Kepala Pusat Teknologi Satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Suhermanto mengatakan terlalu dini menyimpulkan penyebab hilangnya Satelit Telkom-3 milik PT Telkom.
“Kemungkinan penyebabnya adalah gangguan komunikasi,” kata Suhermanto kepada Tempo, Selasa, 7 Agustus 2024.
Satelit Telkom-3 dikabarkan hilang sebelum mencapai orbit pada Senin, 6 Agustus 2024. Menurut dia, jika penyebabnya adalah masalah teknis, seharusnya bisa dihindari sebelum satelit diluncurkan.
“Pada saat uji coba bisa dilihat, apakah ada gangguan teknis atau tidak,” ia mengatakan.
Sedangkan mengenai kegagalan komunikasi, menurut Suhermanto, hal tersebut bisa terjadi pada saat lepas landas. “Ada kemungkinan satelit gagal switch on,” ujarnya.
Kemungkinan lain penyebab hilangnya satelit, adalah bertabrakan dengan satelit lainnya. Namun hal itu hanya terjadi jika satelit berada pada posisi orbit polar dan geostasioner. Oleh karena itu, dia menyarankan, perlu dideteksi posisi satelit.
Lembaga yang bisa memantau posisi objek antariksa, hingga saat ini baru berasal dari negara-negara maju, salah satunya Amerika Serikat. “Kita bisa meminta bantuan Amerika untuk mendeteksi posisi satelit, dan memperbarui setiap pergerakannya,” ujarnya.
Jika posisi telah terpantau, maka lebih mudah untuk mengetahui penyebab hilangnya satelit.
Satelit Telkom-3 milik yang diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, dinyatakan hilang beberapa jam sebelum mencapai orbit akibat gagal dalam tahapan Briz-M.
Situs nasaspaceflight.com menyampaikan, satelit Telkom-3 diluncurkan bersama dengan satelit Ekspress-MD2 dengan menggunakan roket pendorong Proton-M.
Briz-M adalah pelepasan tanki bahan bakar diikuti relokasi instrumen pengarahan dari pusat untuk menghindari goncangan ketika tangki bahan bakar propelan dilepas.