-cumi laut dalam yang sudah langka, Mesonychoteuthis hamiltoni atau yang juga dikenal dengan cumi kolosal. Diameter mata cumi itu terukur sekitar 11 inci, dengan lensanya yang setara dengan buah jeruk. “Ini adalah bola mata terbesar dalam sejarah dan yang pernah dipelajari dalam dunia hewan,” kata Eric Warrant, profesor indra penglihatan khusus hewan invertebrata dari University of Lund, Swedia. Warrant adalah anggota tim yang meneliti jasad si cumi di…

                Ikan Dari Ambon Bermata Manusia

                  Seekor ikan yang ditemukan di perairan Ambon sangat aneh karena memiliki mata seperti manusia. Tidak seperti ikan lainnya, kedua matanya menghadap ke depan di permukan mukanya yang rata. Sirip punggung, sirip ekor, dan sirip bawah dilapisi kulit yang lembut dan tipis yang bergaris-garis coklat muda dan putih. Hewan seukuran genggaman tangan manusia ini sangat luwes menyelinap di antara celah karang sehingga jarang ditemui. Secara umum ikan tersebut dikelompokkan sebagai ikan penjerat (anglerfish) atau ikan katak (frogfish) yang suka berdiam di satu tempat dan memancing mangsanya datang. Namun, sosoknya…

                  Gurita Asal Indonesia Paling Banyak Menghabiskan Waktu Buat Pacaran

                    Para peneliti dari Universitas Berkeley, California, AS terkejut menemukan kawanan gurita yang sangat atraktif. Karakternya sangat berbeda dengan gurita-gurita di akuarium yang umumnya sangat pemalu. Sifat yang tidak biasa ditunjukkan gurita-gurita liar dari spesies Abdopus aculeatus. Gurita yang ukuran tubuhnya sebesar buah jeruk dan tentakel sepanjang 20-25 centimeter ini ditemukan di sekitar pantai-pantai di wilayah Indonesia. Gurita-gurita liar tersebut jelas sangat bersemangat berkompetisi untuk berebut pasangan terbaik, sangat melindungi pasangannya, dan hanya kawin sekali seumur hidup. Para pejantannya sangat pemilih untuk mendapat pasangan dan tak segan menyerang rivalnya…

                    Nyamuk Demam Berdarah dan chikungunya Memiliki Kemampuan Beradaptasi Yang Hebat dan Telah Kawin Silang

                      Sudah sejak lama Saartje Rondonuwu-Lumanauw melakukan pengamatan. Ia bahkan sudah membuktikan lewat penelitian. Nyamuk Aedes albopictus ternyata sudah tidak lagi senang “menyendiri” di pinggir-pinggir hutan. Pada 1993, Saartje menemukan kerabat dekat Aedes aegypti itu ada di pekarangan-pekarangan rumah. “Pada 2003-2005, penelitian kami ulangi lagi, mereka sudah ada di dalam rumah,” kata profesor dari Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, itu. Aedes albopictus selama ini dikenal senang tinggal di habitat bersemak atau kebun. Itu sebabnya, meski sama-sama bisa menyebar virus dengue dan chikungunya, albopictus kurang populer ketimbang…

                      Nyamuk Penyebab Demam Berdarah Mampu Hidup Di Air Kotor

                        Nyamuk jenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang selama ini diketahui sebagai vektor atau penyebar virus demam berdarah (DBD), mungkin lebih kuat dari perkiraan selama ini. Penelitian menunjukkan nyamuk tersebut dapat terbang lebih jauh, aktif sampai malam, dan juga hidup di air kotor. “Kami sudah melakukan penelitian, Aedes aegypti bisa hidup di air kotor, tidak hanya air bersih seperti yang selama ini kita percayai,” ujar Dr. Upik Kesumawati Hadi, Kepala Bagian Parasitologi dan Entomologi Kesehatan Fakultas Kedokteran Institut Pertanian Bogor, saat seminar serangga di Cibinong Science Center, Bogor,…

                        Ekor Tokek Berfungsi Sebagai Parasut Bila Jatuh

                          Bagi seekor tokek, ekor sangat penting artinya saat merayap di dinding atau terjatuh dari langit-langit. Ekornya berfungsi sebagai kaki kelima saat merayap di dinding yang basah dan menjadi penyeimbang saat jatuh sehingga selalu mendarat sempurna dengan keempat kakinya. Tokek selama ini dikenal dalam jajaran hewan yang lihai memanjat karena telapak kakinya mengandung bulu-bulu halus yang membuatnya merekat kuat di permukaan vertikal sekalipun. Namun, baru diketahui bahwa ekornya juga berperan terutama saat memanjat permukaan basah. “Awalnya, kami hanya berpikir bahwa kemampuan memanjat pada tokek sepenuhnya dengan kakinya, namun sekarang…