Lompat ke konten

Cumi Cumi Raksasa

Gurita dan Cumi-cumi Berubah Transparan Saat Berkamuflase Menghadapi Musuh

    Gurita spesies Japetella heathi dan cumi-cumi spesies Onychoteuthis banksii memiliki kemampuan kamuflase unik. Keduanya bisa berubah warna dari transparan menjadi merah buram dan sebaliknya untuk menghindari diri dari mangsa. Sarah Zylinski, peneliti post doktoral di Duke University, Amerika Serikat adalah ilmuwan yang menemukan kemampuan unik 2 spesies itu. Ia melakukan eksperimen sejak tahun 2022 lalu dengan bantuan lampu LED untuk menguji kemampuan kamuflase gurita dan cumi tersebut. Menurut Zylinski, dua spesies tersebut hidup di perairan laut pada kedalaman 600-920 meter. Di sana, penetrasi cahaya Matahari hampir tidak ada…

    Spesies Cumi Cumi Terbang Berhasil Ditemukan Oleh Seorang Wartawan dan Fotografer

      Tentu sudah tahu apa itu Cumi-cumi karena akrab dengan dapur dan tak asing muncul sebagai hidangan lezat. Tapi jarang menemukan hewan laut jenis moluska ini melayang di udara atau terbang beberapa saat meninggalkan habitatnya. Seperti yang diabadikan Graham Ekins, seorang fotografer Inggris, berhasil memotret Cumi-cumi terbang. Hewan invertebrata atau tanpa tulang belakang ini meloncat dari air laut di perairan Jepang dan beberapa saat terbang di udara. Benar-benar foto langka dan indah. Makhluk ini menggunakan siripnya berfungsi seperti sayap mengendalikan arah terbang dan melayang. Bahkan menurut pengamatan fotografer tersebut,…

      Cumi Cumi Monster Raksasa Memiliki Mata Sebesar Bola Voli

        Sesuai ukuran tubuhnya yang sangat besar, mata cumi-cumi raksasa yang sedang diotopsi bagkainya di Selandia Baru juga demikian. Bahkan, mata cumi-cumi jenis kolosal tersebut mungkin mata hewan terbesar di dunia saat ini. Betapa tidak, matanya berdiameter 27,5 centimeter atau hampir sebesar bola voli. Lingkaran lensa matanya saja sebesar buah jeruk. Salah satu matanya terlihat masih utuh saat lapisan es yang melindunginya mulai mencair sedikit demi sedikit dalam sebuah tangki penelitian di museum nasional Selandia Baru, Te Papa Tongerawa. “Ini satu-satunya sampel mata yang utuh dari seekor cumi-cumi kolosal…

        Cumi Cumi Raksasa Sepanjang 8 Meter Dan Berat 500 Kg Akan Diotopsi

          Para ilmuwan kelautan dari Selandia Baru memulai persiapan untuk mengotopsi seekor cumi-cumi raksasa yang ditangkap tahun lalu. Penelitian terhadap cumi-cumi seberat 500 kilogram dan panjang 7,8 meter itu dilakukan untuk mengungkap rahasia salah satu raksasa laut yang masih sangat misterius. Cumi-cumi tersebut telah dikeluarkan dari kotak es ruang penyimpanannya dan dipindahkan ke dalam tangki berisi larutan garam hari ini. Es juga ditambahkan ke selama tangki agar proses pencairan lambat sehingga bagian tubuh terluar yang masih segar tidak rusak karena keriput. Setelah mencair seluruhnya, para peneliti akan mempelajari lebih…

          Cumi-cumi Raksasa Seberat 250 Kg Tertangkap Nelayan Australia

            Seekor cumi-cumi sepanjang 6 meter tertangkap di Australia. Beratnya juga tak main-main, mencapai 250 kilogram. Cumi-cumi raksasa tersebut ditangkap para nelayan yang tengah menjaring ikan di pantai tenggara benua paling selatan tersebut. Nahkoda kapal yang bernama Rangi Pene mengatakan bahwa cumi-cumi tersebut telah tewas saat terjerat jaring pada kedalaman 500 meter. Saat ini cumi-cumi tersebut dikemas dalam kotak penyimpan khusus dan disimpan di ruang pendingin sebuah museum di Portland. Saking besar dan berat ukurannya, untuk mengangkat bangkainya saja dibutuhkan 10 orang. Paul McCoy, seorang pakar biologi kelautan Australia,…

            Cumi Cumi Alien Memiliki Tentakel Yang Berfungsi Seperti Kaki

              Jauh di gelapnya laut pada kedalaman 2,5 kilometer ternyata hidup cumi-cumi yang aneh. Cumi-cumi tersebut pantas disebut alien karena bentuk tubuhnya berbeda dengan cumi-cumi umumnya dan belum pernah ditemukan sebelumnya. Cumi-cumi yang diperkirakan dari kelompok Magnapinna karena memiliki sirip besar itu memiliki tentakel panjang dan besar yang lebih mirip lengan. Bahkan bentuknya mirip kaki bersiku karena di bagian tengahnya dapat menekuk. Panjang tubuhnya sekitar 7 meter. Dilihat dari perilakunya, lengan yang dimiliknya mungkin sangat kuat. Sebab, dalam hitungan detik, lengan cumi-cumi yang besar tersebut bergerak layaknya belalai gajah…

              Kehidupan Purba di Dasar Laut Australia

                Beberapa ilmuwan Australia menemukan kehidupan laut prasejarah yang aneh pada ratusan kilometer di bawah Great Barrier Reef. Hal itu ditemukan ketika digelar misi yang tak pernah dilakukan sebelumnya, yaitu mendokumentasikan spesies yang terancam akibat pemanasan samudra. Kehidupan purba itu berupa ikan hiu purba, ikan raksasa yang mengandung minyak ikan, kumpulan hewan berkulit keras, dan spesies cumi-cumi primitif dalam tempurung (nautilus) yang ditangkap kamera dari jauh di Osprey Reef. Pemimpin peneliti Justin Marshall, Kamis (15/7/2010), mengatakan, timnya juga telah menemukan beberapa spesies ikan yang tak dikenal, termasuk “ikan hiu…

                Cumi Cumi Raksasa Sebesar Hampir 6 Meter Ditangkap Di Meksiko

                  Para peneliti secara kebetulan mendapati seekor cumi-cumi raksasa sepanjang 5,9 meter tertangkap dalam jaring mereka di pesisir Lousiana, Teluk Meksiko. Temuan hewan langka di lokasi tersebut menunjukkan banyak hal yang tidak kita ketahui mengenai cumi-cumi raksasa. Cumi-cumi yang baru terjaring itu beratnya mencapai 46,7 kg. Ia tertangkap tanggal 30 Juli dalam jaring trawl pada kedalaman 450 meter di bawah air yang ditarik kapal peneliti. Namun, hewan itu mati karena tidak bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan tekanan pada kedalaman air berbeda saat dibawa ke permukaan. “Saat jaring pukat itu…

                  Spesies Cumi Cumi Baru Ditemukan Di Samudra Hindia

                    Para ilmuwan menemukan spesies cumi-cumi baru di Samudra Hindia. Penemuan itu dilaporkan oleh International Union for the Conservation Nature, Senin (15/11/2010). Adapun spesies tersebut termasuk dalam famili Chiroteuthid. Spesies yang ditemukan memiliki ukuran panjang sekitar 70 cm ini memiliki organ yang mampu memancarkan cahaya untuk menakuti mangsanya. Menurut laporan IUCN, spesies tersebut ditemukan di bagian dasar laut yang terjal. Sejauh ini, telah ditemukan 70 spesies cumi-cumi dalam ekspedisi tersebut. Semua spesies cumi-cumi itu mewakili 20 persen dari spesies cumi-cumi yang ada di dunia. “Selama 10 hari ini, para…

                    Nata De Coco Dari Kecambah dan Melon Berhasil Dibuat Siswa SMP IPIEMS Surabaya

                      Mencari makanan berkandungan selulosa tinggi, siswa SMP IPIEMS Surabaya membuat nata de melo. Nata yang berbahan dasar sari melon ini diproses sealami mungkin. Karena itu, bakteri Acetobacter xylinum ditumbuhkan dan dikembangkan sendiri dengan bahan alami. Karena menjadi kunci pembuatan nata, dua siswa kelas III SMP IPIEMS yang juga anggota Kelompok Ilmiah Remaja, Bayu Prasetyo dan Agustian Putra, menumbuhkan bakteri Acetobacter xylinum dari kecambah dan nanas.Caranya yaitu dengan menggunakan daging nanas yang diblender. Sebanyak enam sendok makan ampas nanas dicampur dengan tiga sendok makan gula dan satu sendok makan…

                      Nasi Ungu Dari UGM Untuk Kemandirian Pangan

                        Hari menjelang sore. Deretan gerai makanan di Kantin Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta bersiap tutup karena mulai kehabisan barang dagangan. Hanya satu gerai di pojok yang lumayan lengkap. Nasi ungu dan nasi merah masih menggunung menunggu pengunjung. Kantin itu sangat unik karena semangat kemandirian pangan yang diusungnya. Hanya santapan berbahan pangan lokal untuk upaya mengurangi impor pangan dan meningkatkan ekonomi petani lokal yang digunakan. “Terutama untuk ketergantungan beras,” kata Sanyoto, penanggung jawab gerai, Jumat (4/6). Menu andalannya nasi ungu dari beras (70 persen) dan ubi jalar…

                        Fosil Burung Raksasa Bergigi Ditemukan Di Peru

                          Sebuah fosil tengkorak burung laut raksasa berusia 10 juta tahun ditemukan di pantai selatan Peru. Paruhnya tidak hanya masih terlihat utuh, tetapi dilengkapi gigi. Menurut Kepala Paleontologi Vertebrata Museum Sejarah Nasional Peru Rodolfo Salas, fosil ini berasal dari keluarga Pelagornithid. Keluarga burung ini dipercaya telah punah 3 juta tahun yang lalu. Rodolfo menambahkan bahwa burung tersebut diperkirakan memiliki rentangan sayap mencapai 6 meter. Makanannya adalah ikan-ikan kecil dan cumi-cumi. Gigi di sepanjang paruhnya mungkin digunakan untuk mencengkeram tubuh mangsanya yang licin. Sementara itu, Dan Kepska, paleontolog dari North…