Lompat ke konten

Dunia Binatang

Ahli Serangga Lynn Kimsey dari University of California Temukan Tawon Monster Garuda dari Sulawesi

    Ahli serangga dunia Lynn Kimsey dari University of California menemukan seekor tawon monster unik di kawasan pedalaman Sulawesi, Indonesia. “Garuda,” begitu Kimsey menyebut serangga ganas yang diduga sebagai spesies baru ini. Laman Daily Mail, 25 Agustus 2023, menulis tawon monster ini banyak hidup di Gunung Mekongga, Sulawesi Tenggara. Masyarakat setempat biasa menyebutnya “naga komodo”. Ukuran tawon monster ini termasuk jumbo atau tiga kali lebih besar dibanding tawon pada umumnya. Peneliti mencatat ukuran tawon monster rata-rata sepanjang 2,5 inci atau sekitar 6 sentimeter. Lalu kenapa tawon ini disebut monster?…

    Belut Langka Berusia 200 Juta Tahun Ditemukan Hidup Di Gua Karang Pacific Barat

      Satu spesies baru jenis belut ditemukan di kegelapan gua bawah laut. Ini merupakan “fosil hidup” yang memesona dan mirip dengan belut pertama, yang berenang sekitar 200 juta tahun lalu. Demikian dikatakan beberapa ahli biologi, Rabu (17/8/2011). Temuan aneh tersebut terjadi tahun lalu pada kedalaman 35 meter di gua karang di lepas pantai satu pulau di negara bagian Palau, Pasifik Barat. Ahli biologi tersebut menyatakan hal itu dalam jurnal Inggris, Proceedings of the Royal Society B. “Ikan kecil berwarna coklat itu memiliki beberapa ciri khas anatomi belut modern,” demikian…

      Monyet-Monyet Gunung Kidul Suka Intip Perempuan Mandi

        Perilaku monyet di Gunungkidul, Yogyakarta aneh-aneh saja. Mereka lebih takut pada manusia lelaki daripada perempuan. Kera-kera itu juga gemar mengintip perempuan mandi di telaga. Keberadaan kawanan monyet ekor panjang yang berada di wilayah Dusun Duwet, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, makin meresahkan warga. Mungkin hewan primata ini terlepas dari kawanannya dan saat ini memasuki musim kawin. Kepala Dusun Duwet Tugimin mengatakan, kera-kera itu berani memasuki rumah warga dan bersembunyi di antara genteng rumah penduduk. “Selain mengambil hasil panen yang disimpan di dalam rumah, mereka juga…

        Tikus Afrika Mampu Mengoleskan Racun Kejambul Rambut Untuk Membunuh Predator

          Seekor tikus afrika berjambul (Lophiomys imhausi) mengembangkan metode cerdik untuk menggagalkan predator yang ingin menangkapnya. Tim peneliti gabungan dari Inggris, Amerika Serikat, dan Kenya menjumpai tikus ini mengunyah akar dan batang pohon beracun tinggi serta mengoleskan zat beracun ini pada bulu halus di jambulnya. Binatang yang akan menyerang akan disambut sejumlah bulu mengandung racun yang mematikan. Prof Jonathan Kingdon dari Universitas Oxford mengatakan, timnya masih menjumpai pekerjaan rumah mengenai cara tikus itu bertahan dari racun mematikan ini. Racun didapat dari tumbuhan Acokanthera schimperi yang biasa dioleskan pada panah…

          Udang Kecil Spesies Typton carneus Membangun Rumah Buat Dijadikan Makanan

            Udang kecil spesies Typton carneus tidak hanya memanfaatkan bunga karang sebagai tempat tinggalnya. Hewan yang berukuran cukup kecil dibandingkan jenis udang lainnya itu juga suka memakan rumah mereka. “Petunjuk pertama yang membuktikan T. carneus mengonsumsi rumahnya adalah pada capit yang dimiliki,” kata Adam Petrusek, ekolog dari Charles University, Republik Ceko. Alat khusus tersebut tidak seperti capit hewan pada umumnya. “Fungsi capit pada spesies ini lebih mirip gunting,” jelas Petrusek. Bukti yang lebih kuat ditemukan setelah peneliti membuka perut udang. Para peneliti mendapati adanya jaringan tubuh milik bunga karang…

            Burung Ternyata Saling Pijat Bila Merasa Lelah Bekerja

              Enggak hanya manusia yang bisa saling memijat untuk menghilangkan pegal di badan. Beberapa spesies burung juga didapati saling memijat. Kegiatan ini kemungkinan berdampak positif bagi pemijat maupun yang dipijat untuk menghilangkan stres. Demikian hasil penelitian yang dilaporkan dalam jurnal Royal Society Biology Letters. “Burung tampak paling menikmati pijatan ketika yang memijat adalah burung yang lebih superior,” demikian tertera dalam laporan. Andy Radford, peneliti asal School of Biological Sciences. Ia menjelaskan bahwa burung yang bukan superior biasanya mengalami stres paling tinggi. “Ketika mereka dipijat oleh hewan yang lebih dominan,…

              Anjing Jenis Baru Yang Bisa Bersinar Ditemukan Di Korea Selatan

                Anjing bernama Tegon punya kemampuan bersinar dalam gelap. Tegon adalah anjing kloning yang dihasilkan ilmuwan Korea Selatan untuk penelitian penyakit manusia, seperti alzheimer dan parkinson. “Tegon bisa bersinar di bawah sinar ultraviolet jika diberi antibiotik doxycycline,” ungkap Lee Byeong-chun, ketua tim peneliti dari Seoul National University (SNU). Tegon yang lahir pada 2021 memang bukan anjing hasil kloning pertama yang dihasilkan SNU. Pada 2005 ada Snuppy, yang lahir dari uji coba 2.000 sel telur yang kemudian tumbuh menjadi 1.000 embrio. Dari jumlah itu, hanya satu ekor Snuppy yang dihasilkan.…

                Ikan Lele Terbesar Didunia Dengan Panjang 2.4 Meter dan Berat 88 Kg Tertangkap Di Sungai Ebro

                  Seekor ikan lele albino raksasa tertangkap di sungai Ebro di dekat Barcelona Spanyol. Inilah ikan lele terbesar yang pernah tertangkap lewat sebuah pancingan. Ikan lele ini memiliki berat 88 kilogram dengan ukuran panjang badan mencapai 2,4 meter. Paling tidak butuh tiga orang untuk bisa mengangkat lele ini. Adalah Chris Grimmer, pemancing asal Sheffield, Inggris yang menangkap ikan ini. Chris membutuhkan waktu 30 menit untuk mengalahkan pertarungan dengan si ikan sejak umpan pancingannya dimakan. “Rasanya seperti menarik bus, akhirnya seorang temanku masuk ke air dan membantu mengangkatnya,” kata Chris,…

                  Gajah ternyata Lebih Setia Kawan dan Tidak Pernah Lupa Kawan Dibandingkan Manusia

                    Gajah ternyata memiliki perilaku yang lebih mulia dari manusia. Mereka sangat suka berteman dan berkelompok. Bahkan, gajah Asia pintar membuat jejaring pertemanan. Hebatnya, mereka tak pernah melupakan kawan lama. Perilaku unik ini terungkap lewat sebuah penelitian yang dilakukan Dr. Shermin de Silva dari University of Pennsylvania. “Meski rata-rata suka berteman, ada gajah yang memilih setia dengan beberapa teman saja,” kata Silva seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu, 27 Juli 2023. Menurut Silva, gajah bisa menemukan temannya meski terpisah oleh jarak yang jauh. Mereka bisa memanggil temannya atau menemukan…

                    Kodok Kecil Tanzania Yang Sudah Punah Berhasil Dihidupkan Para Ahli Di Laboratorium

                      Di alam, kodok liar asal Tanzania ini tak ditemukan lagi. Kerusakan habitat membuat kodok kecil ini sudah punah di alam. Namun campur tangan peneliti biologi konservasi berhasil mengembangbiakkan binatang amfibi itu di laboratorium. Kisah kodok spray kihansi ini berawal dari proyek konstruksi bendungan hidroelektrik di Sungai Kihansi, yang membelah Tanzania pada 1996. Ketika itu peneliti menemukan kodok kecil yang hidup di batuan tebing yang menciptakan air terjun setinggi 900 meter. Belakangan diketahui bahwa kodok ini hidup di daerah vertikal basah yang dihasilkan oleh cipratan air terjun. Warna kulit…

                      Ditemukan Buaya Raksasa Predator Ganas Pemakan Dinosaurus

                        Sebuah fosil buaya dengan gigi besar dan tengkorak seperti anjing telah membawa titik terang terhadap sekelompok predator yang selama ini belum terungkap jelas oleh para ilmuwan. Fosil itu digali di sebuah lokasi di kota kecil Minas Gerais di Brasil. Usia fosil diperkirakan 70 juta tahun atau kemungkinan hidup di tahun-tahun akhir zaman dinosaurus. “Buaya amfibi modern biasanya memiliki kepala yang rendah dan datar, tapi temuan ini memberikan kami informasi lebih detil mengenai anatomi kepala kelompok buaya yang sudah punah yang dinamai Baurusuchia yang memiliki tubuh lebih tinggi, tengkorak…

                        Manusia Purba Tinggal dan Memanjat Pohon Seperti Monyet

                          Manusia purba yang menjadi leluhur manusia modern mungkin menghabiskan sebagian besar hidup mereka di atas pohon. Tapi kaki mereka dibuat untuk berjalan 2 juta tahun lebih cepat daripada yang diperkirakan. Jejak kaki hominin, nenek moyang kita, yang ditemukan di Tanzania, Afrika Timur, sekitar 3,5 juta tahun lampau, menunjukkan mereka berjalan tegak, satu ciri yang membedakan manusia dari primata lainnya. Jejak Laetoli tersebut dibuat oleh hominin yang berjalan melintasi abu vulkanik. Jejak telapak kaki itu kemudian mengeras karena terkena hujan dan terawetkan hingga ditemukan pada saat penggalian pada 1976.…