Spammer Enggan Hentikan Kampanye Berbahaya Dan Tidak Pernah Menyerah
Para spammer alias pengirim pesan elektronik (e-mail) yang menyampah menunjukkan keengganan untuk berhenti dari kampanye mereka sebagaimana terlihat dari peningkatan spam dari tahun 2007 ke 2020 yang mencapai 12 persen.
Dalam laporan Symantec Messaging and Web Security untuk bulan Agustus 2020, yang diterima ANTARA Newsdi Jakarta, Selasa, nama dua calon Presiden Amerika Serikat (AS), John McCain dan Barack Obama, dan Olimpiade menjadi target utama pada kampanye spam berbahaya pada saat tingkat spam mencapai 78 persen dari semua pesan yang ada pada Juli 2020. Pada Juli 2007, spam hanya…