Lompat ke konten

Serangga

Ribuan Spesies Baru Ditemukan Di Pegunungan Mamberamo-Foja

    Ekspedisi Conservation International, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, The National Geographic Society, dan Smithsonian Institution di Papua pada akhir 2020 menemukan sejumlah spesies baru. Penemuan spesies, seperti kupu-kupu hitam dan putih atau Ideopsis fojona, katak berhidung panjang atau Litoria sp nov, serta pergam kaisar atau Dacula sp nov, membuktikan tingginya keanekaragaman hayati Papua. Penelitian bertajuk “Conservation International’s Rapid Assessment Program (RAP)” itu berlangsung di salah satu lokasi paling terpencil di Suaka Margasatwa Mamberamo-Foja. Suaka margasatwa seluas 2 juta hektar di Kabupaten Mamberamo Raya dan Kabupaten Sarmi, Papua, itu disebut-sebut…

    Perilaku Nyamuk Aides Aigepty Demam Berdarah Sudah Berubah dan Makin Canggih

      Perubahan perilaku nyamuk Aides aigepty merupakan salah satu faktor yang perlu diwaspadai warga agar bisa menekan penyebaran penyakit demam berdarah dengue. Perubahan perilaku tersebut meliputi habitat, kemampuan terbang, dan juga waktu menggigit. ”Dulu nyamuk pembawa virus DBD dikenal menyukai air jernih, tetapi belakangan ditemukan pula di air kotor,” kata Kepala Subbidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Banten Dendi di Serang, Provinsi Banten, Jumat (7/5). Sekarang, nyamuk itu ternyata juga bisa berada di lantai tingkat atas. Padahal, dulunya nyamuk ini dijumpai di lantai bawah dengan ketinggian terbangnya sekitar dua…

      Tips dan Cara Agar Nyamuk Tak Sebarkan Demam Berdarah

        Memasuki musim hujan, serangan penyakit demam berdarah dengue patut diwaspadai. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk itu telah menelan banyak korban. Namun, segala upaya untuk memutus mata rantai penularan penyakit itu masih kurang efektif. Di tengah ketidakberdayaan melawan demam berdarah dengue di berbagai negara tropis di dunia, sekelompok peneliti Australia didanai miliarder Bill Gates mengklaim telah menghasilkan riset yang dapat membantu memerangi DBD dengan cara menghentikan jalur penularan penyakit itu. Mereka berhasil menginfeksi nyamuk penyebar penyakit tropis itu dengan bakteri Wolbachia sehingga kemampuannya menularkan dengue ke manusia berkurang.…

        Lebih Dari 1000 Spesies Baru Ditemukan Di Sungai Mekong Dari Laba-laba Sebesar Piring Hingga Luwing Naga

          Lebih dari 1000 spesies baru hewan dan tumbuh-tumbuhan ditemukan di daerah aliran Sungai Mekong Besar yang melintasi Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam, dan China. Kehidupan liar yang sangat beragam dan belum tersentuh sebelumnya itu terungkap dalam ekspedisi selama satu dekade, dari 1997-2007, yang disponsori World Wildlife Foundation (WWF). Di antaranya terdapat laba-laba huntsman terbesar di dunia. Spesies Heteropoda dagmarae itu berukuran sebesar piring dengan bentang kaki 30 centimeter. Laba-laba tersebut dikenal agresif, berburu di malam hari, dan menyergap mangsanya dari ranting, dahan, dan batang bambu yang tingginya tak…

          Pengendalian Penyakit Tropis Tidak Optimal Karena Tidak Didukung Riset Yang Optimal

            Penanggulangan sejumlah penyakit tropis seperti malaria, filariasis atau kaki gajah, dan kusta atau lepra tidak berjalan secara efektif. Kondisi ini terjadi lantaran penanganan penyakit tropis tidak didukung pengembangan riset yang memadai serta terintegrasi antarlembaga. Peneliti dari Tropical Disease Diagnostic Center (TDDC) Universitas Airlangga Surabaya, drh CA Nidom menyatakan, penyakit tropis jadi faktor dominan dalam percaturan penyakit-penyakit di dunia. Apalagi kini tidak ada lagi batas wilayah, sehingga orang-orang dari negara sub tropis pun bisa terkena penyakit yang banyak ditemukan di negara tropis karena perpindahan penduduk. Penyakit tropis seperti malaria,…

            Sumber Protein Masa Depan Adalah Serangga

              Di tengah ancaman krisis pangan, semua pihak harus mencari pangan alternatif. Selain sumber karbohidrat, sumber protein juga harus dicari. Serangga adalah salah satu pangan alternatif yang kaya protein. ”Setiap kali membicarakan serangga, selalu terbayang menjijikkan. Hal ini harus diubah karena serangga juga sumber protein,” kata Kepala Lembaga Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat (LP3M) Unika Santo Thomas Posman Sibuea, Selasa (24/6) di medan. Posman menceritakan, di beberapa daerah di Sumatera Utara, sejumlah warga pada masa lalu mengonsumsi serangga, seperti belalang, capung, dan sejenis jangkrik. Pangan jenis ini tersingkir karena mendapat…

              Malaysia Memakai Nyamuk Mutan Untuk Membasmi Demam Berdarah

                Peribahasa “Lain ladang lain ilalang, lain lubuk lain ikannya” amat tepat di sini. Jika Indonesia masih memakai sistem kuno untuk mengatasi demam berdarah dengue dengan pengasapan, bubuk abate, ataupun pemberantasan nyamuk demam berdarah dengan teknik mulut yaitu program 3M (menguras bak air, menutup tempat air, dan mengubur barang-barang bekas), Malaysia sudah lebih maju, cerdas dan kreatif dalam memilih memberantas penyakit itu dengan senjata baru: pasukan nyamuk mutan. Nyamuk yang dipakai tentu bukan nyamuk sembarangan. Semuanya telah diseleksi sebelum disebar untuk memerangi epidemi demam berdarah yang rutin menyerang negara…

                Nyamuk Demam Berdarah dan chikungunya Memiliki Kemampuan Beradaptasi Yang Hebat dan Telah Kawin Silang

                  Sudah sejak lama Saartje Rondonuwu-Lumanauw melakukan pengamatan. Ia bahkan sudah membuktikan lewat penelitian. Nyamuk Aedes albopictus ternyata sudah tidak lagi senang “menyendiri” di pinggir-pinggir hutan. Pada 1993, Saartje menemukan kerabat dekat Aedes aegypti itu ada di pekarangan-pekarangan rumah. “Pada 2003-2005, penelitian kami ulangi lagi, mereka sudah ada di dalam rumah,” kata profesor dari Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, itu. Aedes albopictus selama ini dikenal senang tinggal di habitat bersemak atau kebun. Itu sebabnya, meski sama-sama bisa menyebar virus dengue dan chikungunya, albopictus kurang populer ketimbang…

                  Nyamuk Penyebab Demam Berdarah Mampu Hidup Di Air Kotor

                    Nyamuk jenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang selama ini diketahui sebagai vektor atau penyebar virus demam berdarah (DBD), mungkin lebih kuat dari perkiraan selama ini. Penelitian menunjukkan nyamuk tersebut dapat terbang lebih jauh, aktif sampai malam, dan juga hidup di air kotor. “Kami sudah melakukan penelitian, Aedes aegypti bisa hidup di air kotor, tidak hanya air bersih seperti yang selama ini kita percayai,” ujar Dr. Upik Kesumawati Hadi, Kepala Bagian Parasitologi dan Entomologi Kesehatan Fakultas Kedokteran Institut Pertanian Bogor, saat seminar serangga di Cibinong Science Center, Bogor,…