Herpetolog (ahli ilmu reptil) Neang Thy dari Fauna & Flora International mengaku tak menyangka kalau temuannya adalah spesies baru. “Awalnya kami kira spesies yang sudah ada. Setelah diteliti, kami mendapati sesuatu yang baru,” katanya.
Ahli biologi konservasi Jenny Daltry mengaku belum tahu banyak tentang spesies baru ini, juga area tempat penemuannya, yakni di Pegunungan Cardamon. “Dulu daerah ini dikuasai oleh Khmer Merah dan tertutup untuk penelitian,” katanya. Area itu baru dibuka untuk penelitian pada tahun 1990-an.
Kadal tanpa kaki ini mirip ular. Hanya saja, kadal tanpa kaki ini masih memiliki ciri kadal, misalnya telinga eksternal. Spesies baru ini hidup di bawah tanah, tempat mereka tidak butuh mata atau kaki.
Para peneliti belum tahu cara navigasi kadal buta tanpa kaki ini. Mereka menduga, navigasinya didukung oleh hidung. Mereka juga diperkirakan memburu cacing tanah, semut, dan rayap.
“Spesies ini sepertinya langka,” kata Daltry. “Hari ini ditemukan, tahun berikutnya mungkin sudah punah.”