Lompat ke konten

Ruang Angkasa

Air Berhasil Ditemukan Dibawah Permukaan Bulan

    Sekian lama, manusia percaya bahwa Bulan adalah lingkungan yang kering dan tak memiliki air. Kini, pandangan tersebut dibantah oleh penemuan terbaru. Ilmuwan menemukan adanya air magmatik, air yang berasal dari bagian dalam Bulan dan muncul ke permukaan. Bukti keberadaan air magmatik tersebut ditemukan dengan bantuan Moon Mineralogy Mapper milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang ada di wahana milik India, Chandrayaan-1. Rachel Klima, pakar geologi keplanetan dari John Hopkins University memublikasikan temuan itu di jurnal Nature Geoscience. Keberhasilan pengungkapan air magmatik di Bulan dimulai dari hasil…

    Air dan Tanah Di Mars dan Bumi Berasal dari Sumber yang Sama

      Air di Mars dan Bumi berasal dari sumber yang sama, meteorit yang mendarat di planet tersebut dalam masa awal pembentukannya. Ilmuwan menganalisis komposisi dua batuan langka Mars yang mendarat di Bumi sebagai meteorit. Analisis menunjukkan bahwa air yang ada di planet merah itu berasal dari benda langit yang sama. Hasil riset ini berlawanan dengan pandangan bahwa air di Bumi dan Mars berasal dari komet. Air berasal dari meteorit chondrite yang memiliki mineral yang bisa terintegrasi dengan planet tempatnya mendarat. “Meteorit itu memiliki cairan basalt, cairan basalt yang berbeda…

      Tempat Paling Dingin Di Alam Semesta Ditemukan

        Jika Anda berpikir tempat paling dingin di alam ini adalah Kutub Utara atau Kutub Selatan, mungkin Anda tidak bisa disalahkan karena di sana terdapat gumpalan “es abadi”. Tapi, kalau berbicara alam semesta, dinginnya di kedua kutub itu tak ada apa-apanya dibandingkan dengan suhu udara di Boomerang Nebula. Ya, di situlah tempat paling dingin di alam semesta ini. Boomerang Nebula masuk dalam konstelasi Centaurus. Jaraknya kurang-lebih 5.000 tahun cahaya dari bumi. Boomerang Nebula adalah salah satu tempat di alam semesta yang unik. Pada 1995, dengan menggunakan Swedish ESO Submillimetre…

        Awan Debu Asteroid Akan Kurangi Dampak Pemanasan Global Di Bumi

          Ilmuwan Skotlandia menemukan ide baru yang menarik terkait usaha memerangi pemanasan global. Dalam penelitiannya, pemanasan global ini dapat diperangi dengan debu asteroid yang bisa bertindak seperti pelindung bumi. Permukaan asteroid diledakkan untuk menciptakan awan debu raksasa yang bisa digunakan sebagai tabir surya untuk planet ini. Para peneliti Universitas Strathclyde, Inggris, percaya bahwa asteroid yang ukurannya sesuai dapat dipindahkan di posisi dekat dengan bumi sebelum awan debu raksasa meluncur di permukaannya. Asteroid ini memiliki gaya gravitasi. Oleh sebab itu, dalam proses pemindahannya, debu asteroid ini dipegang dalam posisinya dan…

          Rancangan Stasiun Di Bulan Untuk Perjalanan Ruang Angkasa

            Jika masa depan terbentang seperti yang diramalkan oleh beberapa ahli, bulan akan menjadi salah satu stasiun antariksa yang ramai. Kendaraan akan secara rutin meledak dan meluncur ke permukaan bulan, bagian dari rantai pasokan yang melayani perkemahan manusia, melengkapi fasilitas sains, dan menjatuhkan peralatan untuk operasi penambangan di luar angkasa. Pada awalnya, ini diproyeksikan akan menjadi keributan roket yang menendang debu dan puing-puing yang beterbangan. Pertemuan para ahli baru-baru ini membahas apa yang kita ketahui dan apa yang tidak kita ketahui tentang bagaimana menangani operasi “mirip bandara” di bulan.…

            Satelit Telkom 3 Milik PT Telkom Indonesia Hilang Saat Diluncurkan

              Kepala Pusat Teknologi Satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Suhermanto mengatakan terlalu dini menyimpulkan penyebab hilangnya Satelit Telkom-3 milik PT Telkom. “Kemungkinan penyebabnya adalah gangguan komunikasi,” kata Suhermanto kepada Tempo, Selasa, 7 Agustus 2024. Satelit Telkom-3 dikabarkan hilang sebelum mencapai orbit pada Senin, 6 Agustus 2024. Menurut dia, jika penyebabnya adalah masalah teknis, seharusnya bisa dihindari sebelum satelit diluncurkan. “Pada saat uji coba bisa dilihat, apakah ada gangguan teknis atau tidak,” ia mengatakan. Sedangkan mengenai kegagalan komunikasi, menurut Suhermanto, hal tersebut bisa terjadi pada saat lepas landas. “Ada…

              Ternyata Aurora Tidak Hanya Indah Dilihat Tetapi Juga Mengeluarkan Suara

                Cahaya utara Bumi atau Aurora Borealis ternyata tidak hanya memberikan pertunjukan cahaya yang mempesona, tapi juga menghasilkan suara aneh. Menurut hasil studi terbaru yang dipublikasikan dalam prosiding International Congress on Sound and Vibration ke-19 di Lithuania pada 8-12 Juli 2024, partikel cergas sama yang menghasilkan tarian cahaya utara di atmosfer Bumi juga menghasilkan “tepukan” riuh pada ketinggian 230 kaki (70 meter) dari daratan. Hasil penelitian itu membenarkan cerita rakyat dan laporan pengembara alam liar yang sejak lama menggambarkan suara-suara yang muncul bersama Aurora Borealis. Pada masa lalu para…

                Dampak Penemuan Partikel Tuhan Terhadap Terjadinya Alam Semesta

                  Peter Higgs, fisikawan Inggris pencetus teori partikel Higgs, turut hadir dalam seminar dan konferensi ilmiah tentang penemuan Higss boson di laboratorium CERN di Jenewa, Rabu 4 Juli 2024. Pria yang kini telah berusia 83 tahun itu sangat senang karena bisa menyaksikan penemuan yang membuktikan teorinya. “Penemuan ini benar-benar suatu hal yang luar biasa yang terjadi dalam hidup saya,” kata Higgs kepada wartawan. Peter Ware Higgs adalah ilmuwan yang pertama kali mengemukakan teori keberadaan partikel Higgs, atau dikenal sebagai partikel Tuhan, pada 1964. Fisikawan kelahiran Inggris, 29 Mei 1929…

                  Tanggal 4 Juni Akan Ada Pesta Di Langit Indonesia

                    -Pekan kedua Juni merupakan saat yang menyenangkan penggemar astronomi karena bisa menyaksikan gerhana bulan sebagian dan transit Venus. “Ini seperti pesta langit buat Indonesia,” ujar Ketua Program Studi Astronomi Institut Teknologi Bandung, Taufiq Hidayat, saat ditemui di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin 28 Mei 2024. Pada Senin, 4 Juni 2024, bulan terbit dengan sebagian permukaannya tertutup bayangan bumi. Peristiwa ini dikenal sebagai gerhana bulan sebagian dan berlangsung selama dua jam. Indonesia bagian timur seperti Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Maluku, dan Papua menjadi tempat terbaik untuk menyaksikan gerhana…

                    Tertangkap Foto Bukan Hanya Manusia Saja … Galaxy Ternyata Juga Suka Memangsa Temannya Sendiri

                      Pakar astronomi kini memperkirakan bahwa Centaurus A terbentuk karena penggabungan dua galaksi berbeda — dan foto terbaru ini mendukung teori tersebut. Jejak debu dalam foto yang baru dirilis ini diperkirakan adalah sisa-sisa galaksi spiral yang terkoyak-koyak oleh galaksi eliptis raksasa. Fenomena ini akan terus terlihat di langit kita dan butuh ratusan juta tahun lagi sebelum ‘perebutan galaksi’ ini benar-benar menghilang. Centaurus A terletak sekitar 12 juta tahun cahaya dari Bumi. Ia memiliki pusat lubang hitam dengan massa 100 juta kali lebih besar dari Matahari. Ahli astronomi percaya bahwa…

                      Menantikan Supermoon Tengah Malam Untuk Bisa Melihat Bulan Raksasa Lebih Jelas

                        Supermoon akan terlihat Sabtu malam pada saat bulan purnama mencatat jarak terdekat ke Bumi dibandingkan posisi lainnya pada tahun ini. Purnama terdekat terjadi mulai Sabtu malam dan puncaknya pada Minggu pagi pukul 10.35 WIB. Menurut space.com, bulan purnama terjadi pada Sabtu, 5 Mei 2024, pukul 11.35 PM, EDT (waktu timur Amerika) atau Minggu pagi waktu Indonesia, yang bertepatan dengan perigee (orbit terdekat bulan ke Bumi). Peristiwa ini hanya terjadi sekali dalam setahun. Peristiwa itu akan menghasilkan pemandangan mengesankan, terutama setelah matahari terbenam ketika bulan akan muncul dengan warna…

                        Galaksi Bimasakti Ternyata Berwarna Putih dan Memiliki Ribuan Planet Yatim Piatu

                          Galaksi Bimasakti memiliki lebih dari 100.000 planet yatim piatu atau planet nomad, alias planet yang tidak mengorbit bintang induk tertentu. Hal tersebut diketahui dari ekstrapolasi hasil observasi planet yang dilakukan dengan metode gravitational microlensing, melihat pengaruh gravitasi planet pada cahaya bintang. Louis Strigari, ilmuwan dari Kavli Institute di Stanford University dan rekannya mendeteksi objek yang terdapat di Bimasakti, mulai dari yang sebesar Jupiter hingga sekecil Pluto. Berdasarkan hasil studi, ilmuwan menemukan bahwa tak ada cukup tata surya yang mempu menaungi seluruh planet yang ada, sehingga planet yatim piat…