Lompat ke konten

Lingkungan Hidup

Pesta Dukun Zaman Purba Dilakukan Dengan Hidangan 17 Kura Kura dan 3 Sapi

    Tradisi pesta atau sekadar kumpul-kumpul entah dalam rangka pernikahan, kelahiran, atau kematian sudah ada sejak 12.000 tahun lalu. Sisa-sisa pesta sebelum prosesi pemakaman seorang dukun perempuan masyarakat Natufian yang ditemukan di Goa Hilazon Tachtit, Galilee, Israel, menjadi buktinya. Hidangan utama pesta tidak tanggung-tanggung, 17 kura-kura dan tiga sapi liar. Sisa-sisa pesta adat masyarakat Natufian yang pernah hidup 15.000 hingga 11.600 tahun lalu di wilayah yang kini kita kenal sebagai Israel, Jordania, Lebanon, dan Suriah itu ditemukan tim peneliti pimpinan arkeolog Natalie Munro dari University of Connecticut, Amerika Serikat,…

    Gajah Ternyata Tidak Takut Tikus Tapi Semut … Mengapa?

      Gajah takut tikus? itu mitos. Sebuah penelitian terbaru membuktikan gajah ternyata takut kepada binatang yang jauh lebih kecil dari tikus: semut. Ya, seekor semut. Para ilmuwan yang meneliti hal ini menemukan pohon akasia (Acacia drepanolobium) di Afrika jarang sekali disentuh oleh gajah. Padahal gajah yang sedang lapar biasanya selalu tergoda dengan pohon. Apa sebabnya? usut punya usut, ada ribuan semut yang merayap di batangnya. Para ahli ini pun percaya semut di pohon akasia sebagai penjaga ekosistem memainkan peran penting yang sebelumnya diabaikan. Profesor Todd Palmer, dari University of…

      Cerita Dari Konservasi Pulau Tinjil Untuk Monyet Ekor Panjang

        Jika ada monyet yang menghampirimu, jangan tunjukkan bahwa kamu takut. Jika kamu terlihat takut, apalagi berlari, monyet akan menganggap kamu sebagai monyet dari kelompok yang lebih lemah darinya. Monyet itu akan mengejarmu! Kamu harus membentak monyet itu, menegaskan bahwa kamu tidak takut kepadanya,” tutur Randall C Kyes di Pulau Tinjil, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (21/7) sore itu. Kyes melihat senyuman penuh percaya diri mengembang di antara 16 peserta Primate Conservation Biology (PCB) yang diselenggarakan Studi Satwa Primata Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.…

        Saudara Sepupu Dinosaurus Velociraptor Ternyata Ahli Kick Boxing

          Sekitar 72 juta hingga 65 juta tahun lalu, dinosaurus spesies baru yang mirip dan sama-sama menyeramkannya dengan Velociraptor pernah hidup di Romania. Menyeramkan karena dinosaurus baru pemakan daging yang diberi nama Balaur bondoc atau ”naga yang pendek dan gemuk” itu memiliki dua pasang kuku pencakar yang tajam. Sementara Velociraptor hanya mempunyai sepasang kuku pencakar. Fosil Balaur bondoc yang terdiri dari tulang kaki, pinggul, tulang belakang, tangan, jari, dan ekor itu ditemukan ahli geologi Matyas Vremir dari Transylvanian Museum Society. Laporan penelitian ini dipaparkan dalam Proceedings of the National…

          Hujan Meteor Memusnahkan Dinosaurus

            Selama ini diyakini bahwa musnahnya dinosaurus diakibatkan oleh tabrakan antara meteor dan Bumi sekitar 65 juta tahun lalu yang membentuk kawah Chicxulub di Teluk Meksiko, Amerika Serikat. Namun, studi baru menunjukkan, hewan itu musnah akibat tabrakan meteor minimal dua kali yang ditunjukkan dengan terbentuknya kawah Boltysh di Ukraina. Dengan demikian, musnahnya dinosaurus diduga hujan meteor yang berlangsung selama ribuan tahun. BBC News, Jumat (27/8), menyebutkan temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Geology oleh tim yang dipimpin David Jolley dari Universitas Aberdeen. Kawah Boltysh itu ditemukan pada tahun 2002, tetapi…

            Pintu Neraka Dunia Telah Ditemukan Di Usbekistan

              Pintu neraka sering dilukiskan dengan suasana api menyala yang sangat mengerikan panasnya. Kondisi seperti itulah yang terdapat di sebuah lubang api menganga di daratan Usbekistan, Asia Tengah. Maka lubang api itu pun disebut sebagai “pintu neraka”. Lubang api itu berukuran sekitar dua kali lapangan bola dengan kedalaman lebih dari 30 meter. Semula ukurannya tidak sebesar itu sejak pertama kali tahun 1975 “pintu neraka” itu dijumpai manusia. Awalnya ahli geologi menggali dengan alat berat untuk pengeboran gas alam. Anehnya, di lokasi itu ditemukan jurang besar di bawah tanah. Saking…

              Ditemukan Katak Terkecil Didunia Seukuran Kacang

                Ilmuwan telah mengamati katak terkecil seukuran kacang di Pulau Kalimantan.  Menurut majalah Zootaxa, pejantan dewasa dari jenis tersebut berukuran antara 10.6-12.8 milimeter. Amfibi seukuran kacang itu dinamakan microhyla nepenthicola yang diambil dari nama tumbuhan tempat binatang tersebut tinggal. Jenis katak itu telah salah diidentifikasi oleh museum, kata Dr Indraneil Das dari Institut Konservasi Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati, Universitas Malaysia. “Ilmuwan mengira bahwa binatang tersebut masih berumur muda, tetapi sejak penemuan jenis ini, hal itu telah diubah,” katanya. Das menerbitkan laporan penelitiannya dengan Alexander Haas dari Museum Biozentrum Grindel…

                Mahasiswa Indonesia Temukan Beton Super Kuat Dari Limbah

                  Beton pada dasarnya tersusun dari semen, pasir, kerikil, dan air. Ke depan, semakin banyak bangunan diciptakan, semakin besar pula kebutuhan material untuk membuat beton. Di satu sisi, harga semen semakin tinggi. Proses fabrikasi semen juga menambah pelepasan karbon dioksida di udara. Efek rumah kaca semakin menjadi. Sementara pasir dan kerikil bahan alam juga perlu dihemat. Bahan alternatif perlu dicari. Untuk Indonesia, bahan alternatif harus murah, mudah diperoleh, dan bisa menggantikan fungsi material penyusun beton. Artinya, material alternatif perlu memiliki sifat pengikat seperti semen. Material yang sudah mulai dikenal…

                  Klarifikasi Exxon Mobil Diperlukan Untuk Tuntaskan Kasus Pencemaran Merkuri Di Aceh

                    Peninjauan Tim Kementerian Lingkungan Hidup di lahan eks bengkel dan gudang ExxonMobil di Gampong Hueng, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, 18-20 Agustus, menemukan ratusan kubik tanah terkontaminasi merkuri. Kementerian Lingkungan Hidup menunggu klarifikasi ExxonMobil soal asal-usul merkuri itu. Deputi Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Limbah B3 Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Imam Hendargo Abu Ismoyo menyatakan, timnya mengebor tanah dengan bor pertanian untuk mengambil sejumlah sampel tanah di lahan eks bengkel dan gudang ExxonMobil. ”Ternyata tanah di lahan berukuran 15 meter x 17,8 meter terkontaminasi merkuri,”…

                    Konservasi Flora Baru Meliputi 18 Persen Tumbuhan

                      Dari sekitar 30.000 spesies flora berbunga di Indonesia, terdapat sekitar 60 persen yang berhasil dipertelakan secara ilmiah. Namun, usaha konservasinya baru mencakup 18 persen sehingga sebagian besar masih memiliki kerentanan hilang atau punah. ”Kita harus mencontoh negara seperti China dan Jepang. Mereka berhasil mengonservasi 100 persen spesies yang dimiliki,” kata Deputi Bidang Ilmu Hayati pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Endang Sukara, Selasa (24/8) di Jakarta. Menurut dia, membangun kebun raya di setiap daerah merupakan salah satu cara untuk mempertinggi jumlah spesies yang dikonservasi. Saat ini sedang dibangun…

                      Pencemaran Merkuri Ada di Seantero Bumi

                        Berdasarkan laporan Mercury-Reductions are feasible yang disusun Norden, organisasi kerja sama negara-negara Normandia, pada 2022, setiap tahun 1.200-2.900 ton uap merkurium terlepas ke atmosfer akibat aktivitas manusia. Uap merkuri bisa bermula dari apa saja. Dari sebuah lampu hemat energi di kamar Anda yang pecah, baterai remote control televisi Anda yang habis, dan cat tembok antijamur rumah Anda. Ya, merkuri lebih dekat daripada Teluk Minamata di Jepang yang menggemparkan dunia pada 1950-an. Kasus pencemaran merkuri oleh Chisso Corporation, produsen pupuk kimia, karbit, petrokimia, dan plastik, di Minamata, Jepang, telah…

                        Restorasi Terumbu Karang Harus Berorientasi Seksual

                          Para peneliti Universitas Sam Ratulangi mengembangkan studi mengenai potensi rehabilitasi terumbu karang dengan menggunakan metode reproduksi seksual dari karang batu atau hard coral. Metode itu telah dilakukan sejak Oktober 2020 di Taman Laut Bunaken, Sulawesi Utara. Dr Andreas Roeroe dan Laurentius Lalamentik, MSc dari Fakultas Perikanan Unsrat di Manado, Selasa (24/8), mengatakan, reproduksi seksual lebih ramah lingkungan dan memiliki tingkat keberhasilan lebih baik daripada reproduksi cangkok. Reproduksi cangkok (aseksual) yang selama ini dilakukan oleh banyak peneliti berisiko merusak karang dengan potensi keberhasilan di bawah 20 persen. ”Dari reproduksi…