Lompat ke konten

Lingkungan Hidup

Rusia Membuat Pembangkit Listrik Tenaga Jerami di Sumatera Utara Indonesia

    Perusahaan asal Rusia, JSC PromSviaz Automatika, akan membangun pembangkit listrik menggunakan limbah tanaman padi, jerami, dan sekam di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Pembangkit memiliki kapasitas 10 megawatt hingga 20 megawatt tergantung ketersediaan jerami dan sekam. Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (24/10), menandatangani nota kesepahaman tentang pembangunan pembangkit listrik itu. Penandatanganan dilakukan dengan perwakilan JSC PromSviaz, PLN Wilayah Sumatera Utara, dan perwakilan Babcock and Brown, lembaga finansial asal Australia yang rencananya mendanai pembangunan proyek itu. Menurut Sahat M Sinaga, perwakilan Xoma Power Nusantara, perusahaan yang akan menggandeng JSC…

    Suhu Tertinggi Tercatat Di Artik Yaitu 5 Derajat Lebih Tinggi Dari Suhu Normal

      Penelitian terbaru Badan Atmosfer dan Kelautan Nasional (NOAA) Amerika Serikat menyebutkan, suhu musim gugur di kawasan Arktik, dekat Kutub Utara, tercatat lebih tinggi 5 derajat Celsius dari kondisi normal. Pada laporan berjudul “The Arctic Report Card 2020” disebutkan, perubahan di kawasan itu merupakan efek domino paling jelas di antara kawasan lain di dunia. Sulit untuk tidak mengaitkannya dengan pemanasan global. Laporan hasil inisiatif penelitian tahun 2006 itu memonitor kondisi Arktik, termasuk atmosfer, lautan es, air laut, serta kehidupan flora dan fauna. Hasilnya, atmosfer, lautan es, dan Greenland diberi…

      Cagar Biosfer Indonesia Akan Ditambah Oleh UNESCO

        Indonesia mengajukan satu lagi usulan menambah cagar biosfer kepada Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan atau Unesco. Hingga tahun 1988, Indonesia memiliki enam cagar biosfer yang tersebar di beberapa provinsi. Usulan cagar biosfer (CB) yang diajukan ke >small 2<Unesco>small 0< itu akan diberi nama CB Giam Siak Bukit Batu di Kabupaten Bengkalis dan Siak, Provinsi Riau. ”Tinggal menunggu keputusan >small 2<Unesco>small 0<,” kata Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Endang Sukara di Jakarta, Senin (20/10). Keenam CB yang sudah ada, yaitu CB…

        Warga Bengkulu Menangkap Harimau Daun Yang Langka Untuk Diawetkan dan Dijual Seharga 25 Ribu Rupiah

          Seorang warga Desa Bandar Jaya, Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Bengkulu, telah menangkap seekor harimau daun di kebuh kelapa miliknya dan menjual satwa dilindungi itu seharga Rp25 ribu untuk diawetkan pembelinya. Harimau daun itu ditembak petani dan dibeli seorang tukang offset (pengawet binatang) bernama Mascik, Jumat. Kepada ANTARA Mascik mengatakan, harimau daun masih banyak terdapat di sekitar perkebunan warga di Desa Bandar Jaya dan Cuko Raya, Kaur. “Kalau di sini disebut harimau ijuk karena bulunya hitam dan kasar, dan jenis ini tergolong banyak di daerah ini,” katanya. Menurut dia,…

          Tahun 2100 Air Laut Akan Naik Sebanyak 1 Meter

            Permukaan laut diperkirakan akan naik setinggi satu meter pada akhir abad ke-21. Demikian laporan yang dilansir sebuah lembaga riset terkemuka Jerman Kamis (10/10). Menurut lembaga itu, kenaikan ini jauh lebih tinggi ketimbang proyeksi paling optimis yang disampaikan panel iklim PBB, IPCC (Intergovernmental Panel for Clomate Change). “Kita sebaiknya bersiap-siap dalam menghadapi naiknya permukaan laut setinggi satu meter pada abad ini,” kata Joachim Schellnhuber, kepala Institut Postdam bagi Riset Dampak Iklim (PIK), yang memberikan nasehat kepada pemerintah dalam kebijakan lingkungan. Tingkat pencairan es di Himalaya dan Greenland telah meningkat…

            Perubahan Iklim Paska Jutaan Orang Kehilangan Tempat Tinggal

              Kerusakan lingkungan hidup akibat perubahan iklim dapat memaksa jutaan orang di dunia harus meninggalkan tempat tinggalnya selama ini dalam beberapa dasawarsa ke depan. Ancaman tersebut akan terjadi di wilayah-wilayah yang mengalami penggurunan dan tergenang banjir. Para ahli memperkirakan bahwa hingga 2050 sebanyak 200 juta orang akan kehilangan tempat tinggal akibat masalah lingkungan hidup. Jumlah tersebut setara dengan penduduk di dua pertiga wilayah Amerika Serikat hari ini. Demikian hasil analisis yang dialnsir U.N. University’s Institute on the Environment and Human Security di Bonn, Jerman, Rabu (8/10). “Semua petunjuk memperlihatkan…

              Wahana Phoenix Menikmati Salju Turun Di Mars

                Wahana ruang angkasa milik Badan Ruang Angkasa dan Aeronautika Amerika Serikat (NASA), Phoenix, menemukan bukti akan keberadaan air di planet Mars dan untuk pertama kalinya menangkap gambar turunnya salju.  Sampel tanah yang dikumpulkan oleh Phoenix menunjukkan kandungan 2 mineral pembentuk zat cair. Beberapa ilmuwan mengindentifikasi mineral diantaranya seperti kapur. Namun, bagaimana proses pembentukan mineral itu terjadi masih menjadi sebuah misteri. Perangkat laser yang berada di Phoenix belakangan menangkap gambar turunnya salju dari beberapa gumpalan awan lebih dari 2 mil di atas posisi wahana tersebut berada di dataran kutub…

                Semut Mars Ditemukan Di Amazon

                  Semut spesies baru yang ditemukan di hutan Amazon ini hidup di bawah tanah dan buta selama hidupnya. Para ilmuwan yang menemukannya yakin semut tersebut masih keturunan langsung semut purba yang pertama kali menghuni Bumi. Seorang mahasiswa program studi biologi evolusi Universitas Texas, AS, Christian Rabeling, menemukannya pertama kali di hutan hujan Empresa Brasileira de Pasquisa Agropecuaria di Manaus, Brasil, tahun 2003. Ia adalah satu-satunya koloni semut yang hidup di bekas pohon yang membusuk di dalam tanah. Maka, pantas kalau penemunya memberi nama Martialis heureka yang artinya semut dari…

                  Perkembangan Teknologi Cahaya Photnic Makin Pesat

                    Perkembangan teknologi photonic atau cahaya kian pesat. Selain mendukung kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, teknologi tersebut juga dimanfaatkan dalam bidang kedokteran. Menurut Manajer LabMath-Indonesia Ardhasena Sopaheluwakan dalam seminar bertema ”Photonics, Theory, Technology, and Applications”, Senin (15/9) di Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, sistem teknologi informasi, komunikasi, dan transmisi informasi di masa datang akan berbasis teknologi photonic. Saat ini, transmisi informasi dan komunikasi jarak jauh telah memakai serat optik untuk meningkatkan kecepatan informasi dan jumlah data yang bisa terkirim. ”Akan tetapi, pada titik-titik percabangan, cahaya yang membawa informasi itu…

                    Ditemukan Cat Tembok Yang Dapat Membasmi Kuman dan Bakteri Sangat Cocok Untuk Rumah Sakit

                      Bila riset para ilmuwan Inggris ini berhasil, rumah sakit dapat membasmi bakteri dan virus hanya dengan mengecat dinding dan langit-langit menggunakan cat pembunuh yang dapat mematikan mikroba ketika terkena cahaya. Cat pembunuh bakteri ini mengandung titanium dioksida yang dikenal sebagai bahan cat untuk membersihkan polusi udara. Selama ini, industri cat memang sudah menambahkan butiran titanium dioksida untuk memberikan warna putih pada cat karena sifatnya yang tak tembus cahaya dan amat terang. Tapi, pada 1985, ahli biologi menyadari bahwa titanium dioksida memiliki efek yang mematikan, paling tidak untuk bakteri.…

                      Beton Super Ringan dan Kuat dari Styrofoam

                        Beton ringan yang dihasilkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bukanlah satu-satunya di Indonesia. Jenis lainnya malah sudah berproduksi massal dan dijual di pasaran. Salah satunya adalah beton Qpanel, yang diproduksi PT Quipanel Indonesia dengan lisensi perusahaan asal Australia. LIPI membuat beton ringan dari campuran pasir, semen, limbah penggilingan batu, dan serabut batang kelapa. Adapun Perusahaan yang berkantor di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor, itu membuat beton dari campuran semen, styrofoam, dan eternit. Dengan bahan kimia tertentu, semen dan styrofoam lantas diaduk sampai menyatu betul. “Bahan kimia itu diimpor langsung…

                        Rakyat Indonesia Masih Tetap Paling Boros Energi Di Dunia

                          Indonesia negara paling boros energi dibanding banyak negara di dunia seperti Perancis, AS, Kanada, Jepang, Inggris, Jerman, bahkan dibanding Malaysia dan Thailand. “Jargon kita biar miskin asal sombong harus diubah,” kata Dirjen Minyak dan Gas Bumi Departemen ESDM, Evita Legowo, pada Seminar Membangun Strategi Ketahanan Energi yang Berkelanjutan di UI Depok, Rabu. Ia menerangkan, konsumsi energi per kapita Indonesia memang kecil yakni 0,467 toe per kapita dibanding misalnya Jepang 4,14 toe per kapita, namun demikian, intensitas energi Indonesia sampai 470 toe per juta dolar AS PDB sementara Jepang…