Lompat ke konten

Perbedaan Manusia dan Binatang

Perbedaan manusia dan binatang adalah pertanyaan yang seringkali ditanyakan oleh banyak orang. Namun yang membedakan manusia dengan spesies lain dibumi ini bukan terletak pada kemampuan manusia untuk merasa, untuk mencintai dan dicintai, bukan juga nilai-nilai moral dan etika manusia, apalagi karena ide-ide kreatif manusia dan kebutuhan manusia untuk berkelompok sebagai mahluk sosial.

Di alam sekitar dan kehidupan sehari-hari banyak sekali contoh bahwa manusia kalah dengan binatang. Manusia seringkali merasa lebih pintar dan lebih bijaksana daripada binatang justru terjadi karena ketidakmampuan manusia itu sendiri untuk mengerti binatang dan bukan sebaliknya. Contoh kotradiktif dalam hal ini adalah ketika kita sebagai manusia mampu mempelajari bahasa asing seperti Inggirs, Perancis, Korea atau Jepang. Maka kita akan dianggap pintar oleh orang orang disekitar kita. Namun untuk binatang, manusia justru memaksa (baca: melatih) bintang untuk mengerti kita atau apa yang kita perintahkan. Bukankah seharusnya sebagai mahluk yang mengaku paling cerdas diantara binatang sudah seharusnya manusia yang belajar bahasa mereka (anjing, kucing, kuda dan lain-lain)

Perbedaan Manusia dan Binatang Yang Utama

Perbedaan utama adalah kemampuan menciptakan dan menggunakan perkakas atau alat serta mengubah lingkungan tempat hidupnya, manusia adalah mahluk dengan perkakas, tanpa menggunakan perkakas sudah lama manusia terhapus dari ekosistem dibumi. Hanya sedikit sekali binatang yang mampu menggunakan alat apalagi mampu menciptakan alat. Beberapa binatang seperti monyet, gorilla dan burung gagak adalah spesies yang sudah terbukti mampu menggunakan alat sederhana untuk memecahkan masalah hidup mereka. Berang berang sampai saat ini adalah satu satunya binatang yang kita ketahui mampu merubah lingkungan tempat hidupnya dari yang tidak bisa mereka tinggal menjadi ekosistem yang nyaman.

Perbedaan kedua adalah kemampuan menerapkan teori menjadi sesuatu yang praktis. Mengamati alam sekitar membuat hipotesa dan melakukan percobaan untuk menguji hipotesa tersebut adalah salah satu kemampuan unik yang dimiliki manusia. Dan bukan membuat hipotesa kemudian mendesain percobaan untuk membenarkan hipotesa tersebut.

Kemampuan membuat api mungkin adalah penemuan manusia yang paling penting dalam sejarah umat manusia, api membuat manusia mampu untuk memasak, menghangatkan diri dimusim dingin, meningkatkan standar kesehatan, mengolah logam yang kemudian membawa pengaruh besar dalam jalannya sejarah planet bumi.

Banyak sekali contoh peradaban manusia yang runtuh karena gagal mengadopsi teknologi atau gagal menemukan teknologi yang lebih maju seperti Inca, Maya, Mesir, Yunani, Kesultanan Islam Turki, Kerajaan Sungai Indus dan lain-lain. Menolak menguasai dan menemukan teknologi adalah bunuh diri.

Seperti yang terjadi dalam sejarah peradaban manusia, siapa yang menguasai teknologi pengolahan logam, dialah bangsa yang berjaya. Semula memakai pisau dari batu kemudian penemuan cara pengelolaan logam seperti perunggu dan besi membuat teknologi batu tidak berarti. Dan sekarang penguasaan teknologi nuklir (plutonium) menjadi bangsa yang mampu menguasainya menjadi super power.

Menolak ilmu pengetahuan, menghambat penyebaran ilmu pengtahuan dan kemajuan teknologi adalah dosa karena Sang Pencipta tidak akan menciptakan otak dikepala manusia sebagai hiasan bila Dia tidak ingin manusia memakainya untuk perbuatan baik.