Lompat ke konten

Dunia Binatang

Ilmuwan Texas Menemukan Rahasia Umur Panjang Dari Mengamati Cacing

    ilmuwan dari Texas telah membuat penemuan penting yang bisa menghadirkan cara membuat manusia mampu hidup lebih lama. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati kehidupan cacing Caenorhabditis elegans yang mampu menemukan keadaan metabolik baru terkait dengan kemampuannya berumur panjang. “C elegans merupakan contoh hewan yang berguna untuk biologis manusia karena relatif sederhana dan kita pun lebih mampu memahami gen yang mengontrol metabolisme mereka,” kata Gerald Weissmann, Kepala Editor Jurnal FASEB. “Dengan membantu cacing ini untuk hidup lebih lama, kita pum mampu memahami konsep proses penuaan manusia,” tambahnya. C. elegans memang…

    Serigala Jenis Baru Ditemukan Di Mesir dan Hidup Berdampingan Dengan Anjing Hutan Emas

      Ilmuwan berhasil menemukan spesies serigala baru (jackal) Afrika di wilayah Mesir. Mereka menemukannya lewat proses analisa genetik. Hasil penemuan dipublikasikan di Jurnal PLoS ONE yang diterbitkan minggu ini. Spesies baru tersebut termasuk kelompok Serigala Abu-abu. Sebelumnya, serigala itu diduga sebagai sub spesies Anjing Hutan Mesir atau Anjing Hutan Emas. Tapi, hasil analisa menunjukkan bahwa serigala abu-abu adalah spesies baru. Spesies ini ditemukan oleh tim peneliti gabungan dari berbagai universitas. Mereka adalah tim dari Wildlife Conservation Research Unit (WildCRU) Oxford University, Universitas Oslo dan Universitas Addis Ababa. Dr Eli…

      Cacing Nipah Naga Sepanjang 2,5 Meter Ditemukan Di Tanjung Api-api Banyuasin

        Warga di kawasan Tanjung Api-api, Banyuasin, Sumatera Selatan, dihebohkan dengan penemuan cacing nipah sepanjang 2,5 meter. Uniknya lagi, cacing itu punya dua taring besar di kepala. Karena bentuknya yang unik, warga sekitar menyebut hewan melata itu sebagai cacing naga. Badan cacing naga seukuran jari warna merah ini, sedikit mirip lipan yang punya banyak kaki di sepanjang bagian bawah tubuh. Namun, terlihat dan terasa lebih lunak khas hewan mollusca. Cacing ini ditemukan oleh Timan. War (26), putra Timan, mengatakan, cacing tersebut ditangkap dengan menggunakan besi yang dibentuk seperti garpu.…

        Ikan Hiu Terbukti Buta Warna

          Hiu ternyata buta warna. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan hasil studi yang dipublikasikan para ilmuwan di jurnal Naturwissenschaften Selasa kemarin (18/1/2011). Untuk mendapatkan kesimpulan itu, peneliti melakukan observasi pada mata hiu dengan menggunakan teknik micro-spektofotometri. Mereka mengamati sel-sel penyusun retina mata pada 17 spesies hiu yang ditangkap di wilayah Queensland dan Australia Barat. Hasilnya, mereka menemukan bahwa 10 dari 17 spesies hiu tidak memiliki sel berbentuk kerucut, sel yang berperan dalam membedakan warna. Sementara, 7 spesies lain hanya punya 1 jenis sel kerucut, yakni jenis yang peka pada warna…

          Katak Yang Bisa Bernyanyi Ditemukan Di Haiti Kuba

            Para ahli konservasi dari Conservation International berhasil menemukan kembali enam jenis katak endemik Haiti. Katak yang ditemukan termasuk jenis yang telah menghilang selama puluhan tahun dan diduga punah serta beberapa di antaranya memiliki suara yang elok seperti nyanyian. Enam jenis katak yang ditemukan ialah katak Hispaniolan ventriloquial, katak Mozart, katak rumput La Selle, katak Macaya dada berbintik, katak Hispaniola bermahkota, dan katak Macaya burrowing. Salah satu jenis yang unik adalah katak Hispaniolan ventriloquial. Spesies itu bisa “melempar” suara ke tempat yang jauh sehingga bisa mengecoh predator yang memburunya…

            Sejak Tahun Baru 2023 Kematian Massal Ribuan Burung dan Ratusan Ton Ikan Meluas Dari Swedia Hingga Selandia Baru

              Kematian massal berbagai jenis burung dan ikan dilaporkan meluas hingga berbagai penjuru dunia, Rabu (5/1). Hanya beberapa hari setelah 5.000 burung berjatuhan dalam keadaan mati di Negara Bagian Arkansas, Amerika Serikat, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Negara Bagian Lousiana, AS, dan di sebuah kota di Swedia. Christer Olofsson, petugas layanan darurat di kota Falkoeping, mengatakan, burung-burung mulai berjatuhan di kota di Swedia barat daya itu sejak Selasa tengah malam. Sekitar 50-100 burung jackdaw—sejenis gagak—ditemukan terkapar di jalanan berlapis salju. Sebagian besar sudah mati. Institut Kedokteran Hewan Swedia…

              Kejantanan Seekor Ikan Ternyata Mampu Membangkitkan Birahi

                Bila Anda seekor ikan Cichlid jantan, sebaiknya Anda adalah ikan petarung. Sebab, ikan Cichlid jantan yang jago berkelahi bisa membuat para Cichlid betina klepek-klepek. Menurut riset terakhir para ilmuwan, ikan-ikan Cichlid betina Afrika mendapatkan kesempatan reproduksi hanya ketika mereka mendapati Cichlid pejantan sebagai ikan yang memenangkan sebuah perkelahian. Birahi Cichlid betina akan terangsang bila ia mendapati pejantan mereka memenangkan perkelahian. Menurut peneliti riset ini, Julie Desjardins, mungkin ini sama dengan seorang wanita yang mengencani seorang petinju dan ia melihat calon pasangannya berhasil menggebuki orang lain. Desjardins, yang tengah…

                Ulat Bulu Mampu Bersiul Untuk Menakut Nakuti Burung Pemangsa

                  Ulat bulu ternyata tak cuma mahir membuat sekujur tubuh Anda gatal-gatal tak keruan, tapi juga bisa bersiul layaknya seekor burung. Memang ulat bulu memang tak akan bersiul seperti burung melalui mulut mereka. Namun, menurut para peneliti, ulat bulu bisa bersiul dengan melalui sisi-sisi tubuh mereka. Ini mereka lakukan sebagai mekanisme pertahanan diri untuk mengusir burung-burung predator. Dari hasil penelitian terhadap ulat bulu sphinx walnut caterpillar atau Arnorpha juglandis, asal siulan mereka berasal dari tubuh mereka. Seperti dikutip dari Livescience, setelah diamati melalui video berkecepatan tinggi, para periset berkesimpulan…

                  Tikus Got Afrika Ternyata Mampu Menjadi Detektor Penyakit Tuberkolosis TBC

                    Ingin tahu apakah Anda mengidap Tuberculosis atau TB? Coba meludah ke arah tikus. Dari penelitian terbaru, tikus besar Afrika yang terlatih mampu mendeteksi TB 44 persen lebih baik dibanding manusia yang juga dilatih dan menggunakan mikroskop. Pada penelitian, ilmuwan meneliti dahak dari 10.523 pasien di Tanzania. Awalnya, sampel-sampel ini dianalisa menggunakan mikroskop oleh sejumlah teknisi terlatih di pusat Direct Observation Treatment Short-Course (DOTS). Setelah itu, giliran tikus yang diberi kesempatan mendeteksinya. Sebagai informasi, TB merupakan penyakit yang sangat mematikan. Secara global, penyakit ini memakan korban hingga 3 juta…

                    Spesies Cumi Cumi Terbang Berhasil Ditemukan Oleh Seorang Wartawan dan Fotografer

                      Tentu sudah tahu apa itu Cumi-cumi karena akrab dengan dapur dan tak asing muncul sebagai hidangan lezat. Tapi jarang menemukan hewan laut jenis moluska ini melayang di udara atau terbang beberapa saat meninggalkan habitatnya. Seperti yang diabadikan Graham Ekins, seorang fotografer Inggris, berhasil memotret Cumi-cumi terbang. Hewan invertebrata atau tanpa tulang belakang ini meloncat dari air laut di perairan Jepang dan beberapa saat terbang di udara. Benar-benar foto langka dan indah. Makhluk ini menggunakan siripnya berfungsi seperti sayap mengendalikan arah terbang dan melayang. Bahkan menurut pengamatan fotografer tersebut,…

                      Manusia Yang Bukan Kidal Ternyata Memiliki Banyak Kesamaan Dengan Kecoa

                        KITA sering ketakutan saat mendapati kecoak ada di rumah kita. Padahal ternyata kita punya kesamaan dengan kecoak. Apakah itu? Akan tetapi, dari penelitian terbaru terungkap bahwa sebagian besar manusia ternyata memiliki perilaku mendasar yang sama dengan makhluk menjijikkan itu. Persamaan itu bahwa manusia dan kecoa lebih banyak menggunakan tangan kanan. Sebagaimana dikutip ScienceMag, 12 Desember 2022, peneliti melakukan penelitian tentang kecoa. Peneliti melepaskan kecoak pada tabung berbentuk Y. Tabung itu sebelumnya sudah diberi aroma vanilla atau ethanol untuk menarik serangga itu melewati percabangan. Peneliti kemudian mencatat arah mana…

                        Fosil Bangau Raksasa Paling Tinggi Didunia Setinggi 1,8 Meter Ditemukan di Flores

                          Menurut Zoological Journal of the Linnean Society, fosil bangau putih raksasa ditemukan di Pulau Flores. Peneliti mengatakan, penemuan fosil bangau ini penting untuk mempelajari evolusi manusia purba yang juga ditemukan di pulau ini, Homo floresiensis. Bangau putih yang diberi nama Leptoptilos robustus itu memiliki tinggi 1,8 meter dan berat hingga 16 kilogram, membuatnya paling tinggi dan paling berat di antara spesies bangau lainnya. Paleontolog Hanneke Meijer dari National Museum of Natural History di Leiden, Belanda, menemukan fosil ini bersama koleganya, Dr Rokus Due dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional…