Lompat ke konten

Hujan Bunga Serbuk Sari Landa Jepang Setelah Mengalami Tsunami

Hujan kuning melanda wilayah Kanto dekat Tokyo, Jepang. Badan Meteorologi Jepang meminta warga tak usah panik, karena warna kuning bukan berasal dari bahan radiokatif seperti yang dikawatirkan, tapi serbuk sari.

Badan Meteorologi Jepang menerima 2.000 aduan Selasa 22 Maret 2023 pagi mengenai residu kekuningan yang terdapat di atap rumah warga setelah hujan. Warga khawatir warna kekuningan ditimbulkan dari efek radiasi yang berasal dari pembangkit listrik nuklir yang rusak yang berjarak 220 kilometer di sebelah timur utara Tokyo.

Menurut Kementerian Lingkungan hidup, serbuk sari dalam jumlah banyak terlihat di udara di wilayah Kanton. Serbuk itu jatuh bersamaan dengan hujan. Namun, dinas kesehatan kota metropolitan Tokyo menyatakan ada kemungkinan hujan mengandung bahan radioaktif tetapi dalam tingkat yang tidak membahayakan kesehatan manusia.

Jepang saat ini darurat nuklir setelah pembangkit listrik tenaga nuklirnya di Fukushima rusak akibat gempa 8,9 skala Richter yang disusul tsunami pada 11 Maret lalu. Seluruh penduduk dalam radius 20 kilometer dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima itu dievakuasi. Berbagai produk di wilayah tersebut, seperti susu dan sayuran terpapar radiasi.

Dampak radiasi akibat terbakarnya pembangkit listrik nuklir Fukushima juga makin meluas. Pemerintah Jepang kemarin mengumumkan air ledeng di Tokyo telah mencapai level yang mengkhawatirkan. “Kami mengimbau agar air ledeng tidak diminum oleh anak, juga untuk membuat susu bayi di bawah 1 tahun,” kata Gubernur Tokyo, Shintaro Ishihara seperti dikutip dari MSNBC

1 tanggapan pada “Hujan Bunga Serbuk Sari Landa Jepang Setelah Mengalami Tsunami”

  1. jenis bunga apa yang sampai menyebabkan hujan serbuk sari tersebut? dan dengan alat apa kita dapat mengetahui bahwa itu serbuk sari, bukan nuklir ???

Komentar ditutup.