Lompat ke konten

Geologi

Gunung Berapi Titan Meletus Mengeluarkan Es Beku dan Bukan Lava Panas

    Cassini, pesawat ruang angkasa milik NASA, menemukan gunung berapi berselimut es di Titan. Temuan itu tampak dari hasil pemetaan tiga dimensi di Sotra Facula, wilayah di Titan yang merupakan bulan terbesar planet Saturnus. Tampak dua puncak gunung dengan ketinggian sekitar 3.000 kaki. “Kami terkesan karena bentuknya mirip gunung berapi Etna di Italia dan Laki di Islandia,” kata Randolph Kirk, koordinator pemetaan 3-D. Tim peneliti kemarin memaparkan hasil foto-foto Cassini pada pertemuan American Geophysical Union di San Francisco. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan berdebat apakah gunung berapi es yang biasa…

    Permukaan Bumi Semakin Cepat Bergeser Ke Arah Kutub Utara

      Permukaan bumi bergerak secara perlahan ke arah kutub utara sebesar 0,035 inci atau 0,88 milimeter setiap tahun diukur dari pusat massa bumi. Pergeseran itu diketahui dari perubahan massa air di seluruh bumi digabungkan dengan faktor post-glacial rebound atau saat permukaan bumi naik akibat tertekan massa yang berat dari lapisan es atau glasier pada akhir zaman es. Saat lapisan es itu turun, permukaan tanah di bawahnya justru naik secara berkelanjutan. Dari pemodelan diketahui, pergerakan akan terjadi ke arah kutub utara terhadap pusat massa bumi. Pergeseran itu lebih besar dari…

      Aktifitas Magma Dibawah Permukaan Tanah Di Arab Saudi Sebabkan Ribuan Gempa Kecil dan Tanah Terbelah Sepanjang 8 Km

        Aktivitas magma diperkirakan saat ini sedang terjadi di bawah permukaan tanah di sebelah barat laut Arab Saudi. Ini menyebabkan ribuan kali gempa kecil hingga sedang menerpa beberapa bagian wilayah negara tersebut. Pada penghitungan April hingga Juni 2021, tercatat 30.000 kali gempa kecil hingga sedang. Ini antara 2 dan 5,4 skala Richter. Aktivitas magma ini diperkirakan terjadi pada bidang lava kuno yang disebut Harrat Lunayyir. Kejadian ini sempat menimbulkan kerusakan beberapa gedung di sekitarnya. Bahkan, tercatat sebanyak 40.000 penduduk dari wilayah tersebut pernah diungsikan akibat gempa. Ahli geologi dari…

        Indonesia Punya Cadangan Uranium Sedikitnya 53.000 Ton Dan Belum Termasuk Yang Dikuasai Sepihak Oleh Freeport

          Indonesia memiliki cadangan uranium 53 ribu ton yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), yakni sebanyak 29 ribu ton di Kalimantan Barat dan 24 ribu ton sisanya ada di Bangka Belitung. “Selain itu Papua juga diindikasikan memiliki cadangan uranium yang cukup besar. Tapi soal ini masih akan diteliti dulu,” kata Deputi Pengembangan Teknologi Daur Bahan Nuklir dan Rekayasa Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Dr Djarot S Wisnubroto kepada pers di Jakarta, Selasa malam. Perkiraan bahwa Pulau Papua menyimpan cadangan uranium atau bahan baku nuklir…

          Pintu Neraka Dunia Telah Ditemukan Di Usbekistan

            Pintu neraka sering dilukiskan dengan suasana api menyala yang sangat mengerikan panasnya. Kondisi seperti itulah yang terdapat di sebuah lubang api menganga di daratan Usbekistan, Asia Tengah. Maka lubang api itu pun disebut sebagai “pintu neraka”. Lubang api itu berukuran sekitar dua kali lapangan bola dengan kedalaman lebih dari 30 meter. Semula ukurannya tidak sebesar itu sejak pertama kali tahun 1975 “pintu neraka” itu dijumpai manusia. Awalnya ahli geologi menggali dengan alat berat untuk pengeboran gas alam. Anehnya, di lokasi itu ditemukan jurang besar di bawah tanah. Saking…

            Rahasia Kehidupan Gelap Abadi Di Kedalaman 4000 Meter Laut Sanghie

              Ada yang hidup di dalam sana, dalam kegelapan yang abadi tanpa sentuhan sinar matahari. Sebuah ekosistem sempurna di kedalaman lebih dari 4.000 meter di bawah laut Sangihe, Sulawesi Utara, terungkap dalam ekspedisi Index Satal yang merupakan kolaborasi antara peneliti Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Selama tiga bulan, 20 peneliti asal Indonesia yang berasal dari Badan Riset dKelautan dan Perikanan (BRKP), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Perguruan Tinggi, serta delapan peneliti dari National Oceanic and Atmospheric Administator (NOAA) menjelajahi gunung-gunung bawah laut…

              Kandungan Air di Bulan Ternyata Lebih Banyak dari Perkiraan

                Kandungan air di Bulan lebih banyak dari perkiraan terdahulu dan dan dipercaya berada di bawah permukaan Bulan, menurut laporan yang diterbitkan Senin seperti dikutip Reuters. Misi ke Bulan terbaru telah menunjukkan beku air pada bayang kawah permukaan Bulan, dan es di bawah debu abu-abu. Namun, beku es tersebut bisa dibawa secara potongan pada asteroid yang berjatuhan di permukaan Bulan. Tetapi penelitian baru yang dipublikasikan oleh Proceedings of the National Academy of Science menunjukkan bahwa kandungan air jauh lebih banyak dari perkiraan tersebut. Hal ini merupakan  penemuan penting untuk…

                Saluran Air Bertekanan Super Canggih Telah Ditemukan Suku Maya Ribuan Tahun Sebelum Orang Eropa

                  Tim peneliti dari Amerika Serikat baru saja menemukan kanal atau saluran air karya suku Maya di Kota Palenque, Meksiko, yang merupakan contoh pertama rekayasa tekanan air di dunia. Tim peneliti dari Universitas Pennsylvania itu seorang arkeolog dan ahli hidrologi. Mereka menemukan bukti bagaimana suku Maya menggunakan saluran air yang diatur dengan tekanan, tetapi masih belum diketahui proses detailnya. “Sistem tekanan air sebelumnya diperkirakan diperkenalkan oleh bangsa Spanyol ketika kedatangannya,” ujar peneliti dalam Journal of Archaeological Science edisi terbaru. Tetapi kini ada bukti baru yang lebih tua. Berdasarkan data…

                  Gunung Berapi di Venus masih Muda dan Aktif

                    Bukti baru-baru ini tentang sejumlah titik gunung berapi aktif di Venus seperti yang ada di Kepulauan Hawaii telah ditemukan dalam pengamatan baru oleh pesawat ruang angkasa Eropa. Gunung-gunung itu relatif berusia muda dan berpotensi aktif. Dari permukaan tersebut dapat memberikan ilmuwan petunjuk bagaimana planet ini telah dilapisi kembali setelah bertahun-tahun miliar terakhir. Pada gilirannya, ini dapat membantu untuk lebih memahami dinamika interior Venus serta perubahan iklim terhadap tetangga terdekat Bumi ini dan Bumi sendiri. Adanya beberapa hotspot permukaan Venus pertama kali diketahui oleh pesawat ruang angkasa Magellan milik…

                    Indonesia dan Jepang Kerjasama Untuk Mengurangi Bahaya Gempa

                      Indonesia dan Jepang adalah dua negara yang sama-sama sering diguncang gempa Bumi. Berdasar kesamaan “nasib” itu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Kementerian Riset dan Teknologi (RISTEK) bekerjasama dengan Japan International Coorporation Agency (JICA) dan Japan Science and Technology (JST) menggagas program untuk mengurangi bahaya gempa. Program Multi-Disiplin dalam Pengurangan Bahaya Gempa Bumi dan Gunung Api di Indonesia ini merupakan sebuah upaya mereduksi bahaya akibat gempa bumi maupun vulkanologi. Kerjasama riset antara Jepang dan Indonesia ini direncanakan berjalan selama 3 tahun dari tahun 2021 hingga 2023, meliputi enam…

                      Bumi dan Air Membeku Akibat Matahari Tidur Terlalu Lama

                        Cuaca dingin ekstrem melanda kawasan lintang tinggi Bumi. Fenomena ini, antara lain, disebabkan oleh Matahari yang tidur berkepanjangan. Dampaknya menjadi terasa berat karena semakin diperparah oleh adanya pemanasan Bumi dan perubahan iklim global. Sejak Desember lalu, suhu ekstrem terus melanda kawasan Lintang Utara, yaitu mulai dari Benua Amerika, Eropa, hingga Asia. Di Eropa, suhu dingin bulan lalu pernah mencapai minus 16 derajat celsius di Rusia dan minus 22 derajat celsius di Jerman. Bagi Inggris, ini suhu ekstrem terdingin dalam 30 tahun terakhir. Jalur transportasi ke Perancis lumpuh. Amerika…

                        Pulau Baru Muncul Sehabis Gempa Aceh Mengandung Batu Bara

                          Gosong Wulawan, sebutan yang berarti karang emas untuk “pulau” yang baru tumbuh di perairan Haloban, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil, diyakini mengandung material berharga berupa batu bara, gas, dan mineral pirit. Gundukan yang dinamai kubah lumpur itu kemarin tidak lagi menyemburkan lumpur, tetapi gas yang jenisnya belum teridentifikasi. Potensi barang tambang berharga itu diprediksi oleh tim ahli geologi yang menyelam dan mengambil sampel pasir dan batu di gundukan berbentuk kerucut itu, Rabu (21/4/2010). “Akan tetapi, prediksi itu masih memerlukan penelitian lebih lanjut dalam waktu yang lama,”…