Lompat ke konten

Fisika

Ledakan Meteorit Yang Jatuh Dari Langit Merusak Tiga Rumah Di Duren Sawit Jakarta

    Ledakan misterius di Duren Sawit, Jakarta Timur, masih mengundang tanda tanya, termasuk bagi para peneliti antariksa di Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN). Berdasarkan temuan Puslabfor Polri, ledakan tersebut kemungkinan disebabkan benda antariksa. Menurut Dr Thomas Djamaluddin, pakar antariksa LAPAN, kalau benar ledakan tersebut disebabkan meteorit, peristiwa semacam ini termasuk langka. Dalam artian, ledakan meteorit yang dekat permukaan Bumi dan diketahui manusia jarang ditemui. “Laporan yang sampai di LAPAN, meteorit jatuh pernah terjadi sekitar awal tahun 2000-an di Tegal, tahun 2003 di Pontianak, dan tahun 2007 di Bali,”…

    Ilmuwan Menemukan Arus Yang 40 Kali Lebih Besar Dari Sungai Amazon

      Beberapa ilmuwan menemukan arus samudra dalam yang bergerak cepat dengan volume 40 kali Sungai Amazon di dekat Kutub Selatan, yang akan membantu para peneliti memantau dampak perubahan iklim di samudra di dunia. Satu tim ilmuwan Australia dan Jepang, dalam satu studi yang disiarkan di dalam jurnal Nature Geoscience, Minggu (25/4/2010), mendapati, arus tersebut bagian penting pola sirkulasi samudra global yang membantu memantau iklim planet. Para ilmuwan sebelumnya telah mendeteksi bukti mengenai arus tersebut tapi tak memiliki data mengenai itu. “Kami tidak mengetahui apakah itu adalah bagian sirkulasi penting…

      Lapan Gelar Workshop Kompetisi Membuat Roket

        Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menggebrak minat teknologi kedirgantaraan melalui wadah kompetisi roket untuk mahasiswa se-Indonesia. Sebelum kompetisi berlangsung, Minggu (25/4), Lapan turut mendukung DP2M DIKTI, UGM, AAU, dan Pemkab Bantul dalam hal penyelenggaraan workshop bertajuk Kompetisi Roket Indonesia (Korindo) 2022. Ajang berbasis teknologi dirgantara ini bertujuan untuk menjaring minat dan prestasi mahasiswa dalam rancang bangun sistem muatan roket. Workshop berlangsung di Ruang Sidang II, Gd. KPTU, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Mengawali acara, Dekan Fakultas Teknik UGM, Ir. Tumiran, M.Eng.,…

        Swiss Uji Pesawat Tenaga Surya Yang Dapat Terbang Tanpa Henti

          Prototipe pesawat dengan tenaga surya, Solar Impulse, berhasil menjalani uji terbang yang pertama di Swiss, Rabu (7/4/2010), dengan kecepatan 45 kilometer per jam. Bertrand Piccard, yang ikut memimpin proyek ini, menyebutkan, Solar Impulse lepas landas dengan mulus di Lapangan Udara Payerne. Dengan kekuatan 10 motor elektrik, pesawat ringan dengan satu penumpang dan pilot naik perlahan-lahan hingga 1.200 meter di atas permukaan laut dan mendarat setelah mengudara selama 87 menit. ”Hasilnya sesuai dengan rencana. Kami siap melangkah ke tahap selanjutnya,” kata Piccard. Tim beranggotakan 70 orang telah bekerja tujuh…

          PT. Dirgantara Indonesia Sudah Mampu Membuat Pesawat Ampibi

            PT Dirgantara Indonesia ternyata mempunyai kemampuan membuat pesawat amfibi. Sayangnya, kemampuan ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk bangsa ini. Padahal, kalau dimanfaatkan, pesawat amfibi bisa menjadi solusi strategis dan ekonomis bagi Indonesia. “Harusnya, pesawat itu bisa menjadi solusi bagi Indonesia, baik karena pertimbangan alam yang memiliki lautan yang luas dan sungai yang banyak, maupun dalam konteks tourisme,” ujar anggota Komisi I dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Al Muzzammil Yusuf, yang menghubungi Kompas di Jakarta, Jumat (12/3/2010), setelah kemarin melakukan kunjungan kerja ke PT DI. Selain itu, menurut Al…

            Wanita Cantik Ilmuwan Astrofisika Menang Poker Senilai 13 Milyar

              Wanita cantik lulusan universitas di Inggris ini telah memenangkan lebih dari 1 juta pounds (Rp 13 miliar) pada sebuah turnamen poker di San Remo, Italia. Olivia Boeree (25) menjadi wanita ketiga yang pernah memenangkan European Poker Tour (EPT) dan mampu mengalahkan 1.240 pemain lainnya, lalu meraih hadiah fantastis 1.250.000 euro. Olivia, yang memiliki nama panggilan Liv dan mengambil bidang astrofisika di Universitas Manchester ini, mengaku sempat tidak percaya saat mengalahkan Jakob Carlsson, pemain poker profesional asal Swedia. “Aku nyaris tidak percaya bisa mengatasi situasi yang paling sulit dalam…

              Bahan Bakar gas Elpiji Ternyata Lebih Irit Bila Digunakan Di Sepeda Motor

                Penggemar otomotif banyak yang paham manakala bensin digantikan elpiji dapat menjalankan mesin kendaraan seperti sepeda motor. Hasilnya akan lebih irit dan ramah lingkungan. Tetapi, faktanya masih terlampau sedikit orang yang berani mengaplikasikannya. Kalau tidak tahu tekniknya, tabung elpiji untuk bahan bakar sepeda motor itu bisa meledak dan mencelakakan orang di sekitarnya,” kata Soelaiman Budi Sunarto, pendiri Koperasi Serba Usaha (KSU) Agro Makmur, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Sekarang ini elpiji dalam kemasan tabung kecil ukuran tiga kilogram sangat mudah dijumpai. Tetapi, masih saja belum begitu banyak orang yang mengenal…

                600 Tahun Yang Silam Para Ulama Mendaur Ulang Jelaga Untuk Tinta Menulis

                  Sebanyak 250 ulama dari 14 negara menghadiri Konferensi Internasional I Aksi Umat Islam untuk Perubahan Iklim di Kota Bogor, Jumat (9/4/2010) hingga Sabtu (10/4/2010). Mereka memantapkan akar-akar teologis soal kepedulian Islam terhadap lingkungan hidup. Mahmoud Akef, pendiri Earth Mate Dialog Center yang berbasis di London, Inggris, mengatakan, masalah lingkungan hidup banyak dibahas dalam Al Quran. Begitu juga dalam keseharian Nabi Muhammad, beliau banyak berbicara tentang perlunya menjaga lingkungan. Ia mencontohkan tindakan para ulama 600 tahun silam di Masjid Solaimania di Istambul, Turki. Pada saat itu, prinsip mendaur ulang…

                  Ahli Cuaca Dinamika Atmosfer Indonesia Semakin Tidak Mampu Memprediksi Hujan Di Indonesia

                    Ahli dinamika atmosfer Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral Institut Teknologi Bandung Tri Wahyu Hadi mengatakan, iklim global termasuk di Indonesia saat ini makin kompleks, terutama dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Secara global, selain osilasi tahunan berupa muson barat, iklim di Indonesia sangat dipengaruhi El Nino dan La Nina, Dipole Mode di India, serta Osilasi Medden-Julian. Jika dulu, misalnya, pola La Nina dan El Nino bisa diprediksi termasuk daerah yang terkena dampaknya, saat ini hal itu sulit dilakukan. “Dibandingkan tahun-tahun 60-an, peluang munculnya hujan lebat saat ini…

                    Misteri Kilatan Cahaya Di Angkasa 400 Tahun Lalu Akhirnya Terpecahkan

                      Kilatan cahaya terang di langit yang mengejutkan astronom Denmark, Tycho Brahe, lebih dari 400 tahun lalu bukanlah sesuatu yang aneh. Setidaknya setelah tim ilmuwan mengungkap rahasia di balik terjadinya peristiwa yang jarang terlihat kasat mata tersebut. Sejauh ini, para ilmuwan yakin bahwa cahaya terang tersebut berasal dari ledakan bintang atau supernova. Namun, apa jenis supernova yang menyebabkannya masih menjadi teka-teki alam sampai kini. Penelitian terakhir yang dimuat jurnal Nature menyimpulkan bahwa cahaya terang tersebut berasal dari ledakan bintang kembar jenis kerdil putih (white dwarf). Kesimpulan tersebut diperoleh setelah…

                      Pengembangan Teknologi Nano Belum Terintegrasi Dengan Benar

                        Indonesia masih tertinggal dalam pengembangan teknologi nano di tingkat Asia Tenggara, apalagi dunia. Ketiadaan lembaga nasional yang berfungsi sebagai koordinasi riset dan penentu jenis teknologi nano yang akan difokuskan adalah salah satu pemicunya. Hal ini terungkap dalam seminar ”Pembaharuan Pendidikan Tinggi Teknik Mesin”, Sabtu (8/11) di kampus Institut Teknologi Bandung. Dalam seminar yang diadakan untuk menyambut 70 tahun Prof Filino Harahap (guru besar Teknik Mesin ITB) ini hadir sejumlah narasumber yang berkecimpung di dunia teknologi nano, antara lain Prof Gang Chen dari Massachusetts Institute of Technology; Ratno Nuryadi,…

                        Ketimpangan Pengembangan Riset Di Indonesia

                          Ketimpangan pengembangan riset berupa rendahnya riset aplikatif dan tingginya riset dasar mulai dibenahi oleh Dewan Riset Nasional. Melalui pengumpulan data dasar kegiatan-kegiatan riset, lembaga ini mencoba memaparkan potensi-potensi kolaborasi dari hasil-hasil riset. ”Penyebab lebih tingginya intensitas riset dasar masih dikaji. Setidaknya, ini menunjukkan bahwa prakarsa kegiatan masih dari para periset, bukan dari kalangan pelaku industri,” kata Sekretaris Dewan Riset Nasional (DRN) Tusy A Adibroto, Senin (3/11) di Jakarta. Sekretaris Menteri Negara Riset dan Teknologi Benyamin Lakitan mengungkapkan, dari program insentif riset Rp 100 miliar setiap tahun juga bisa…