Lompat ke konten

Makanan dan Cemilan

Laba Laba Vegetarian Pertama Didunia Dari Meksiko dan Kosta Rika

    Hampir semua spesies laba-laba merupakan jenis predator yang memangsa hewan lainnya, dari serangga sampai burung. Di antara lebih dari 40.000 spesies laba-laba yang ada di dunia, laba-laba yang baru ditemukan ini mungkin jenis pertama diketahui makan tumbuh-tumbuhan. Hewan berkaki delapan yang diberi nama Bagheera kiplingi itu, hidup di Amerika Tengah khususnya Meksiko dan Costa Rika. Laba-laba vegetarian yang besar tubuhnya hanya seukuran kuku orang dewasa itu memangsa ujung daun akasia. “Ini benar-benar laba-laba pertama yang diketahui memangsa tumbuh-tumbuhan. Ia juga laba-laba pertama yang diketahu menjadikan tumbuh-tumbuhan sebagai mangsa…

    Sapi Bali Menghasilkan Sapi Bibit Unggul Lewat Rekayasa Budidaya

      Dengan introduksi teknik rekayasa pembibitan dan budidaya, Indonesia mulai berswasembada beras dan berencana mengekspornya tahun depan. Prestasi ini memicu perlakuan sama untuk peternakan sapi. Target Indonesia berswasembada daging ternak ini dalam lima tahun mendatang. Sejak lama Indonesia menghadapi defisit daging sapi. Kebutuhan komoditas pangan ini belum dapat dipenuhi oleh produksi daging sapi dalam negeri sehingga impor daging sapi atau sapi bakalan masih dilakukan. Pada tahun 2007, impor daging sapi dari berbagai negara mencapai 270.000 ton dan cenderung terus meningkat. Hingga tahun 2015 dengan penduduk mencapai 253 juta jiwa…

      Petani Bantul Berhasil Menemukan Penyusir Hama Yang Efektif

        Sejumlah petani di Desa Srihardono, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menciptakan alat pengusir hama yang sederhana namun efektif. “Bahan-bahannya sederhana karena terdapat disekitar kita, seperti jamur, bambu, tanaman liar dan lain sebagainya,” kata ketua Regu Pengendali Tanaman (RPT) `Srikaton`, Hartoyo, saat pameran di Kecamatan Imogiri, Minggu. Salah satu contonya adalah ramuan pengusir lalat buah, bahanny terbuat dari daun selasih yang ditumbuk halus, dan diberi air kelapa dan tebu. Ramuan yang tercipta khas aroma lalat buah yang betina. “Ramuan tersebut kita taruh di sebuah wadah, nantinya…

        Otzi Manusia Es Berumur 5200 Tahun Telah Mengetahui Manfaat Lumut Untuk Mengobati Luka

          Mumi manusia es yang dikenal dengan nama Otzi mungkin sempat makan lumut sebelum tewas mengenaskan. Berdasarkan analisis terbaru, di dalam perutnya ditemukan 6 jenis lumut berbeda. Jasad Otzi ditemukan tanpa sengaja pada tahun 1991 oleh seorang turis Jerman di Pegunungan Alpen bagian Timur di bawah lapisan es. Tubuhnya tidak membusuk dan terjaga dengan baik dalam kondisi lingkungan yang beku. Penelitian menunjukkan pria tersebut diperkirakan tewas 5200 tahun lalu pada usia 45 tahun. Sebelum tewas, ia terluka di bagian bahu terkena anak panah dan kemungkinan tewas karena trauma. Ia…

          Komoditas Jagung Hibrida Bima, Bukti Kerja Keras Peneliti

            Anggapan kinerja peneliti atau pemulia tanaman pangan di Indonesia loyo kini terbantahkan. Hal itu setidaknya tecermin dari keberhasilan mereka merakit jagung hibrida varietas Bima-1 sampai dengan Bima-6 yang memiliki produktivitas sangat tinggi. Jagung varietas Bima-5, misalnya, potensi hasil per hektar mencapai 14,4 ton jagung pipilan kering. Adapun rata-rata hasil—setelah lewat uji multilokasi dan adaptasi di berbagai tempat—mencapai 11,3 ton. Panjang tongkol mencapai 18,2 sentimeter, jumlah baris biji per tongkol 12-14 helai, bobot 1.000 butir dengan kadar air 15 persen sekitar 270 gram, tinggi tanaman 204 cm, umur masak…

            Hasil Riset BPPT Mulai Dilirik Pengusaha dan Kalangan Industri

              Hasil riset Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT mulai dilirik industri. Pemilik perusahaan Ciputra Grup, Ciputra, dan PT Martina Berto, Martha Tilaar, Kamis (6/11), menandatangani nota kesepakatan dengan BPPT untuk mengembangkan riset aplikatif. ”Ciputra Grup mengharapkan riset kantong aspal yang tahan panas sampai 120 derajat Celsius. PT Martina Berto mengharapkan riset pengembangan alat ekstraksi tanaman untuk minyak aroma herbal,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPPT Wahono Sumaryono dalam konferensi pers seusai penandatanganan nota kesepakatan atau letter of intent (LoI) tersebut. Menurut Wahono, momentum ini mempertemukan inventor (penemu) dengan…

              Mengenali Gejala Penyakit Jantung Koroner Penyebab Kematian

                Gejala penyakit jantung koroner (PJK) perlu dikenali sejak dini, agar masyarakat dapat mencegah serangan PJK yang mengakibatkan kematian mendadak, kata dr Isman Firdaus, SpJP, FIHA dari Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler FKUI/RS Jantung Harapan Kita Jakarta, Rabu. Dalam Seminar Peringatan Hari Jantung Sedunia yang diadakan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu, Isman mengatakan, gejala PJK bervariasi, namun yang sering timbul adalah sakit dada kiri (angina) dan nyeri terasa berasal dari dalam. “Nyeri dada yang dirasakan pasien juga bermacam-macam seperti ditusuk-tusuk, terbakar, tertimpa benda berat, disayat, panas. Nyeri dada…

                Makan Secara Berlebihan Membuat Otak Manusia Menjadi Tumpul dan Rusak

                  Makan secara berlebihan membuat otak jadi rusak, sehingga menyulut rangkaian kerusakan yang dapat mengakibatkan diabetes, sakit jantung dan penyakit lain, kata beberapa peneliti AS, Kamis. Makan terlalu banyak tampaknya mengaktifkan jalur sistem kekebalan tubuh yang biasanya tak aktif di otak, dan mengerahkan sel kekebalan untuk menyerang dan merusak penyerang yang tak ada di sana, kata Dongsheng Cai dari University of Wisconsin-Madison dan rekan-rekannya. Temuan tersebut, yang dilaporkan di jurnal Cell, dapat membantu menjelaskan mengapa kegemukan mengakibatkan demikian banyak penyakit yang beragam. Itu juga dapat menawarkan cara untuk mencegah…

                  Cara Mudah Mendeteksi dan Mengenali Makanan dan Minuman Berbahaya

                    Makanan dan minuman menjadi pilihan wajib bagi siapa pun untuk menjaga kesehatan sekaligus meneruskan keberlangusngan hidupnya. Namun, makanan dan minuman yang diolah secara tidak benar justru dapat menjadi pembunuh nomor wahid lantaran mengandung zat racun bagi tubuh. Hal itulah yang mengilhami peneliti Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) melakukan penelitian dan akhirnya mempublikasikan dalam “Expo Karya Wima (Widya Mandala)” di kampus setempat pada 21-22 September 2020. “Tips mengenali makanan dan minuman yang berbahaya dan yang aman itu penting pada masa-masa menjelang Lebaran,” kata peneliti UKWMS, Caroline SSi MSi…

                    Sudan Ingin Bekerjasama Dengan Institut Pertanian Bogor Dibidang Agraria

                      Label perguruan tinggi ilmu pertanian tropika terbesar di Asia Tenggara yang disandang Institut Pertanian Bogor (IPB) membuat negara sahabat Sudan, tertarik untuk menjalin kerja sama dengan IPB. Pernyataan itu, seperti keterangan yang diterima ANTARA News dari Hubungan Masyarakat (Humas) IPB di Bogor, Jumat, disampaikan Menteri Pendidikan Sudan, Prof Dr Fathi Mohammed El-Khalifa saat berkunjung ke IPB pada akhir Agustus 2020. “Kami tertarik untuk melakukan kerjasama dengan IPB karena Sudan adalah negara agraris. Jadi kedatangan kami ke sini ingin mengetahui sistem administrasi di IPB,” katanya. Sebelum berkunjung ke IPB,…

                      Asam Ursodeoksikolat Perbaiki Kolestasis

                        Asam ursodeoksikolat dapat memperbaiki kolestasis terkait sepsis dengan cara menurunkan asam empedu di dalam darah. ”Kolestasis adalah keadaan kuning karena penyakit hati, sedangkan sepsis adalah infeksi berat pada bayi lahir dan mengakibatkan kegagalan multi-organ,” kata Hanifah Oswari di Jakarta, Rabu (3/9), dalam sidang Dewan Penguji disertasi untuk meraih gelar doktor di bidang Ilmu Kedokteran pada Universitas Indonesia. Disertasi Hanifah Oswari berjudul ”Mekanisme Peran Asam Ursodeoksikolat terhadap Kolestasi Terkait Sepsis”. Hanifah dinyatakan lulus dengan yudisium 3,92. Hanifah Oswari memaparkan, sepsis merupakan penyebab utama kematian pada pasien dengan penyakit kritis,…

                        Banyak Hasil Riset Putra Putri Indonesia Enggan Diaplikasikan Karena Pemerintah Lebih Senang Pakai Teknologi Yang Ditemukan Bangsa Asing

                          Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI berhasil mengembangkan pembangkit listrik berteknologi sel surya, angin, dan hidrogen. Meski demikian, hasil riset putra-putra bangsa ini tidak diaplikasikan pemerintah daerah. Wakil Kepala LIPI Lukman Hakim mengatakan hal itu, Selasa (2/9) di Jakarta. Secara terpisah, Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Indroyono Soesilo mengatakan, inovasi energi yang dihasilkan LIPI itu sangat bermanfaat untuk penanggulangan kemiskinan masyarakat, antara lain, pada upaya pemenuhan kebutuhan listrik. Hal ini mengingat rasio elektrifikasi yang masih sangat rendah, yakni hanya 54 persen dengan produksi listrik terpusat di…