Lompat ke konten

Lingkungan Hidup

Fakultas Biologi UGM Temukan Tanaman Penghasil Parfum

    Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta segera mengembangkan tanaman Gama Melon Parfum yang bisa menjadi bahan dasar parfum. Dalam uji penelitian Kebun Pendidikan Penelitian Pengembangan Petanian (KP4) UGM, tanaman itu bisa tumbuh dengan sangat memuaskan. Dosen Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., sebagai pemrakarsa penelitian itu, di sela-sela panen Gama Melon Parfum di Kebun Pendidikan Penelitian Pengembangan Petanian (KP4) UGM, Selasa (4/9/2024) menyatakan, gama melon parfum, merupakan kultivar baru, merupakan hasil persilangan antara indukan NO3 dengan MR5. Kultivar ini mempunyai karakter fenotip ukuran buah kecil,…

    Teknologi Atasi Kemarau Dengan Menyadap Air

      Untuk mengatasi krisis air yang melanda Indonesia, diperlukan inovasi teknologi. Salah satu teknologi yang perlu dikembangkan adalah natural treatment plant (NTP). Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, teknologi NTP ini dengan menyadap air langsung dari akuifer di dalam tanah dan mendistribusikan ke hilir. Sutopo men jelaskan cara kerjannya. Lapisan akuifer di daerah pegunungan digali atau dicoblos dengan pipa-pipa dan dibuat terowongan bawah tanah. Pada terowongan tersebut disediakan lubang-lubang untuk masuknya air tanah. “Dari sadapan-sadapan air tersebut kemudian dimasukkan ke…

      Binatang Yang Mampu Bertahan Pada Hari Kiamat

        Tanda ‘kiamat’ makin sering terdengar dan digaungkan para pakar. Mulai dari peningkatan temperatur Bumi hingga bencana alam yang makin sering terjadi. Soal perubahan iklim, mengutip data Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), rata-rata peningkatan suhu permukaan global mencapai 1,45 derajat Celcius pada tahun 2023 dibandingkan dengan baseline setelah era Revolusi Industri. Padahal tahun 2020 lalu, kenaikan rata-rata suhu global adalah 1,2 derajat Celcius. Sementara Kepala BMKG Dwikorita Karnawati beberapa saat lalu memberikan peringatan soal ancaman bencana alam dahsyat pada 2050. Prediksi tersebut berasal dari data dan analisis yang dikumpulkan BMKG,…

        Ilmuwan Temukan Mikroba Dalam Batang Pohon Yang Mampu Menyerap Gas Rumah Kaca

          Para ilmuwan telah menemukan satu lagi cara lain bahwa pohon sangat penting bagi kesehatan planet ini, dan kali ini, ini bukan tentang daunnya. The Guardian melaporkan bahwa tim peneliti dari University of Birmingham telah menerbitkan sebuah studi baru yang merinci bagaimana mikroba dalam kulit pohon dapat menyerap dan mengurai metana. Metana adalah gas penghangat planet yang menurut Guardian bertanggung jawab atas 30% pemanasan global sejak sebelum Revolusi Industri. Gas ini dijual sebagai gas alam untuk digunakan sebagai bahan bakar, merembes dari sumur minyak, dan juga merupakan produk sampingan…

          Peneliti Temukan Bahwa Banjir Badang Di Padang Pernah Terjadi Pada Masa Purba

            Tim peneliti Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menemukan adanya tanda banjir bandang yang melanda Kota Padang pada 24 Juli 2024 dan membuat ribuan jiwa mengungsi, pernah terjadi sebelumnya dengan rentang waktu lebih dari dua generasi. Tim yang diturunkan selama dua hari, 28-29 Juli 2024, memperoleh fakta itu berdasarkan penelitian terhadap salah satu rumah di bantaran aliran sungai Limau Manis yang diterjang banjir bandang. “Terdapat endapan banjir purba di dasar pondasinya. Bahkan di sekitar areal persawahan yang dilewati banjir menunjukkan adanya endapan tanah purba,” kata Salahuddin, anggota tim peneliti UGM,…

            Batu Apung Seluas Israel Ditemukan Mengambang di Pasifik

              Ada pemandangan unik yang dijumpai tentara Angkatan Laut Selandia Baru di perairan Pasifik Selatan, Kamis pekan lalu. Mereka melihat kumpulan batu apung raksasa, berukuran lebih luas dari negara Israel, mengambang di perairan tersebut. Petugas di kapal Royal New Zealand Air Force melihat kumpulan batu itu mengapung di barat daya Pulau Raoul. “Ukurannya sangat mengejutkan, panjangnya mencapai 482 kilometer dan lebar lebih dari 48 kilometer,” demikian pernyataan Angkatan Laut. Letnan Tim Oscar dari Angkatan Laut Australia menggambarkan batu apung raksasa itu sebagai benda paling aneh yang ada di lautan.…

              Antartika Ternyata Adalah Bekas Hutan Tropis

                Upaya penelitian dengan mengebor dasar laut Antartika membuahkan hasil yang tak terduga. Ilmuwan menemukan bahwa hutan hujan tropis terdapat di Antartika 52 juta tahun yang lalu. Dalam studi tersebut, dengan jalan pengeboran di wilayah timur Antartika, ilmuwan menemukan fosil pollen milik tanaman tropis yang menutupi benua Antartika pada masa Eocene, sekitar 34 – 56 juta tahun yang lalu. Kevin Welsh, peneliti asal Australia yang melakukan riset tahun 2010 mengungkapkan, analisis molekul yang sensitif temperatur yang dilakukan menunjukkan bahwa temperatur Antartika sangat hangat 52 juta tahun lalu, sekitar 20…

                Tsunami Tertua Di Indonesia Terjadi Di Pulau Ambon dan Seram dan Menewaskan 2.322 orang

                  Lonceng-lonceng di Kastel Victoria di Leitimor, Ambon, berdentang sendiri. Orang berjatuhan ketika tanah bergerak naik turun seperti lautan. Tak lama kemudian air laut datang dengan suara bergemuruh. Demikian penggalan catatan naturalis Georg Everhard Rumphius tentang gempa dahsyat disusul tsunami yang melanda Pulau Ambon dan Seram pada 17 Februari 1674. Catatan itu dibuat Rumphius pada 1675 dan jadi satu-satunya naskah yang diterbitkannya semasa hidup. Kastel Victoria di Leitimor itu kini ada dalam kompleks Benteng Victoria, Ambon. Lokasi benteng ini persis di seberang Kantor Gubernur Provinsi Maluku. Saat ini benteng…

                  Selain Kopi Kini Air Laut Juga Mulai Banyak Mengandung Kafein

                    Kafein semestinya hanya ditemukan pada kopi, berbagai produk makanan dan minuman, namun zat adiktif dalam level tinggi ternyata juga terdapat dalam air laut. Peningkatan kadar kafein di beberapa situs di lepas pantai Oregon di Samudra Pasifik membuat penasaran para ilmuwan Amerika. Keberadaan kafein di lautan diyakini datang dari luapan saluran pembuangan dan tangki septik. Konsentrasi kafein yang tinggi dikhawatirkan berdampak buruk bagi kehidupan satwa laut. “Manusia yang mengonsumsi minuman berkafein merasakan efek biologis. Tidak terlalu mengejutkan bila kafein juga akan mempengaruhi hewan,” kata pemimpin penelitian Elise Granek, Senin…

                    Padang Pasir Uzbekistan 50 Tahun Yang Lalu Adalah Lautan

                      Di tengah padang pasir Uzbekistan, Anda mungkin tersandung di pemandangan yang aneh, bangkai beberapa kapal di tengah terik matahari. Bukan karena sisa tsunami, kapal-kapal itu sudah teronggok sejak 50 tahun lampau, ketika daerah itu masih menjadi daerah perairan bernama Laut Aral. Sebelum 1960, daerah adalah daerah kaya yang penuh dengan ikan dan dermaga perdagangan yang ramai untuk masyarakat sekitar. Kemudian, dalam waktu beberapa tahun, air laut mengering, ikan banyak yang mati, dan tidak ada yang tersisa kecuali kapal berkarat itu. Laut – sebenarnya sebuah danau, tapi dijuluki ”laut”…

                      Blueseed Kota Terapung Ditengah Laut ala Silicon Valley Siap Di Luncurkan

                        Blueseed adalah sebuah kota terapung yang terletak di perairan internasional, tidak jauh dari Silicon Valley, California Amerika Serikat. Namun jangan dikira ini adalah sebuah pulau kecil yang dihuni oleh orang-orang. Blueseed rencananya akan berupa kapal tongkang atau kapal pesiar yang dirombak. Di dalamnya bakal disediakan ruang akomodasi baik ruang tamu, ruang kerja hingga fasilitas tempat hiburan. Pengguna yang ingin merasakan fasilitas tersebut harus membayar sekitar 1.200-3.000 dollar AS per bulan. Namun tempat ini hanya berkapasitas hingga 1.000 orang saja dengan dengan awak kapal sekitar 200-300 orang. Proyek kota…

                        Mahasiswa ITS Temukan Kran Hemat Air Untuk Wudhu

                          Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro ITS Surya Mahendra bersama dua rekannya merancang kran hemat air, terutama untuk kran air wudhu. “Kalau dipakai kran air wudhu bisa menghemat 1,5 liter air. Biasanya, setiap orang membutuhkan empat liter air wudhu, tapi dengan kran itu hanya 2,5 liter,” katanya di Surabaya, Rabu. Didampingi dosen pembimbing Suwito, ia menjelaskan, penghematan itu dapat dilakukan dengan menggunakan sensor dan alat otomatis yang disebut “solenoid valve”. “Kran hemat air itu memang memakai baterai berdaya enam watt, tapi dalam kondisi tidak dipakai memakai 0,1 watt. Untuk pengganti…