Lompat ke konten

Rekayasa Genetika

Sewa Rahim Perlu Regulasi Pemerintah

    Pakar hukum kesehatan Universitas Katolik Soegijapranata di Semarang, Prof. Agnes Widanti, menilai perlu ada regulasi yang khusus mengatur tentang praktek sewa rahim. “Selama ini sewa rahim belum diatur dalam perundang-undangan di Indonesia,” katanya usai seminar “Surrogate Mother (Ibu Pengganti) Dipandang dari Nalar, Moral, dan Legal” di Semarang, Sabtu. Sewa rahim, kata dia, merupakan upaya untuk mendapatkan keturunan dengan menanamkan benih ke dalam rahim orang lain (ibu pengganti), setelah anak itu lahir diserahkan kepada si penyewa rahim. Menurut dia, upaya semacam itu biasanya dilakukan pasangan suami istri yang sulit…

    Katak Bermuka Pinokio Ditemukan Di Papua

      Sebuah ekspedisi ilmiah menemukan sejumlah spesies baru di Pegunungan Foja, di Pulau Guinea Baru, Provinsi Papua. Salah satunya jenis katak baru yang pantas disebut katak Pinokio karena memiliki bagian tubuh memanjang di mukanya. Spesies baru itu yakni katak (Litoria sp nov) yang diamati memiliki benjolan panjang pada hidung seperti pinokio yang menunjuk ke atas bila ada ajakan dari jenis jantan serta mengempis dan mengarah ke bawah bila aktivitasnya berkurang. Katak ini ditemukan herpetologis, Paulus Oliver, secara kebetulan. Kepala Komunikasi Conservation International (CI) Elshinta S Marsden di Jakarta, Senin…

      Ribuan Spesies Baru Ditemukan Di Pegunungan Mamberamo-Foja

        Ekspedisi Conservation International, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, The National Geographic Society, dan Smithsonian Institution di Papua pada akhir 2020 menemukan sejumlah spesies baru. Penemuan spesies, seperti kupu-kupu hitam dan putih atau Ideopsis fojona, katak berhidung panjang atau Litoria sp nov, serta pergam kaisar atau Dacula sp nov, membuktikan tingginya keanekaragaman hayati Papua. Penelitian bertajuk “Conservation International’s Rapid Assessment Program (RAP)” itu berlangsung di salah satu lokasi paling terpencil di Suaka Margasatwa Mamberamo-Foja. Suaka margasatwa seluas 2 juta hektar di Kabupaten Mamberamo Raya dan Kabupaten Sarmi, Papua, itu disebut-sebut…

        Spesies Kanguru Kecil Ditemukan Di Foja Papua

          Menemukan spesies hewan baru selalu menjadi saat istimewa bagi para peneliti. Apalagi bila hewan-hewan itu datang sendiri ke kemah mereka seolah ingin memperkenalkan diri. Itulah yang dialami tim peneliti yang berkemah di Pegunungan Foja, Papua, saat herpetologis Paul Oliver mendapati seekor katak bertengger di karung beras yang mereka bawa. Tempat seperti Foja memberi harapan masa depan lebih baik bagi kita dan menunjukkan bahwa belum terlambat untuk menghentikan krisis kepunahan di Bumi. Saat diamati lebih dekat, hewan mungil itu ternyata sejenis katak berhidung panjang yang belum dikenal. Para peneliti…

          Neanderthal Adalah Moyang Kita

            Hipotesis persilangan antara manusia modern dan Neanderthal 50.000-80.000 tahun lalu akhirnya terbukti. Di dalam diri kita masing-masing saat ini terdapat 1-4 persen proporsi materi genetik Neanderthal. Artinya, kita termasuk keturunan spesies Neanderthal. Begitulah kesimpulan hasil penelitian deoxyribonucleic acid (DNA) terbaru tim Svante Paabo dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig, Jerman, pertengahan Mei ini. Penemuan tersebut mengejutkan karena selama ini Neanderthal (Homo neanderthalensis) selalu dianggap spesies manusia yang berbeda dengan kita (Homo sapiens). Padahal, sebenarnya jika dilihat dari bentuk fisik saja, kita memang mirip Neanderthal meski…

            Gen Baru Terkait Kanker Payudara Berhasil Di Identifikasi

              Ilmuwan Inggris menemukan lima faktor genetik umum terkait risiko penyebaran kanker payudara, memberi peneliti pemahaman lebih baik atas penyebab dan petunjuk untuk penanganan lanjut penyebaran penyakit itu. Douglas Easton dari Universitas Cambridge Inggris yang memimpin analisis terbesar saat ini terhadap gen penderita kanker payudara, memindai peta gen dari 16.536 pasien, dan menemukan lima variasi gen baru. Penemuan itu menambah 13 varian lain gen umum kanker payudara dan akan membantu menjelaskan delapan persen risiko terserang penyakit ini, Easton dan mahasiswanya menulis dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan jurnal Nature Genetics,…

              Ragam Kupu-kupu Bantimurung Bulusaraung Maros Terus Menyusut

                Jenis kupu-kupu di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terus berkurang. Hal ini disebabkan habitat hidup mereka terganggu aktivitas manusia dan tanaman tempat mereka bertelur mulai hilang akibat pembangunan tempat rekreasi. Dari penelitian Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (BTNBB) tahun 2020-April 2022, spesies kupu-kupu tinggal 89 dari total 107 spesies hasil penelitian tahun 1990-an. Adapun 18 jenis lainnya akan dicoba ditemukan dalam sisa waktu delapan bulan ini. Koordinator kelompok kerja Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Balai TNBB Putri Cendrawasih, Rabu (12/5), memperkirakan, penurunan itu dipicu tiga hal. Pertama,…

                Kopi Luwak Buatan Ditemukan Peneliti Bali

                  Peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali, Suprio Guntoro, menemukan kopi luwak probiotik. Penemuan ini, selain akan membuat produksi bubuk kopi menjadi tidak terbatas, juga akan melindungi populasi binatang luwak. Pada proses produksi kopi luwak alami, bubuk kopi diperoleh dari biji kopi yang digiling setelah dijemur dan disangrai. Biji kopi itu didapat dari hasil proses pencernaan binatang luwak (Paradoxurus hermaphroditus) yang memakan buah kopi. Adapun kopi luwak probiotik temuan Guntoro, biji kopi dihasilkan dari buah kopi matang yang dipetik, lalu difermentasi secara khusus dengan mikroba probiotik dari usus…

                  Cara Mengawinkan Mikroba Untuk Rekayasa Genetika

                    Perkawinan merupakan cara yang dilakukan manusia untuk berkembang biak. Sel ovum dari ibu dan sperma dari ayah bertemu dan kemudian berkembang menjadi individu baru. Selain manusia, sebagian besar hewan juga melakukan perkawinan untuk mempertahankan populasinya. Berbeda dengan hewan ataupun manusia, jasad renik (mikroorganisme) umumnya tidak melakukan perkawinan untuk berkembang biak. Mikroorganisme, seperti bakteri, melakukan pembelahan sel untuk memperbanyak jumlah populasinya. Proses perkawinan merupakan peristiwa yang jarang terjadi dalam kehidupan bakteri, tetapi bukan berarti bakteri tidak mampu melakukan proses perkawinan. Bakteri tidak memerlukan perbedaan kelamin dalam melakukan perkawinan karena…

                    Manusia Modern dan Neanderthal Pernah Kawin Campur

                      Manusia Neanderthal dan manusia modern ternyata pernah kawin, kemungkinan besar terjadi ketika manusia pertama kali bermigrasi keluar dari Afrika, demikian sebuah studi genetika yang dirilis Jumat pagi WIB. Orang Eropa, Asia dan Australasia semuanya memiliki DNA Neantherthal, tetapi orang Afrika tidak, kata para peneliti yang menyampaikan hasil penelitiannya dalam jurnal Science. Hasil penelitian ini mungkin membantu menjawab perdebatan lama mengenai apakah manusia Neanderthal dan manusia modern hanya hidup berdampingan di Eropa dan Timur Tengah. “Mereka yang tinggal di luar Afrika membawa sedikit DNA Neanderthal ke tubuh kita,” kata…

                      Bayi Tabung Menjadi Solusi Infertilitas

                        Lebih dari lima tahun lamanya Elly (37) menikah dan mendambakan keturunan. Namun, buah hati yang dinantikan tak kunjung hadir. ”Saya mencoba segala cara, termasuk berbagai terapi tradisional. Tidak berhasil,” ujarnya di sela Temu Pasien Klinik Yasmin Kencana RSCM; Penanganan Gangguan Kesuburan pada Pasutri, pertengahan bulan lalu. Elly dan suaminya lalu mencoba program bayi tabung di Klinik Yasmin, RSUPN Cipto Mangunkusumo. Sebagai perempuan, proses yang dijalani terbilang berat. Suntikan-suntikan obat penekan hormon, obat membesarkan sel telur, pengambilan sel telur, dan peletakan embrio ke dalam rahimnya. Proses peletakan embrio tersebut…

                        Ditemukan Ikan Hiu Di Indonesia Yang Bisa Berjalan

                          Tahukan Anda, Indonesia memiliki spesies ikan hiu yang biasa berjalan di dasar lautan? Hiu yang bernama latin Hemiscyllium galei dan Hemiscyllium henryi tersebut dijuluki walking shark (hiu berjalan) yang ditemukan di perairan Raja Ampat, Kawasan Kepala Burung Papua Barat. “Uniknya, dia berjalan di dasar laut dengan siripnya, nggak berenang,” kata Fahmi, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yang lama meneliti jenis hiu dan pari, di Pusat Penelitian Oceanografi LIPI, Jakarta, Senin (19/4/2010). Ukuran tubuh walking shark sedikit lebih kecil dari ukuran tubuh hiu pada umumnya. Warna tubuhnya pun…