Lompat ke konten

Laba Laba

Rahasia Laba Laba Bernafas Dalam Air Terungkap Prosefor

    Laba-laba genta penyelam (Argyroneta aquatica) atau laba-laba air yang hidup di kolam dan sungai berarus lambat hanya perlu mengambil udara ke permukaan air sekali sehari. Kesimpulan para ilmuwan peneliti laba-laba Eropa itu dimuat di Journal of Experimental Biology. Para peneliti mengukur kadar oksigen di dalam dan di sekitar jaring gelembung udara yang menyungkup kepala hewan yang hidup di air itu. Mereka menemukan, gelembung itu berfungsi seperti insang, menyaring oksigen dari air dan mengeluarkan karbon dioksida. Laba-laba yang hidup di Eropa dan Asia utara ini membuat jaring dengan rambut…

    Laba Laba Kecil Ternyata Memiliki Otak Dikaki Apabila Kepalanya Terlalu Kecil

      Laba-laba yang berukuran kecil, kadang kurang dari satu milimeter, ternyata memiliki otak besar. Saking besarnya, otak sampai “menjalar” hingga ke kaki. Bill Ebenhard dari Smithsonian Tropical Research Institute dan profesor di Universitas Costa Rica, meneliti 9 spesies laba-laba. Ia menemukan bahwa semakin kecil laba-laba, semakin besar ukuran otak relatif tehadap tubuh. Ebenhard, seperti diuraikan di National Geographic, Senin 19/12/2011) lalu, menjelaskan, pada beberapa laba-laba, otak bisa mengisi 80 persen tubuh. Pada bayi laba-laba spesies Leucauge Mariana, otak memadati tidak hanya kepala, tapi juga tubuh. Sementara itu, Ebenhard juga…

      Misteri Tsunami Awan Di Langit Alabama Amerika Serikat

        Barisan awan raksasa itu bagai mengepung langit kota Birmingham di Alabama, Amerika Serikat, Jumat lalu. Awan berbentuk gelombang tsunami yang bergulung-gulung itu membuat stasiun cuaca setempat kebanjiran pertanyaan penduduk yang datang membawa foto awan aneh itu, “Apakah ini tsunami di langit?” Para pakar mengatakan awan ini adalah contoh “gelombang Kelvin-Helmholtz.” Entah di langit atau di samudera, jenis turbulensi itu selalu terbentuk ketika lapisan atau cairan yang bergerak cepat meluncur di atas lapisan tebal yang bergerak lebih lambat sehingga menyeret permukaannya. Gelombang air, misalnya, terbentuk ketika lapisan fluida di…

        Katak Pelangi Yang Telah Musnah 87 Tahun Lalu Ditemukan Kembali Di Kalimantan

          Ilmuwan yang menyisir pegunungan di Borneo menjumpai spesies kodok pelangi Borneo yang sudah tidak pernah didapati sejak 87 tahun terakhir. Kali ini, mereka berhasil mengabadikannya dan foto itu menjadi foto kodok pelangi Borneo pertama di dunia. Sebelumnya, dokumentasi kodok itu hanya merupakan gambar ilustrasi Conservation International, organisasi nirlaba yang fokus pada kelestarian lingkungan memasukkan kodok pelangi borneo (Ansonia latidisca) dalam daftar “Top 10 Most Wanted Lost Frogs.” Lembaga ini juga sempat mengungkapkan kekhawatiran bahwa kodok tersebut mungkin sudah punah. Kodok itu terakhir kali terlihat oleh penjelajah Eropa pada…

          Fortifikasi Vitamin A Pada Minyak Goreng untuk Membantu Penduduk Miskin

            Indonesia bersiap melakukan fortifikasi vitamin A pada minyak goreng curah untuk meningkatkan asupan vitamin A pada penduduk miskin. Dua dari 97 pabrik minyak goreng di Indonesia sudah melakukan fortifikasi, tetapi masih sebatas pada minyak goreng kemasan. ”Diharapkan tahun 2023 semua minyak goreng curah di Indonesia sudah mengandung vitamin A,” Prof Soekirman, Direktur Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI), memaparkan hal itu, Rabu (13/7) di Kongres Nutrisi Asia XI di Singapura. Fortifikasi adalah proses pengayaan bahan makanan untuk meningkatkan kadar gizi. Minyak goreng dipilih karena paling banyak…

            Tengkorak Mastodon Gajah Bergading Empat Ditemukan di Chile

              Tengkorak mastodon yang terpelihara dengan sangat baik –yang relatif sama dengan gajah saat ini– ditemukan di Santiago, Chile, selama kegiatan penggalian di satu instalasi pengolahan air, kata salah seorang ilmuwan yang terlibat dalam temuan itu, Selasa (17/5). “Ini adalah kerangka tengkorak gomphothere (mastodon) dalam kondisi yang sangat bagus,” kata ahli paleontologi Rafael Labarca kepada AFP. Mastodon itu memiliki dua sampai empat gading dan mati sekitar 10.000 tahun lalu. “Kerangka tersebut ditemukan pada 15 Februari, selama pekerjaan untuk memperluas instalasi pengolahan air di Santiago oleh perusahaan Prancis, Suez, dan…

              Perilaku Seksual Laba Laba Berubah Tergantung Tingkat Lapar dan Kenyang

                Rasa lapar bisa memengaruhi laba-laba betina dalam memilih pasangan kawin. Perubahan cuaca dan lingkungan dapat mengakibatkan kelangkaan bahan makanan. Dampaknya ternyata berhubungan dengan kecenderungan pemilihan pasangan dan reproduksi serangga, khususnya laba-laba. Untuk mengamati sejauh mana rasa lapar memengaruhi laba-laba betina dalam memilih pasangan beserta tingkat agresivitasnya, para peneliti University of Cincinnati melakukan studi terhadap laba-laba serigala betina (Schizocosa ocreata), jenis laba-laba yang sering ditemui di Kanada dan timur Amerika. Laba-laba serigala betina terkenal mempunyai potensi agresivitas tinggi, bahkan cenderung kanibal saat didekati laba-laba jantan yang berupaya memikatnya. Ada…

                Fenomena Jabal Magnet Madinah Muncul Di Purwokerto dan Banyumas: Mobil Bisa Jalan Sendiri Di Tanjakan

                  Sejumlah ahli meyakini fenomena ‘Jabal Magnet’ Purwokerto sebagai ilusi optik. Artinya apa yang dilihat mata tidak selalu sesuai dengan kenyataan yang ada. [youtube=http://www.youtube.com/watch?v=aTcbdrtp64c]Fenomena ilusi optik sejak zaman filsuf Plato telah menjadi perdebatan hangat. Bermula pada 450 SM, Epicharmus dan Protagorus berselisih pendapat terkait ilusi optik. Epicharmus percaya bahwa indera manusia hanya bisa mendengar, melihat, mengecap, mencium dan menyentuh saja. “Sisanya buta dan tuli,”kata filsuf ini. Tapi, Protagorus punya pendapat lain. Ia mengatakan pengalaman manusia di dunia dipengaruhi lingkunganya. “Manusia tidak lain hanyalah sekumpulan sensasi,”kata Protagorus. Plato sebagai filsuf…

                  Tahun 2050 Bumi Tak Lagi Dikenali Dengan Penduduk Mencapai 9 Milyar

                    Pertambahan penduduk yang lebih makmur dan bersaing untuk memperoleh sumber daya yang kian langka dapat membuat dunia “tak bisa dikenali” paling lambat pada 2050, demikian peringatan beberapa peneliti dalam konferensi utama ilmu pengetahuan di AS, Minggu (20/2/2011). PBB telah meramalkan penduduk global akan mencapai tujuh miliar pada tahun ini, dan bertambah jadi sembilan miliar pada 2050. “Kebanyakan pertumbuhan justru terjadi di negara miskin, terutama di Afrika dan Asia Selatan,” kata John Bongaarts dari organisasi nirlaba Population Council. Untuk memberi makan semua mulut itu, “kita nantinya perlu menghasilkan sebanyak…

                    Bunglon Baru Sebesar Kuku Manusia Ditemukan Di Madagaskar

                      BUNGLON yang satu ini hanya sepanjang satu inci. Makhluk mini genus Brookesia yang tertangkap kamera di Madagaskar itu panjangnya tak melebihi kuku. Bunglon mungil itu diambil di Amber Mountain Park Madagaskar, oleh fotografer satwa liar asal Inggris, Will Burrard-Lucas. Ia dan saudaranya, Matt ,baru saja duduk untuk makan siang saat mata mereka melihat makhluk itu. “Ini sangat menakjubkan untuk melihat hewan itu, karena sangat kecil dan sulit menemukannya jika dicari sendiri. Namun, kami beruntung bersama penduduk lokal Antonio yang tahu dimana mencarinya,” kata Will, 27 tahun, asal London,…

                      Membangun Riset Berkesinambungan Ala Jepang

                        ”Ke Jepang acara apa? Fuji Xerox? Xerox? Mesin fotokopi itu? Memangnya masih ada?” Itu adalah sepenggal pertanyaan umum dari orang-orang Indonesia. Pertanyaan ini cukup menggelitik karena tersimpan banyak tanya menggoda. Apakah Fuji Xerox yang dikenal orang Indonesia sebagai mesin fotokopi jajaran atas itu benar-benar masih eksis? Jika ya, bagaimana perusahaan dengan bisnis klasik itu bisa bertahan di tengah digitalisasi zaman? Siapa yang bisa menyelamatkan keadaan sulit seperti itu? Dengan mantra apa? Segudang pertanyaan itu sedikit demi sedikit terungkap ketika Kompas bersama jurnalis se-Asia Pasifik mengunjungi kantor dan gedung…

                        Ditemukan Danau Berair Darah Di Bengkulu

                          Warga Kota Pagaralam, Sematera Selatan, Sabtu (4/12), menemukan danau yang permukaan air berwarna merah seperti darah dengan luas enam hektare diperbatasan Provinsi Bengkulu atau sekitar bukit Raje Mandare. Keberadaan danau ini juga baru dapat dijangkau membutuhkan waktu sekitar dua hari dengan berjalan kaki melewati kawasan hutan dan bukit Rimbacandi, Kelurahan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Selatan. “Kami bersama rombongan sebanya 21 orang termasuk dua para normal melakukan ekspedisi di kawasan Rimbacandi dengan menelusuri tebing, hutan dan perbukitan selama dua hari baru sampai di lokasi danau merah tersebut,” kata Asmidi,…